
Beberapa hari setelah kejadian malam itu, namun sampai saat ini Arcelia belum juga memastikan hal itu. Entahlah kenapa dia begitu, bukankah kemarin dia begitu terburu-buru dan penasaran ini segera mengetahui dan memastikannya. Namun, kini justru dia sendiri jugalah yang menunda dan terkesan ragu untuk melakukannya.
Selain itu, nampaknya Arcelia juga urung untuk memberitahu Irsyad mengenai hal tersebut. Dia tak seberani itu ternyata membahas perkara ini kepada Irsyad, dan takutnya Irsyad juga akan merasa aneh jika tiba-tiba Arcelia membahasnya tanpa pernah sebelumnya ada yang menyinggung persoalan ini.
Irsyad sudah terlihat membaringkan dirinya di ranjang, ya memang belum terlalu larut malam hari ini tapi karena tuntutan tubuh yang lelah dan ingin segera diistirahatkan diapun jadi tidak bisa mengelak dan hanya bisa menuruti keinginan tubuhnya begitu saja.
Disaat Irsyad baru saja memejamkan matanya bersiap pergi ke dunia mimpinya, diwaktu yang bersamaan Arcelia terlihat mulai menaiki ranjang perlahan hingga tak lama ia pun sudah sama-sama memposisikan tubuhnya berbaring bersebelahan dengan Irsyad.
Bergeser dan terus beringsut kearah dimana Irsyad kini berbaring, terus seperti itu hingga akhirnya kini tubuhnya dan Irsyad sudah saling menempel satu sama lain. Dan Irsyad yang belum benar-benar terlelap itupun merasakan dan menyadari hal itu, dengan segera ia pun membuka matanya yang tanpa ia duga ternyata langsung bersitatap dengan mata Arcelia.
" Hei kau, apa yang kau lakukan? Minggir sana! " Ucap Irsyad seraya menuding kening Arcelia hingga membuatnya terdorong dan kembali ke posisi terlentang.
" Tidak mau! Aku ingin seperti ini, jangan menggangguku! " Sahut Arcelia cepat kembali beringsut mendekat dan tanpa aba-aba memeluk tubuh Irsyad sampai wajahnya terbenam di dada bidang itu.
" Apa kau tidak salah, justru kau yang menggangguku! " Seru Irsyad seraya berusaha melepaskan lilitan tangan Arcelia dari pinggangnya, namun semakin ia berusaha menariknya Arcelia juga semakin kuat mempertahankan dan mempererat pelukannya sehingga membuat tubuh mereka semakin merekat.
Dan mau tak mau Irsyad pun mengalah, dia berhenti untuk menyingkirkan Arcelia. Namun, meski begitu ia tetap berusaha mencari ide agar Arcelia mau melepaskannya secara sukarela. Karena bagaimanapun rasanya ia tidak akan nyaman tertidur dengan pelukan yang membuatnya sesak ini.
" Jangan main-main Lia, aku sungguhan sangat mengantuk jadi jangan ganggu aku. " Ujar Irsyad lagi sambil menggoyangkan tubuhnya, berharap dengan itu tangan Arcelia bisa sedikit melonggar ditubuhnya.
Sebenarnya bukan Irsyad tidak suka dan merasa terganggu dengan tingkah Arcelia tersebut, hanya saja ini sesuatu yang tak biasa dan mungkin akan sangat mustahil jika ia teringat akan tabiat Arcelia yang selalu menolak dan menghindarinya itu.
__ADS_1
Dan tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba Arcelia berinisiatif seperti ini bahkan mungkin ini sudah bisa dikatakan masuk dalam kategori agresif. Entahlah, tapi beberapa hari terakhir ini Irsyad jadi merasa was-was sendiri takut-takut Arcelia sedang berencana mengerjainya atau apalah semacamnya.
" Kalau begitu tidur! Dan biarkan aku tetap seperti ini! " Tegas Arcelia tidak ingin mendengar Irsyad mencegahnya lagi.
" Kau ini sebenarnya kenapa, akhir-akhir ini kau selalu bertingkah aneh. " Ucap Irsyad yang memang sudah mengantuk hingga berbicara sambil memejamkan matanya.
" Kau yang aneh! Kau itu curang, jika kau yang sedang menginginkan sesuatu dariku selalu saja aku tidak bisa menolak dan harus selalu mengalah. Tapi ini, aku hanya ingin seperti ini, tapi kau bersikap berlebihan begini. Apa aku salah melakukannya?! " Arcelia mengeluarkan keluhannya dengan lirih ia berucap seakan miris sendiri dengan keinginannya yang selalu mendapat penolakan dari Irsyad.
