Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
27. Pergi keluar


__ADS_3

" Benarkah?! Padahal tante kira kamu itu sedang hamil lho, kamu terlihat lebih berisi sekarang! " Timpal yang lainnya lagi yang bermaksud menggoda Arcelia, namun nyatanya ditanggapi serius oleh Arcelia yang memang tengah dilanda kepanikan itu.


" Ah benarkah itu? Apa benar sekarang aku gemukan, apa jangan-jangan.. " Gelisah Arcelia dalam hati, namun tetap kelihatan dimata para tante rumpinya itu.


Tiba-tiba ruangan itu menjadi riuh dengan suara tawa, mereka terlihat sangat terhibur dengan wajah panik dan terkejut keponakannya itu. Ah, kenapa menggemaskan sekali keponakan cantiknya ini kira-kira begitulah tanggapan mereka pada Arcelia.


" Aahhahaha.. Tidak, tidak sayang tante hanya bercanda tadi. Kamu tidak perlu panik begitu, kamu tidak gemuk kok tetap cantik dan langsing. Benarkan Syad? " Ujar salah satu dari mereka dengan meminta pendapat Irsyad untuk meyakinkan istrinya itu.


Irsyad yang sejak tadi hanya duduk dan diam tidak ingin ikut dalam pembicaraan itu, hanya memainkan ponselnya sesekali dan mengobrol menimpali ucapan sepupunya itupun mendongkak kemudian memberikan senyuman tipisnya.


" Ya, tante memang benar sekali. Lihat, saking kurusnya dia sudah terlihat seperti manusia lidi. " Seloroh Irsyad dengan tanpa dosa mengejek istrinya sendiri didepan keluarga besarnya.


Heh! Arcelia hanya mendengus seraya mendelikan matanya mendengar penuturan Irsyad, berbeda dengan yang lain yang malah cekikikan melihat interaksi pasangan muda itu.


" Hus! Irsyad kamu jangan mulai. " Peringat Lidya yang langsung memasang rambu-rambu diantara anak dan menantunya itu. Dia tidak ingin kalau mereka sampai cekcok dan berkelahi di situasi seperti ini.


Aah.. Andai saja mereka tahu, bukan masalah gemuk yang sedang dikhawatirkan oleh Arcelia saat ini. Pikiran yang berkecamuk dengan dada yang tak hentinya terus berdebar, segala pikiran buruk kini tengah menghinggapinya kepalanya. Menyurutkan kesadaran yang berusaha ia jaga sejak tadi, ketakutan yang semakin menjadi ini semakin membuatnya sesak dan tersiksa.


Arcelia duduk dengan terlihat gelisah, menyerongkan kakinya ke kiri lalu sebentar-sebentar mengubahnya ke sisi kanan. Dengan terus bergumam kecil dan bertanya-tanya dalam hati 'kapan ini selesai', 'sampai kapan acara ini akan menahannya', 'aku ingin keluar', 'aku harus segera pergi ke suatu tempat'.

__ADS_1


Seperti itu terus, hingga akhirnya waktu yang dinanti-nantinya itupun tiba. Setelah makan malam selesai dan hari merangkak semakin malam, acara pun selesai dengan pamitnya satu persatu para tamu undangan itu.


" Hah.. Akhirnya.. " Gumam Arcelia lega, bukan dia tidak senang jika mereka berlama-lama di sini, dia suka dan sangat terhibur dengan keberadaan mereka. Sebuah keluarga yang selama ini tidak ia dapatkan, kehangatan keluarga yang tanpa ia sadari selama ini sangat ia rindukan.


Ya, wajar saja selama ini dia hanya hidup sendiri menyibukkan diri dengan segala keruwetan goals, prestasi, pencapaian, pekerjaan dan hal-hal duniawi lainnya. Hanya Daddy-nyalah yang menjadi satu-satunya sumber kehangatannya, itupun dapat ia dapatkan disisa-sisa kesibukan mereka masing-masing.


Dan sekarang yang harus Arcelia pikirkan adalah alasan apa yang akan ia gunakan untuk bisa keluar tanpa membuat orang rumah curiga padanya.


" Bun, aku keluar dulu sebentar ya ada yang perlu Lia beli soalnya. " Izin Arcelia setelah dirasa itu adalah alasan yang paling tepat untuknya.


" Kemana? Ini sudah larut Lia, diantar Irsyad aja ya Bunda khawatir kamu pergi sendiri. " Ujar Lidya merasa berat membiarkan Arcelia keluar dihari yang semakin menggelap ini.


