
" Tapi kau sudah merasa baik-baik saja kan? " Ucap Irsyad enteng, tangannya ia ulurkan kearah perut Arcelia yang kini sudah terlihat sedikit membulat itu. Dia elus perlahan seolah tengah mencari keyakinan bahwa nyawa yang ada didalam sana memang sedang dalam keadaan baik.
" Enak sekali kau bicara! Hanya karena aku tidak mengeluhkan sakit, bukan berarti aku baik-baik saja tahu! " Ketus Arcelia seraya menepis tangan Irsyad yang berada diperutnya itu kasar, ya walaupun sejujurnya ia nyaman dan menikmati usapan tangan Irsyad itu.
Tanpa ada niatan menanggapi cuap-cuap kekesalan Arcelia tersebut, Irsyad justru meraih segelas air yang berada di atas nakas untuk dia memberikan pada Arcelia. Sembari menunggu Arcelia terbangun, tadi Irsyad memang sudah meminta Mbok Yem membawakan minum dan sarapan pagi mereka ke kamar agar begitu Arcelia bangun dia bisa langsung menyantap asupan paginya itu.
" Ini, minumlah dulu! " Ucapnya singkat seraya menyodorkan gelas tersebut pada Arcelia.
" Cih, jangan berusaha mengalihkan ku! Kau itu yaa.. " Karena semakin dibuat kesal, seketika Arcelia pun berniat untuk bangkit dari pembaringannya, sebelumnya akhirnya tindakan tergesanya itu terhenti ketika merasai tubuhnya yang seakan remuk redam dan terasa sangat sakit ketika ia coba untuk menggerakkannya.
" Aduh.. Aw..aw.. " Keluhnya dengan reflek kembali memposisikan tubuhnya seperti semula. Tubuhnya terasa ngilu dan sulit sekali untuk bisa ia gerakan, bahkan rasa pegal dapat ia rasakan hampir di seluruh bagian tubuhnya.
" Hei.. Apa yang kau lakukan! Bergerak secara perlahan saja. " Tegur Irsyad spontan karena terkejut dengan gerakan cepat dan pekik kesakitan Arcelia itu.
" Sikapmu ini bisa saja membahayakannya, jangan lupakan kalau sekarang kau itu tidak sendiri. " Lanjutnya dan kemudian bergeser semakin mendekatkan diri pada Arcelia, berniat untuk membantunya bangun.
" Dan jangan lupakan juga, karena ulah siapa semua ini terjadi! Shhtt.. " Tandas Arcelia menyindir Irsyad seraya tetap menerima uluran dan bantuan Irsyad meski dengan sedikit meringis merasakan sakit.
" Sekarang coba kau gerakan tubuhmu perlahan! Lakukan perenggangan seperti ini, agar tubuhmu terasa jauh lebih segar!" Pinta Irsyad setelah berhasil membuat Arcelia duduk bersandar di ranjang, lalu memberikan beberapa contoh gerakan yang bermanfaat untuk merilekskan dan merenggangkan otot-otot tubuh.
__ADS_1
" Aw.. Ah, aku tidak mau! Biarkan saja aku seperti ini, nanti juga akan hilang dengan sendirinya. " Ujar Arcelia yang justru malah merasakan sakit ketika meniru apa yang Irsyad lakukan, hingga dia memilih untuk menyerah begitu saja.
" Ck, baru segitu saja kau menyerah. Coba lakukan lagi dengan lebih perlahan! " Decak Irsyad meraih tangan Arcelia dan membimbingnya dengan mulai menggerak-gerakan tangan dan tubuh Arcelia ke kiri dan ke kanan dengan perlahan.
" Hei.. Aw..aw..aw pelan-pelan Irsyad, kau membuatku kesakitan! " Protes Arcelia hingga tak lama kemudian dia pun berteriak dengan lebih keras lagi, bersamaan dengan suara Krekk yang berasal dari tubuhnya itu berbunyi sebanyak dua kali.
" Bagiamana apa sudah lebih enakan? " Tanya Irsyad dengan mengamati raut Arcelia yang terlihat sudah lebih lega.
