
" Hei bro, apa kabar? Dah lama nih gak ada kabarnya, ngilang kemana lu? " Ujar salah satu teman Irsyad karena memang semenjak pertengahan kuliah mereka kehilangan kontak dan tidak pernah saling bertemu lagi.
" Ah gue ada lah, justru lu pada yang kemana? Gue cariin, eh pada kompakan ngilang semua. Gue kira kalian sengaja ngindarin gue! " Jawab Irsyad dengan sengaja sedikit menyisipkan sindirannya, walaupun kata-katanya itu tidak serius.
" Jelas-jelas elu yang gak ada kabar, kita dari dulu gini-gini tuh. Cuman elu aja yang gak ada dan ngilang! " Balas mereka tak mau kalah dan dituduh seperti itu oleh Irsyad.
" Udah sih, udah gak penting juga kenapa pada diributin sih! " Seru pria berbadan gempal itu menengahi. " Daripada bahas itu, mending dengerin nih. Gue punya beritahu heboh dan menggemparkan, yang pastinya bakal buat lu pada shock dan gak akan percaya! " Tambah pria bernama Tio itu lagi.
Dia melirik Irsyad dan memberinya senyuman penuh kepuasaan. Karena akhirnya ia bisa membagi berita yang sempat membuatnya heboh dan menganga tak percaya itu kepada para teman seangkatannya sekarang. Dapat dia pastikan, reaksi mereka pun tidak akan kalah shock dari dirinya waktu itu.
" Wah.. apa tuh, apaan?!! " Tanya mereka menjadi teralihkan dan dibuat penasaran apalagi melihat banyak mana binar dan antusiasnya wajah seorang Tio saat ini.
Irsyad yang melihat itu jelas saja hanya bisa menghela napas dan pasrah saja menjadi pendengar. Dia sudah dapat menebak akan seperti apa akhir dari semua ini nanti.
Beberapa hari ini entah kenapa dengan nasibnya itu, selepas kemarin dia berhasil lolos dari gempuran yang satu, kini dia harus kembali bersiap mendapat gempuran yang sepertinya tidak akan lagi bisa selamat dan menemukan jalan untuk bisa lepas.
" Ck! Emang benar-benar si Tio ini, gak ada apa pembahasan lain. Soal ini terus yang dibahasnya itu! " Gerutu Irsyad yang hanya bisa ia pendam dalam hati, menatap pria yang telah memulai ceritanya itu dengan datar dan ekspresi tak berminat.
Sebenarnya bukan Irsyad tidak suka membahas hubungannya dengan Arcelia, apalagi sampai malu dan tak mau mengakui pernikahan mereka. Hanya saja dia malas jika sudah harus meladeni segala pertanyaan dan keheranan mereka, belum lagi mereka pasti tidak akan membiarkan kesempatan untuk bisa meledek dirinya berlalu begitu saja.
__ADS_1
Irsyad sih tak heran, jika mereka akan begitu terkejut dan tak menyangka nantinya. Karena dia sendiri sadar akan begitu rumit dan tak terduganya hubungannya bersama Arcelia sekarang. Mulai dari permusuhan, percekcokan dan segala ketidakcocokan mereka sejak dulu membuatnya memiliki sebuah hubungan yang serius seperti saat ini.
Terkadang Irsyad sendiri juga masih bingung untuk mencerna semuanya, hingga akhirnya memilih berdamai dan menerima saja karena mungkin ini semua memang yang sudah dituliskan oleh takdir untuk dirinya dan Arcelia.
Haah.. Sudahlah, sekarang terima saja apa yang akan mereka katakan Syad. Tak ada gunanya juga terus mengelak dan menghindar, justru semakin dirinya menutup-nutupi akan semakin gencar dan penasaran juga mereka nantinya. Lebih baik selesaikan sekarang, dan kedepannya mereka pun pasti akan menerima dan mengerti dengan sendirinya. Bahwa semua ini memang pilihan takdir.
" Wah beneran Syad? Kapan nikahnya? Selamat yaa gue ikut seneng, dengernya! " Seru seseorang memberikan selamat kepada Irsyad, setelah sebelumnya mendengarkan cerita yang belum rampung dan terburu kepotong dengan ucapan-ucapan selamat yang seketika itu menyerbu Irsyad.