" Tidak perlu Bun, dekat kok cuma ke minimarket. Lia janji deh gak akan lama. " Bujuk Arcelia setelah sebelumnya menolak dengan cepat tawaran mertuanya itu.


°°°°°


Disini Arcelia sekarang, setelah menempuh perjalanan dengan hati yang berdebar dan kegelisahan yang tak berkurang sedikit pun itu kini dia sudah berada disalah satu apotik terdekat dari rumah mertuanya.


Ya, dia memutuskan untuk lebih baik ke apotik dan membeli pil penunda kehamilan darurat itu sebelum semua terlambat dan hal yang tak diinginkannya itu terjadi.

__ADS_1


Terlihat kini dia tengah berbincang dan mengajukan beberapa pertanyaan pada salah satu apoteker di sana, terkadang wajah khawatir, penasaran bahkan ekspresi terkejut pun terlihat menghiasi wajah cantiknya itu bergantian.


" Lalu sebaiknya saya harus bagaimana sekarang Mbak? " Tanya Arcelia lagi setelah sebelumnya dia sudah banyak bertanya dan tadi mendengar pemaparan apoteker tersebut.


" Dari cerita Mbak tadi, ada baiknya jika Mbak periksakan diri dulu ke dokter obgyn karena dikhawatirkan sekarang sudah ada janin di rahim Mbak. Dan tentu saja itu akan mengakibatkan hal yang kurang baik, jika Mbak tetap memaksa meminum pil tersebut. Mengingat Mbak dan suami sudah melakukannya beberapa pekan yang lalu bukan? Sedangkan pil kb darurat hanya dapat bekerja dan melakukan pencegahan setelah maximal 5 hari dari hari Mbak dan suami baru selesai melakukan hubungan. " Jelas Apoteker itu lagi dan tentu saja hal itu membuat Arcelia semakin cemas dan ketar-ketir sekarang.


" Dan tadi Mbak juga bilang kalau Mbak belum datang bulan setelah hari itu, bukan? " Tambah apoteker itu lagi, namun kali ini segera disanggah oleh Arcelia.


" Iya, tapi mengenai datang bulan, tamu bulanan saya memang sering kali terlambat entah itu karena kelelahan atau stress bekerja. Beberapa bulan lalu saya juga sudah pernah membicarakan hal ini dengan dokter saya, dan dia menyarankan agar saya tidak stress berlebihan dan meminta untuk mengubah pola hidup saya karena memang saja suka lupa waktu hehe " Ujar Arcelia berusaha menepis praduga apoteker itu dengan hasil diagnosa dokter obgynnya beberapa bulan terakhir.


Ya, memang benar Arcelia memiliki permasalahan pada siklus menstruasinya itu, beberapa bulan yang lalu dia bahkan sempat didiagnosis menderita Amenorrhea sekunder. Sebuah penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pola hidup yang buruk dan tingkat stres yang tinggi, dan Arcelia memang memiliki semua itu dimana dia selalu kurang beristirahat dan selalu mengesampingkan kesehatan tubuhnya.


Tapi terlepas dari semua itu, kini dia sudah mulai mengubah kebiasaan buruknya itu. Ya setidaknya hidupnya yang saat ini semerawut itu jauh lebih baik dari kehidupannya sebelumnya, dia juga sudah mematuhi saran dari dokter dan rajin berkonsultasi setiap bulannya hingga penyakitnya itu kini mulai mereda.


" Iya Mbak, namun jika boleh saya menyarankan akan jauh lebih baik hasilnya nanti jika Mbak sudah mengkonsultasikannya dengan dokter Mbak tersebut. Karena jika sampai dugaan saya itu benar dan Mbak tetap meminum pilnya, kemungkinan terburuk yang akan terjadi Mbak akan mengalami keguguran atau paling tidak janin yang Mbak lahirkan bisa saja memiliki kelainan. " Ujar apoteker itu membuat Arcelia tersentak kaget sekaligus merinding membayangkannya.


" Aaaa.. Kenapa jadi rumit begini sih?! " Pekiknya dalam hati dengan rasa takut dan kebimbangan yang semakin menjadi.


......................

__ADS_1


Hallo pembaca yang budiman👋🤭


Ceritanya makin seru aja nih, untuk itu.. Yuk terus berikan dukungan terbaik kalian dan berikan selalu Like dan komentar positif kalian di setiap chapternya yaaa😘😘😘


__ADS_2