Arcelia pun menganggukinya kecil seraya bergumam " Hmm..lumayan." Terlalu gengsi rasanya jika dia harus mengakuinya secara gamblang pada Irsyad, karena ternyata benar yang dikatakan Irsyad terbukti kini tubuhnya sudah terasa lebih ringan dan tak terlalu kaku lagi.
Krukk
" Baiklah, lebih baik sekarang kau makan dulu. Mau ku bawakan kesini, atau kau mau memakannya di sofa? " Tanya Irsyad yang sontak saja membuat wajah Arcelia semakin merah padam setelah sebelumnya mati-matian menahan malu.
" Di sofa saja, tapi bantu aku untuk ke sana! " Balas Arcelia setelah menapakkan kedua kakinya dilantai, namun kedua lututnya masih terasa begitu lemas hingga Arcelia rasa ia tidak akan mampu untuk bisa berjalan sendiri kearah sofa.
" Kemari lah biar ku bantu! " Irsyad yang tampaknya mengerti pun langsung memapah Arcelia tanpa perlu menanyakan lagi alasannya.
Sesampainya di sofa Arcelia dibuat begitu tergiur dengan menu makanan didepannya yang nampak begitu lezat dan enak dimatanya, bahkan bukan hanya ada satu menu masakan saja di sana. Terhidang beberapa menu kesukaannya yang akhir-akhir ini selalu ia minta dibuatkan pada Mbok Yem, dan hal itu membuat Arcelia terus meneguk salivanya tertanda sudah tak sabar untuk segera melahapnya.
__ADS_1
Tak menunggu lama lagi Arcelia pun sudah mulai melahap dan memakan makanannya dengan begitu lahap, seakan dirinya tidak diberi makan sejak kemarin. Irsyad sendiri pun hanya menatapnya saja, tak berniat menegur atau mengganggu acara makan paginya itu. Sepertinya dia juga sadar diri, jika akibat ulahnya lah yang membuat Arcelia begitu kelaparan dan membutuhkan asupan untuk membuatnya kembali bertenaga.
" Hari ini kau tidak usah dulu pergi ke kantor, aku sudah memberitahu Devin tentang hal ini. Kau istirahat saja di rumah! " Beritahu Irsyad yang memang sudah menghubungi Devin sebelumnya, memberitahunya jika Arcelia absen hari ini dan memintanya untuk mengatur ulang semua agenda istrinya itu.
" Ya, tentu saja. Lagipula siapa juga yang akan pergi bekerja dengan tubuh remuk seperti ini! " Sahut Arcelia menatap Irsyad kesal, setelah dirinya kenyang dan menyudahi sarapan paginya itu.
" Aaah.. Lagi-lagi kau mengacaukan pekerjaanku! " Lagi Arcelia berucap ketika teringat akan kegiatan-kegiatan apa saja yang seharusnya ia hadapi hari ini.
" Ck, sudah tak perlu kau pikirkan itu dulu. " Ujar Irsyad seraya bangkit untuk menyiapkan air hangat untuk istrinya itu mandi.
" Cih, kau memang selalu menganggap enteng semua permasalahan ku! " Balas Arcelia sengaja dia buat agak keras agar Irsyad yang terlihat memasuki kamar mandi itupun mendengarnya.
Dan sebenarnya tujuan Irsyad menghubungi Devin tadi pun bukan hanya untuk memberitahukan tentang itu saja, melainkan memintanya bahkan menekannya agar mau selalu menginfokan segala kegiatan Arcelia padanya, apalagi mengenai pertemuan dan kerja sama Arcelia dengan Richard. Dia merasa harus tahu dan lebih waspada saja mulai kali ini.
......................
Aku mau liat dong, seberapa antusias kalian dengan novel ini😍 dan boleh kah kalian menunjukannya di kolom komentar⤵️?
Gak bosan-bosannya juga aku minta Like, Vote dan dukungan kalian juga ya readers karena memang sepenting itu dukungan dan keberadaan kalian untuk aku. Love you all💖😘😘
__ADS_1
See you🥰