Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
18. Undangan


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar terlihat Arcelia tengah sibuk memoles wajahnya dengan berbagai jenis alat makeup miliknya, kira-kira sudah terhitung hampir 30 menit semenjak dia mendudukkan dirinya didepan meja riasnya itu.


Entah apa yang masih kurang, padahal riasan wajahnya pada malam hari ini sudah nampak sempurna dan dia terlihat begitu cantik layaknya seorang model yang akan melakukan pemotretan.


Jika biasanya dia hanya akan memerlukan 10-15 menit untuk merias wajahnya, dikarenakan alasan tak ingin terlalu membuang-buang waktu hanya untuk hal-hal sepele seperti ini. Namun kali ini nampaknya berbeda, terlihat dari dia yang selalu merasa tidak puas dan merasa ada saja sesuatu yang kurang dari riasan wajahnya itu.


" Ini terlalu tebal tidak ya.. Emm.. Ini juga warna lipstiknya masih kurang terlihat. " Monolognya mengoreksi tampilan dirinya sendiri.


Entah acara seperti apa yang akan Arcelia datangi pada malam hari ini, sehingga membuatnya melakukan segala sesuatunya dengan ekstra. Mulai dari riasan sampai pada gaun malam yang kini sudah menjuntai indah melekat ditubuhnya, sengaja ia buat agak berbeda dari tampilan dirinya yang sudah-sudah.


Hal ini menandakan jika acara ini cukuplah penting dan berarti bagi seorang Arcelia, padahal jika diingat lagi ini hanyalah sebuah undangan biasa dari rekan kerjanya. Yang tentunya, hal seperti ini bukan hal baru lagi baginya. Tapi ada apakah kali ini, hingga membuatnya bersikap seperti itu?


Disisi lain, nampak Irsyad yang juga ternyata sudah siap dan rapih dengan setelan jas semi formalnya. Akan pergi kemana'kah sebenarnya mereka? Dan apakah mereka akan pergi bersama dengan tujuan yang sama?


Melihat Arcelia dengan segala kericuhan-nya, diapun menghampirinya dan tanpa sengaja matanya melihat sesuatu yang tergeletak tak jauh dari tempat Arcelia duduk saat ini.


" Apa kau juga diundang ke acara Tuan Richard malam ini? " Tanya Irsyad ketika melihat undangan yang sama persis seperti yang dia miliki.


" Iya, memangnya kenapa? Eh..tunggu dulu, kenapa kau bisa tahu. Apa kau mengenal Tuan Richard? " Heran Arcelia hingga membuatnya yang sedang sibuk membetulkan riasannya pun terhenti sejenak.


" Atau jangan bilang kalau kau juga diundang? Tapi bagaimana bisa? " Lanjut Arcelia melontarkan tebakannya, meski terlihat sekali kalau dia tidak terima jika sampai tebakannya itu benar.


" Tentu saja aku diundang, aku bahkan sudah mengenalnya bertahun-tahun. Justru yang seharusnya bertanya begitu itu aku, sejak kapan kau mengenalnya? " Tanya balik Irsyad yang merasa aneh dengan Arcelia.


Meski masih sedikit terkejut karena ternyata Irsyad sudah lebih lama mengenal Richard, tapi Arcelia tetap menjawab pertanyaan Irsyad.

__ADS_1


" Kami baru saja menyepakati kontrak kerja beberapa hari lalu, makanya dia mengundangku malam ini. " Sahut Arcelia yang kini sudah beranjak dari duduknya dan mulai meraih tas dan memasukan beberapa barang yang akan dibawanya.


" Tapi ingat ya.. Meski kita sama-sama diundang ke sana, aku tidak akan mau pergi bersama denganmu! " Tambah Arcelia tanpa ingin tahu apapun lagi.


" Siapa juga yang ingin pergi denganmu? Seperti tidak ada kerjaan lain saja, ck..sebagai seorang wanita kau itu terlalu percaya diri! " Dengus Irsyad tak habis pikir dengan cara Arcelia berpikir.


" Ya baguslah kau memang seperti itu, kau juga tidak perlu sok kenal ketika nanti di sana." Ujar Arcelia seraya mengibaskan rambut indahnya kebelakang.


" Cih.. Dasar gila kau, berobat sana! " Sahut Irsyad yang semakin dongkol dengan Arcelia, rasanya ingin sekali ia muntah saat itu juga di sana. Hingga tak menunggu lama lagi, akhirnya diapun memilih melenggang pergi dari sana.


