Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
47. Mendaki


__ADS_3

Setelah selama lima hari sibuk mengurusi urusan pekerjaannya dan akhirnya hari ini ia bisa merampungkan pekerjaannya itu. Kini disebuah kafe yang cukup ramai pengunjungnya, Irsyad beserta teman-temannya sedang membicarakan dan merencanakan tentang kepergian mereka untuk mendaki salah satu gunung di sana. Dan rencananya mereka akan mulai mendakinya besok.


Dengan penuh semangat dan ditemani oleh gemerlap malam yang mana semakin malam justru kafe tersebut semakin ramai dan riuh dengan pengunjung. Irsyad bersama teman sekumpulan-nya semakin larut saja dengan pembahasan mereka, asik mengobrol hingga pembahasan merembet kemana-mana. Dengan diselingi gurauan mereka saling bercerita dan sekarang tiba-tiba saja Irsyad lah yang menjadi sorotan dan bahan yang mereka jadikan pembahasan.


" Lu tahu, gue masih belum percaya aja kalau lu bener-bener udah jadi sama Arcelia. Secara dulu kan hubungan lu pada kacau banget kan, kok bisa sih? Cerita dong gimana awal mulanya? " Celetuk salah satu pria dengan tubuh sedikit gempal itu, kebetulan diantara yang lain dia salah satu teman Irsyad yang satu SMA dengan Irsyad dan Arcelia.


Dan entah mengapa tiba-tiba dia teringat akan hubungan pasutri itu dan ingin menanyakan kisahnya mereka hingga bisa menikah bahkan hampir akan memiliki seorang anak sekarang. Dulu waktu dia diberitahu dan diundang untuk menghadiri cara pernikahan mereka, jelas dia tidak percaya dan malah dialah yang paling depan menertawakan ketika mungkinan itu.


Sampai pada akhirnya mau tidak mau dia pun percaya dan tentu dibuat melongo, karena ternyata sahabatnya itu tidak sedang membual, dia benar-benar menikahi gadis angkuh dan menyebalkan yang selama ini sudah menjadi musuh bebuyutannya itu. Tentu dia hapal, dia adalah salah satu saksi hidup tentang bagaimana permusuhan mereka itu berlangsung, satu sekolah pun bahkan tahu seperti apa bobroknya hubungan mereka itu.


" Bener tuh, buruan cerita Syad! Gue juga penasaran nih. " Sahut satunya lagi menimpali, meski dia tidak satu almamater saat SMA dengan mereka. Tapi dia cukup tahu dari mendengar penggalan-penggalan kisah permusuhan sampai pernikahan Irsyad dan istrinya itu. Dan tak dipungkiri jika dia juga penasaran dan ingin mendengar ceritanya lebih banyak lagi.


" Ck, apaan sih! Gak penting itu, udahlah mending bahas yang lain aja. " Pungkas Irsyad terlihat sangat tak berminat untuk membahas persoalan tersebut, terlebih dia malas jika harus membahas awal mula ia sampai bisa menikahi Arcelia. Sebuah alasan gila, yang bermula dari terusiknya ego seorang laki-laki.


Tidak, ia tidak akan pernah mengatakan alasan sebenarnya ia menikahi Arcelia pada teman-temannya ini. Bisa-bisa ia akan diledek habis-habisan dan menjadi bulan-bulan mereka yang entah akan sampai kapan, karena dia yakin hal ini pasti akan membuat mereka sangat riuh dan bersemangat untuk menjadikannya sebagai bahan gurauan.

__ADS_1


" Ah ayolah Syad, masa lu gak cerita sih sama kita-kita. Lu tahu lah, kita bisa kok jaga rahasia lu. Jadi buruan cerita dong! " Desak mereka yang langsung diangguki oleh yang lainnya.


" Iya, lagian cerita doang juga. " Yang lain ikut menimpali ketika melihat Irsyad masih enggan bersuara dan memulai ceritanya.


" Sekali-kali lu ajak juga dia nongkrong dong bareng kita-kita kayak gini, kenalin napa bini lu itu sama kita. Lu tenang aja, nanti gue juga bakal ajak bini gue deh kalau bini lu ikut! " Ucap salah satu teman Irsyad yang sejak tadi diam mendengarkan dan hanya mengangguk mengiyakan perkataan teman-temannya tadi.