Ucapan selamat itupun bersambung menjadi sebuah cerita-cerita kecil, tentang kehidupan mereka masing-masing yang menyatakan bahwa diantara mereka pun sudah ada beberapa yang sudah menikah bahkan memiliki anak, ada juga yang meminta didoakan agar segera menyusul mereka yang sudah bahagia dengan pernikahannya masing-masing.
Pria bernama Tio itu pun menghela napas, belum juga dirinya selesai bicara sudah main potong saja mereka.
" Sama siapa emang? Kok keliatannya lu heboh banget gitu! " Timpal yang satu mereka heran dengan tingkah Tio yang terkesan menggebu-gebu itu.
" Iya, sama siapa emang? Anak presiden? Atau cucu buyutnya ratu Elizabelt ? " Tambah yang lainnya yang seketika disambut gelak tawa oleh yang lain, suasana kembali riuh sebelum akhirnya Tio meminta kembali tenang dan melanjutkan lagi ucapannya.
" Duh bro.. Justru ini lebih parah lagi! Kalian tentu masih ingat bukan, dengan seorang gadis yang selalu bermasalah dengan Irsyad dulu? Yap! Tebakan kalian tepat sekali, ya dialah yang sudah Irsyad nikahi itu. " Ujar Tio dengan ekspresi puas ketika teman-temannya itu sudah mulai menangkap kemana maksud ucapannya itu.
" Gila! Jangan bercanda lu Yo. Arcelia?! Gak, gak, gak mungkin! Itu terlalu mustahil Men. " Sanggah salah satu dari mereka, merasa benar-benar tak percaya dan tak menyangka. Tak jauh berbeda dengan yang lain yang juga mengeluarkan kata-kata yang hampir sama, sama tidak percayanya dan menapik ucapan Tio barusan.
__ADS_1
" Syad, bener? Lu beneran sama si Lia? " HIngga akhirnya pertanyaan itu diluncurkan untuk Irsyad, meminta konfirmasi langsung dari yang bersangkutan rasanya akan jauh lebih terjamin dan akurat.
Semua hening, menanti kalimat yang akan Irsyad lontarkan untuk menjawab rasa penasaran mereka sudah menggebu itu.
" Hmm.. itu memang benar, gue udah nikah sama dia sekitar hampir satu tahun ini. " Sahut Irsyad dengan enteng, tanpa mau tahu dan melihat penasaran mereka yang seketika itu berubah menjadi wajah-wajah shock dan tercengang.
Bahkan ada beberapa yang bersorak seraya menggeleng tak percaya, saking terlalu mengejutkannya berita itu bagi mereka. Sisanya hanya raut-raut cengo yang masih berusaha mencerna dan mempercayai hal itu, ya bagaimana tidak begitu sedangkan merekalah yang paling tahu akan karakter dua orang tersebut yang sangat bertolak belakang itu.
Mendengar fakta ini, mereka menjadi percaya dan menyakini sebuah kalimat klise yang menyatakan jika kebencian yang teramat bisa menghantarkan seseorang pada rasa cinta dan begitu pula sebaliknya. Mungkin itu jugalah yang terjadi pada sobatnya ini, memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Ah.. Kenapa aku jadi merinding begini sih, mengingat itu. Gumam seseorang yang bergidik ngeri dan segera membangunkan dirinya dari lamunannya itu.
" Syad, ini lu bener kan? Lu beneran nikahin Arcelia?! " Mereka masih belum percaya dan ingin kembali memastikannya lagi.
" Iya emang bener, kenapa emangnya? " Sahut Irsyad mencoba bersikap biasanya saja seolah tidak pernah tahu akan keterkejutan teman-temannya itu, sebenarnya dia sudah tak ingin menanggapi segala pertanyaan mereka yang sejak tadi itu saja yang mereka bahas. Terus berputar dan membosankan menurutnya.
" Gila! Bagaimana bisa? Bagaimana lu sampai nikah sama dia, bukannya kalian itu musuhan ya.. Dah kaya Tom and Jerry aja justru kalau ketemu. " Pekikan yang menyerupai kekagetan dan sangkalan itu lagi-lagi kembali lolos dan tentu saja Irsyad sudah sangat jengah untuk mendengarnya.
" Ya begitulah, nama juga kan jodoh. Gak ada yang tahu soal begituan! " Sahut Irsyad akhirnya, dia berharap jawabannya itu mampu membuat mereka berhenti menanyainya.
......................
__ADS_1
Like nya tolong tinggalkan dibawah yaaa❤