Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
39. Serangan dadakan


__ADS_3

Pagi hari menyapa, matahari sudah terlihat menyembul memamerkan senyum hangatnya ketika Arcelia masih terlihat nyaman bergelung dalam dekap hangat selimut tebalnya. Selepas terbebas dari tuntutan pekerjaannya, kemarin malam Arcelia justru harus dihadapkan dengan sebuah tugas lainnya karena tiba-tiba saja Irsyad memintanya atau bahkan lebih tepatnya memaksa dirinya untuk melayani laki-laki itu.


Walau bukan sesuatu hal yang baru lagi, karena beberapa minggu kebelakang pun Irsyad selalu rutin memintanya bahkan ketika Arcelia menolak dengan keras sekalipun, dia selalu bisa merayu dan meluluhkan wanita hamil itu. Entah karena faktor kehamilan Arcelia yang membuatnya tak bisa menolak segala serangan Irsyad yang selalu berhasil membuatnya terangsang, atau justru karena Irsyad kini sudah mulai terampil dalam meluluhkan dan menjinakkan hati istrinya itu.


Dan semalam entah ada apa dengan Irsyad sampai Arcelia pun terheran-heran ketika mendapat serangan Irsyad yang begitu mendadak dan terlihat sangat menggebu-gebu itu. Dia bahkan sampai ketakutan dan hampir-hampiran akan menangis, karena takut jika Irsyad akan melukainya dan calon anak mereka didalam sana.


Sehingga pada akhirnya Irsyad pun menenangkan dan meyakinkannya bahwa dia akan tetap melakukannya dengan perlahan dan lembut seperti sebelum-sebelumnya. Meski begitu, Irsyad masih terlihat begitu bersemangat dan menggila, hingga dia pun terus mengulang menggempur Arcelia entah sampai berapa kali dia melakukannya. Bahkan Arcelia dibuat sampai tak berdaya dan teramat kelelahan, sehingga wajar saja bila pagi ini wanita cantik yang tengah berbadan dua itupun masih setia tertidur dengan wajahnya yang tampak sangat kelelahan.


Disebuah sofa yang berada dipojok kamar tersebut, Irsyad tengah menyeruput minuman hangatnya pagi itu. Dengan tatapan matanya yang ia arahkan ke wajah cantik dengan mata yang masih tertutup rapat itu, merasa sedikit puas dengan aksinya semalam yang menyalurkan perasaan marah dan kesalnya siang kemarin karena melihat Arcelia dan Richard yang pergi untuk makan siang bersama.


Ya, tindakannya semalam secara sadar ataupun tidak itu memang dipicu oleh amarah dan rasa cemburu yang tetap berusaha ia sangkal itu, untuk menyalurkan dan mengekspresikan segala perasaan yang selama ini ia pendam itu. Dia merasa sesak juga benci secara bersamaan, ketika harus melihat wanita yang sedang mengandung anaknya itu bersama pria lain terlebih itu Richard yang selalu saja membuatnya merasa was-was.


Dan dengan apa yang dilakukannya semalam seakan kembali menegaskan, sekaligus menyakinkan dirinya bahwa Arcelia memang benar-benar miliknya. Kejadian semalam seolah Irsyad sedang kembali mengklaim dan menandai Arcelia jika dirinya lah pemilik tubuh indah yang kini sudah semakin terlihat berisi itu. Dia lega dan kembali merasa tenang setelahnya, apalagi ketika tadi ia terbangun dan langsung disuguhi dengan pemandangan indah ciptaan Tuhan itu.

__ADS_1


Kini dengan perasaan sedikit bersalah karena telah membuat wanitanya itu kelelahan dengan sedemikian rupanya itu, ia melangkah mendekatinya. Mendudukkan diri ditepi ranjang, sangat dekat dengan posisi Arcelia yang sedang terbaring, tangannya perlahan terulur merapihkan anak rambut milik Arcelia yang terurai menutupi sebagian wajahnya.


Cantik dan menggemaskan, dua kata yang sangat cocok untuk menggambarkan wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu itu.


" Kasihan sekali, kau pasti sangat lelah'kan? " Gumam Irsyad pelan seraya menelusuri bentuk dan lekuk wajah Arcelia dengan jari jemarinya.


Dielus dan ditepuknya pipi yang mulai terlihat sedikit chubby itu perlahan, berupaya membuat sosok cantik itu agar terbangun. Karena pagi yang mulai beranjak semakin menuju siang, hingga Irsyad pun memilih untuk membangunkannya, mengingat Arcelia pasti akan kelaparan nanti jika sampai melewatkan sarapan paginya, apalagi setelah melalui malam yang begitu melelahkan-nya. Dan terlebih lagi anak mereka pasti akan berontak didalam sana karena terlambat diberikan asupan.


" Euugggh.. " Suara lenguhan pun terdengar dengan diikuti kelopak mata yang terlihat mulai bergerak-gerak, tertanda sang pemilik akan segera membuka matanya.


Ditatapnya pria yang ada disampingnya itu dengan sangat sinis dan tatapan penuh permusuhan, menggambarkan betapa ia kesal dan tak terima dengan perlakuan laki-laki itu padanya tadi malam. Disaat dirinya sudah berteriak dan bahkan memohon untuk Irsyad menghentikan permainannya semalam, karena jujur saja ia sudah sangat kelelahan dan kewalahan untuk meladeni Irsyad. Namun, dengan egoisnya pria itu tidak mendengarnya justru malah semakin semangat menggempurnya, hingga berakhir membuatnya terkapar kelelahan seperti pagi ini.


" Gila kau yaa, apa kau mau membunuhku dan anakmu semalam, hah?! " Ucapnya dengan tubuh yang lemas dan terasa kaku, ia mengutarakan betapa kesal dan jengkelnya dia ketika mengingat adegan semalam.

__ADS_1


" Kau tahu, aku hampir saja mati karena kelelahan oleh ulah gila-mu itu. Sebenarnya kau itu makan apa sih semalam? Benar-benar keterlaluan, bagaimana jika dia kenapa-kenapa nanti? " Cecar Arcelia lagi karena kekesalannya yang begitu besar.


Ternyata dia sudah kembali bertenaga yaa..sehingga sudah bisa kembali mengomel seperti ini, pikir Irsyad. Setidaknya kini Irsyad bisa sedikit bernapas lega, melihat istrinya itu kembali mengomel.


" Hah.. Melihat Arcelia sudah seperti ini, setidaknya aku tidak perlu lagi merasa khawatir dan terlalu merasa bersalah. Dia terlihat cukup baik-baik saja sekarang. " Batin Irsyad yang sejak tadi memang mengkhawatirkan dengan keadaan Arcelia terlebih kandungannya, takut perbuatannya semalam yang tak terkontrol itu berakibat buruk pada anak dan istrinya.


......................


Sertakan selalu


Like


Komen

__ADS_1


Vote dan


Hadiahnya yaa🤗😘😘


__ADS_2