" Iya tuh bener, gue juga deh. Gue bakalan ajak bini sekalian anak gue juga, kalau bini lu bener ikutan nongkrong sama kita. " Sahut yang lainnya dengan semangat, seperti yang lain dia juga sangat penasaran dan ingin melihat secara langsung bagaimana istri dari sahabat mereka itu.


" Huftt.. Lagipula mana mungkin sih, Arcelia akan mau aku ajak kumpul-kumpul begini. Ck, benar-benar mustahil! " Gumam Irsyad dalam hati sudah dapat membayangkan akan seperti apa reaksi dan jawaban Arcelia nanti ketika dia mengutarakan keinginan teman-temannya ini.


Mengingat hal itu, seketika topik pembicaraan mengenai istri Irsyad itu teralihkan menjadi sebuah ledekan dan sindiran-sindiran kecil yang disertai gurauan.


" Eh,eh.. Tapi gak tahu sih yang itu mau bawa yang siapa, apalagi katanya sih tadi lagi marahan sama ceweknya! " Celetukan yang memang disengaja ditujukan pada si pria lajang satu-satunya di sana. Entah, diantara yang lain yang sudah menikah dan memiliki seorang anak, pria itu justru masih terlihat santai menjalani hidupnya itu. Menanggapi ledekan teman-teman l*knatnya itu dengan sangat tenang.


Melihat hal itu akhirnya Irsyad bisa bernapas dengan lega dan terbebas tanpa harus menyahuti ucapan-ucapan teman-temannya itu.

__ADS_1


Alih-alih ikut meledek temannya yang masih membujang itu, Irsyad justru tiba-tiba menjadi teringat akan istrinya yang pasti sudah berada di rumah saat ini. Mendengar teman-teman terus membahas Arcelia, membuat ia jadi terpikirkan akan sosok istrinya itu yang lupa dia hubungi beberapa hari terakhir ini. Namun, melihat jam dilayar ponselnya membuat dia urung untuk mengubungi Arcelia, dia berpikir Arcelia pasti sudah tertidur di jam itu.


°°°°°


Keesokan harinya seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, mereka pun akhirnya pergi untuk mendaki hari itu. Dengan suka cita dan seperti biasa yang selalu diiringi dengan gurauan dan keseruan mereka, nampak di sana pun sudah ada banyak para pendaki lain yang sama halnya dengan mereka yang ingin menjajal dan menikmati keindahan alam yang tersaji di sana.


Selain menyukai keindahan alam dan menikmati cantiknya panorama ciptaan Sang Pencipta, hal ini jugalah yang disukai oleh Irsyad. Dapat berjumpa dan berkenalan dengan sejumlah orang baru yang tentunya akan mengukir sebuah cerita yang berbeda-beda nantinya.


Karena bagi Irsyad setiap orang itu memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing, terlepas seperti apapun latar belakang mereka dalam kehidupannya. Apalagi jika sudah mengenai pengalaman dan perjalanan kehidupan mereka, jujur saja Irsyad sangat menyukai hal ini. Dari sana ia banyak sekali mendapatkan sebuah pembelajaran, mengulik dan mempelajari berbagai pemikiran dan sudut pandang yang beraneka ragam.


Nampaknya acara mendaki kali ini akan sedikit berbeda bagi Irsyad, karena tanpa diduga ternyata salah satu kelompok pendaki di sana adalah teman-teman satu angkatannya sewaktu SMA. Ya, mereka dulu merupakan satu komunitas pendaki gunung di sekolahnya karena memang sudah sejak dulu Irsyad sangat menyenangi kegiatannya yang satu ini.


Bersamaan dengan Irsyad yang akan menghampiri dan menyapa mereka, salah satu dari mereka pun menyadari kehadiran Irsyad dan akhirnya terjadilah acara reuni yang tak disangka-sangka itu. Tak lupa Irsyad pun mengenalkan mereka pada teman-temannya yang lain yang memang belum saling mengenal dan bertemu sebelumnya.


......................

__ADS_1


Sertakan aja Likenya ya.. kalau misalnya bingung mau pada komen apa☺


__ADS_2