Disepanjang jalan menuju mobilnya Irsyad tak henti-hentinya terus saja menggerutu dan memaki Arcelia.


" Apa tadi dia bilang 'jangan sok kenal' katanya? Heh.. Siapa juga yang sudi menyapanya ketika di sana nanti? Ihhh.. Amit-amit, ternyata ada ya perempuan seperti dia dimuka bumi ini? Sungguh menggelikan! " Gerutu Irsyad yang mulai menancap gas meninggalkan pekarangan rumah mereka.


°°°°°


" Kabar baik Tuan Richard, bagaimana denganmu? Aku dengar namamu semakin melejit saja akhir-akhir ini. " Gurau Irsyad menimpali ucapan Richard, setelah sebelumnya mereka saling berjabat tangan dan merangkul sejenak.


" Ahahaha.. Anda bisa saja Tuan Irsyad, selalu saja ada yang baru dengan gurauan-mu itu. " Tawa Richard pecah mendengar candaan Irsyad yang tak pernah gagal menghiburnya itu.


" Oh iya, aku sampai lupa. Selamat atas pernikahanmu tempo hari. Aku juga benar-benar minta maaf karena tidak bisa menghadirinya, kuharap anda bisa mengerti. " Ujar Richard lagi dengan perasaan menyesal kala mengingat tidak bisa memenuhi undangan rekannya itu.


" Santai saja, aku mengerti seberapa sibuknya anda. " Timpal Irsyad santai.


Setelah sedikit basa-basi diantara mereka, Irsyad pun memilih untuk berkumpul dengan para tamu lain di sana. Dan begitu pun dengan Richard yang mulai kembali menyapa para tamunya yang lain. Hingga beberapa waktu berlalu, tiba-tiba..

__ADS_1


" Lihat-lihat sepertinya itu tamu spesial Tuan Richard, dia bahkan sampai menyambut dan membukakan pintu mobilnya secara langsung. " Ucap salah satu tamu yang melihat adegan langka dari seorang Richard Bernald.


" Iya benar, mana wanitanya cantik sekali lagi. " Seru yang lainnya menimpali.


Hingga akhirnya bisik-bisik itupun mengalihkan fokus Irsyad yang sebelumnya sedang nampak asik berbincang dengan rekan-rekan bisnisnya.


" Dia? Ck.. Lebay sekali, mungkin dia merasa sedang berada didalam sebuah drama hingga harus datang dengan cara dramatis seperti itu. " Decak Irsyad merasa mual dengan hadirnya sosok yang sangat dikenalnya itu.


" Uuuuuh.. Mereka terlihat sangat serasi sekali. Benar-benar seperti pasangan di drama-drama romantis. " Komen seorang tamu wanita dengan histerisnya.


Irsyad yang mendengar itupun dengan cepat mendelik tak suka sekaligus tak setuju dengan penuturannya itu, belum lagi saat melihat adegan selanjutnya dimana tangan Arcelia yang dikecup oleh Richard membuatnya seketika merasa kegerahan dan diselimuti hawa panas yang entah datang darimana.


Yap, benar sekali. Wanita yang dengan kehadirannya membawa kehebohan itu tak lain adalah Arcelia, tamu yang sedang menjadi sorotan utama di acara pesta malam ini.


" Ck.. Sialan! Apa-apa mereka sebenarnya? Sungguh menjijikan! " Umpat Irsyad yang kesal karena harus melihat semua adegan tak senonoh tersebut.


Tidak sadarkah Arcelia dengan apa yang baru saja dia lakukan? Apa dia lupa dengan statusnya saat ini, kalau dia sudah menikah dan sudah menjadi istri dari seseorang? Benar-benar keterlaluan.


Muak dengan semua hal itu, juga entah apa yang akan dia lakukan jika harus melihat semua ini lebih lama lagi. Hingga Irsyad akhirnya memutuskan meninggalkan pesta itu disaat acaranya belum selesai sepenuhnya.


......................


Assalamu'alaikum semuanya.. Maaf ya kemarin gak sempet untuk update🙏🏻


Dan mungkin untuk beberapa hari ke depannya juga akan sedikit terganggu, tapi akan tetep diusahain untuk bisa update setiap hari kok.

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk sertakan dukungannya yaa sekedar pencet Like pun tak apa.


Terima kasih☺


__ADS_2