
Disisi lain Arcelia jadi merasa tak enak hati, atas semua perlakuan yang Richard berikan untuknya. Dia merasa sikap Richard sudah terlalu berlebihan padanya, mulai dari sejak dia datang tanpa diminta Richard sudah membukakan pintu mobilnya. Yang dimana hal itu sebenarnya sangat tidak perlu dilakukan, toh dia sendiri masih bisa untuk membukanya.
Belum lagi karena tindakan Richard barusan, membuatnya kini menjadi sorotan banyak mata yang mengira ada sesuatu diantara dirinya dan juga Richard. Jika menjadi pusat perhatian dari orang-orang disekelilingnya, Arcelia sudah terbiasa dengan hal itu dan bukan sesuatu hal yang mengagetkan lagi.
Namun kali ini dalam konteks dan artian yang berbeda, dimana orang-orang melihat dirinya kini adalah pasangan Richard di acara malam hari ini. Dan hal itulah yang membuatnya merasa tidak nyaman.
" Maaf Tuan, sepertinya anda sudah terlalu berlebihan. Saya hanya takut, orang-orang akan salah paham jika anda bersikap seperti ini. " Ucap Arcelia berusaha berucap sehalus mungkin agar tidak menyinggung.
" Berlebihan? Ini bukan berlebihan, tapi Nona memang sangat pantas untuk semua hal ini. Karena memang anda tamu spesial saya pada malam hari ini. " Balas Richard seraya mengecup tangan mulus Arcelia tanpa permisi.
Hingga lagi-lagi membuat Arcelia terkejut dan dengan segera menarik tangannya yang masih ada digenggaman Richard. Arcelia tak habis pikir, kenapa dia yang menjadi tamu spesialnya?
" Jangan begini, tidak baik rasanya dilihat yang lain. " Ujar Arcelia reflek memundurkan dirinya agar lebih berjarak dengan Richard.
Ya, Arcelia akui jika untuk datang kesini dia berusaha untuk tampil lebih baik dan sedikit berbeda dari tampilan dirinya yang biasa. Entahlah karena alasan apa dia melakukannya, yang jelas ia merasa ingin tampil lebih cantik dan menarik. Menggambarkan hatinya yang akhir-akhir ini sedang berbunga-bunga dan dilanda rasa bahagia. Mungkinkah ini efek dari perasaan jatuh cintanya?
Tapi meskipun begitu, dia menyadari jika semua perasaannya saat ini memang sudah tak memiliki kesempatan sedikitpun bahkan dari sejak awal. Hanya saja dia yang memang tidak bisa untuk menepis dan mengendalikan perasaannya saat ini, apalagi jika harus menghilangkannya begitu saja.
Arcelia sadar dengan apa yang dirasakannya saat ini, namun meski seperti itu dia akan berusaha bertingkah seperti biasanya. Dan hanya akan berhubungan dengan Richard selayaknya seorang partner kerja saja, tidak lebih.
__ADS_1
" Ah iya maaf, aku hanya terlalu senang. Terima kasih sudah mau menghadiri undangan ku." Ucap Richard yang kemudian membuka pembicaraan mengenai kerja sama mereka yang akan berlangsung.
Lama mereka berbincang hingga Arcelia pun menyadari jika Devin belum juga terlihat memasuki ruangan, tadi Arcelia memang pergi bersama Devin sebelum akhirnya Arcelia disambut oleh Richard dan Devin yang memarkirkan mobil mereka terlebih dahulu.
Disekitar parkiran.
Devin yang baru selesai memarkirkan mobilnya, tak sengaja berpapasan dengan Irsyad yang terlihat akan meninggalkan tempat tersebut.
" Bukankah itu Tuan Irsyad? Jadi dia juga datang kesini? Lalu kenapa Nona Arcelia tidak pergi bersama dengannya saja kalau begitu?Ck.. Aku benar-benar makin bingung dengan hubungan mereka sebenarnya. " Ucap Devin yang kini dipenuhi berbagai pertanyaan yang membingungkan mengenai hubungan atasannya itu.