Seketika suasana hati Arcelia berubah menjadi sendu dan tak lama dari itu terdengar suara isak tangis tertahan bersamaan dengan lelehan air yang membasahi kedua pipi mulus miliknya.
Irsyad yang baru beberapa saat terpejam itu dibuat terperanjat ketika mendengar suara tangis disampingnya, seketika ia membuka mata dan dilihatnya punggung Arcelia yang bergetar karena menahan tangisannya.
Deg!
" Dia benar-benar menangis? Waaw.. Seorang Arcelia menangis, apa ini mimpi? " Batin Irsyad merasa takjub ketika melihat linangan air mata sungguhan dari seorang Arcelia. Ia bahkan sampai menyentuh dan menyeka tetesan air itu untuk memastikan keasliannya. Ck, memang keterlaluan tingkahnya itu, masih sempat-sempatnya dia begitu disaat istrinya sudah menangis terisak-isak.
" Hiks.. Hiks.. Kau curang! Hiks.. Kau selalu membuatku terlihat seperti seorang pengemis, kau jahat! Pa.. Padahal a-aku tidak pernah meminta sesuatu yang berlebihan darimu. " Ucap Arcelia dengan tersedu-sedu bahkan tangisannya kini sudah terdengar semakin keras.
Irsyad dibuat semakin tercengang dengan tangisan dan ucapan Arcelia itu, belum juga ia selesai dengan keterkejutannya melihat Arcelia yang menangis karena seumur-umur mereka saling mengenal tak pernah setetes pun ia melihat air mata itu terjatuh menghiasi wajah ayu istrinya itu.
Yang ada hanya wajah garang, jutek dan menyebalkan yang ia temui selama ini, tidak pernah ia sangka hal ajaib ini bisa ia jumpai bahkan sekedar terpikirkan pun tidak olehnya.
__ADS_1
" Ka.. Kau.. " Arcelia yang akan kembali berucap dengan segera Irsyad bungkam, direngkuhnya tubuh kecil ramping itu kedalam pelukannya erat.
Ah.. Rasanya ia jadi tak tega melihatnya berderai air mata seperti itu, ya dia pikir selama ini sosok Arcelia ini tidak akan pernah memiliki sisi lemah seperti ini. Bahkan menangis? Aa... Tidak terpikirkan sampai sana olehnya.
"Shtt.. Sudah, sudah! Baiklah, kau boleh melakukannya mulai saat ini. " Singkat Irsyad yang masih disahuti suara tangisan Arcelia, yang lama kelamaan mulai memelan dan menghilang tergantikan suara dengkuran halus dari keduanya.
°°°°°
Pagi harinya.
" Aaaaa apa yang ku lakukan semalam? Aku menangis? Didepannya? Aaaa.. Sungguh memalukan! " Pekik Arcelia dari dalam kamar mandi ketika kembali teringat kejadian tadi malam.
Dia sendiri masih terheran-heran dengan tingkah dan perasaannya semalam, entahlah.. Memang ia akui jika akhir-akhir ini dia selalu bertingkah dan memiliki keinginan yang cukup aneh dan diluar kebiasaannya. Ya, mungkin salah satunya adalah dia yang selalu berkeinginan untuk tidur berdekatan bahkan harus sampai memeluk Irsyad, entah karena apa tapi yang jelas aroma tubuh Irsyad terasa sangat menenangkan dan nyaman menurutnya.
Selama itu juga ia terus berusaha menahan untuk tidak sampai berlaku berlebihan sambil mencari penyebab dari perubahan dirinya itu, namun semakin ia cari kecurigaannya justru malah semakin meruncing pada satu kemungkinan.
" Ya, sepertinya tidak ada alasan lagi untuk aku terus menundanya. Rasanya kecurigaanku ini malah semakin merambat kemana-mana, jika tidak segera aku memastikannya. " Gumam Arcelia seraya menatap pantulan dirinya didepan cermin.
Benar! Setelah memikirkannya Arcelia akhirnya memutuskan untuk melakukan tes kehamilan dengan sebuah benda yang ia beli beberapa yang lalu. Mengenai hasilnya seperti apa ia sudah mempersiapkan diri, meski rasa takut masih akan tetap untuk menghantuinya.
......................
__ADS_1