Sejauh yang dia tahu, Arcelia dan Irsyad adalah dua orang yang bertolak belakang. Tidak pernah sekalipun dia melihat keduanya akan duduk tenang dan damai ketika sudah dipertemukan. Sebagai orang yang paling dekat dan tahu tentang Arcelia jelas dia sangat hapal betul tentang permusuhan dan persaingan panas diantara kedua orang tersebut.
Namun, betapa terkejutnya dia ketika mendengar kabar bahwa mereka akan menikah kala itu. Meski dengan keheranan dan dipenuhi tanda tanya, akhirnya dia hanya bisa menjalankan tugasnya tanpa mau bertanya dan mengatakan apapun pada atasannya itu. Lagi pula siapa dirinya, hingga harus mengetahui segala hal tentang Nona Arcelia. Kira-kira begitulah, gumamnya pada dirinya sendiri.
°°°°°
" Aaaaaa.. Sial, sial, sial! Kenapa aku jadi kesal begini?! " Ujar Irsyad sambil memukul setirnya beberapa kali, entah kenapa ia jadi emosi dengan apa yang tadi dilihatnya.
Ya, memang dapat dia lihat jika Arcelia hanya bersikap dengan sewajarnya, dan Richard lah yang memperlakukan Arcelia berlebihan bahkan dari tatapan mata Richard dapat Irsyad lihat seperti begitu memuja Arcelia.
__ADS_1
Namun meski begitu, Irsyad bukan orang bodoh yang tak bisa membaca keadaan di sana. Dari cara Arcelia menatap pria itu dapat Irsyad pastikan bahwa Arcelia pun tertarik padanya.
Bahkan tatapan Arcelia tadi adalah sebuah tatapan yang tak pernah Irsyad lihat sebelumnya. Selama dia tahu dan mengenal Arcelia, baru kali inilah dia melihat tatapan itu dari Arcelia.
Dulu bukannya Irsyad tidak tahu bahwa banyak diantara teman-temannya yang menyukai dan menginginkan Arcelia, bahkan secara terang-terangan dan tentu begitu pun dengan Arcelia yang mengetahui hal itu dengan pasti. Namun, tidak pernah ada satu orang pun yang berhasil menggoyahkan dan membuat hati Arcelia tertarik.
Tapi justru kali ini dia dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri, Arcelia nampaknya tengah menyukai seorang pria. Dan seharusnya dia tidak pedulikan? Seharusnya Irsyad bersikap masa bodo saja dengan semua itu, tapi kenapa sekarang dia merasa tak suka dengan kenyataan itu? Kenapa dia benci dan kesal karena hal itu?
" Ck, dia bahkan dengan tidak tahu malunya mau digandeng. Bukan hanya itu, lebih parahnya lagi dia diam saja ketika si Richard itu mencium tangannya. Aaaaaaah sialan!! " Geram Irsyad semakin kesetanan ketika mengingat adegan mesra sepasang kekasih sialan itu.
Ah tidak, tidak, tidak! Bukan sepasang kekasih! Rasanya ia benar-benar tidak akan pernah terima, jika sampai mereka benar menjadi sepasang kekasih. Tapi kenapa? Bukannya dia tak harus memedulikannya? Aahh.. Benar-benar menyebalkan!
" Kurang ajar! Sudah berapa lama sebenarnya mereka saling kenal? " Kembali Irsyad meluapkan kekesalannya, ia tak habis pikir kenapa hubungan mereka bisa sampai sedekat itu jika hanya sebatas rekan kerja.
Dan yah, Irsyad ingat jika Arcelia mengatakan bahwa mereka melakukan penanda tanganan kontrak kerja sama mereka baru beberapa hari yang lalu. Tapi rasanya itu sangat tidak mungkin jika melihat dari interaksi mereka tadi, apa jangan-jangan Arcelia membohonginya?
Irsyad terus saja berspekulasi dengan pikirannya sendiri dengan tanpa henti mengumpat dan berteriak kesal, bahkan kini dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
......................
__ADS_1
Hai.. Kalian masih pada nunggu Arcelia kan di sana? Semoga aja 'iya' sebagai jawabannya.
Cuma mau bilang, sertakan selalu yaa dukungan terbaik kalian. Aku selalu nungguin kok disini🤭