Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
24. Istri durhaka


__ADS_3

Dengan gerakan cepat Irsyad pun mengubah posisi mereka, dimana kini Arcelia sudah berada dibawah tubuhnya. Posisi yang sangat intim yang memang sudah Irsyad incar dan rencanakan sedari tadi, mungkin ini memang bukan tujuan awal dirinya tadi, namun karena rangsangan yang diberikan Arcelia tadi membuat Irsyad akhirnya berubah haluan.


" Apa! Ganti rugi? Hei apa maksudmu, aku tidak mauuu! " Tolak Arcelia meronta berusaha melepaskan diri dari kungkungan Irsyad.


Namun sangat disayangkan, itu sudah sangat terlambat kini dia sudah terlanjur berada dalam bahaya.


" Lagi pula'kan aku tidak salah disini, kau yang salah dan memulainya lebih dulu! " Keukeuh Arcelia tetap tak mau jika dia yang disalahkan.


" Ini bukan penawaran Lia, jadi kau tidak berhak untuk menolaknya! " Sanggah Irsyad yang tanpa basa basi lagi ia pun segera melancarkan serangannya dengan membungkam mulut Arcelia yang terlalu banyak mengoceh itu.


" Kurang ajar! Kenapa aku sih yang selalu mendapatkan sialnya! " Keluh Arcelia dalam hati ketika sudah tak memiliki pilihan yang lain selain diam dan pasrah.


Dan terjadi kembalilah untuk kedua kalinya diantara mereka, memadu kasih dan saling menghangatkan yang tentunya berpahala itu.


°°°°°


Masih dengan cucuran keringat dan hembusan napas yang belum sepenuhnya normal, Arcelia segera menatap kearah jam dinding berada dan seketika dia terlonjak kaget karena teringat akan ada pertemuan penting pagi ini.


Dan sialnya, lagi-lagi kali ini sepertinya dia akan kembali terlambat padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi bahkan mustahil ia lakukan, mengingat dirinya yang selalu memanage semuanya dengan sangat sempurna dan teliti, apalagi perkara waktu yang menurutnya sangatlah berharga.


" Ck! Sudah, menyingkir kau! Lagi-lagi karena ulahmu aku kembali terlambat. " Kesal Arcelia mendorong tubuh Irsyad menjauh darinya dan tanpa perlawanan Irsyad pun menggeser tubuhnya dan memberi Arcelia ruang.


Dan dengan sedikit kepayahan Arcelia pun terbangun dari posisi berbaringnya, karena tubuh yang masih terasa lemas juga tenaganya yang belum sepenuhnya pulih kembali. Dia meraih dan mengenakan kembali kimono tidurnya dengan cepat, dan dengan tergesa dia pun berjalan kearah kamar mandi.


" Hei.. Jangan menyalahkan-ku, bukankah kau yang memulainya lebih dulu? " Sahut Irsyad dengan santainya terlihat kini ia tengah memakai kembali celananya, kemudian merebahkan lagi dirinya di atas ranjang tanpa merasa berdosa sedikit pun karena membuat jadwal istrinya itu berantakan.


" Cih, aku yang memulai katanya? Yang benar saja! " Gerutu Arcelia yang masih bisa mendengar ucapan Irsyad, sesaat sebelum memasuki kamar mandi.

__ADS_1


Dan blamm! Pintu kamar mandi pun ditutup dengan cukup keras, membuat yang tengah berbaring sedikit terlonjak dan sesaat kemudian ia pun mengendikan bahu acuh.


" Jelas-jelas memang dia yang tadi sengaja menggodaku. " Seloroh Irsyad tetap kukuh dengan pembenarannya yang dibuat-buat itu.


Hingga tak berapa lama pun Arcelia keluar dari kamar mandi dan terlihat sudah segar, dengan masih mengenakan handuk kimono miliknya dia berjalan kearah meja riasnya berniat untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu.


Dia harus bersiap dengan cepat sekarang, sebelum dia akan benar-benar terlambat. Bersamaan dengan itu juga Arcelia sudah meminta Devin untuk menjemputnya tadi, menyiapkan berkas dan semua keperluan yang harus dibawanya. Sehingga dengan itu mereka tidak perlu menghabiskan banyak waktu lagi agar bisa segera sampai ditempat perjanjian yang sudah mereka buat.


" Cih, apa benar kau itu sudah benar-benar mandi? " Ujar Irsyad yang heran melihat Arcelia sudah selesai mandi dalam waktu yang menurutnya cukup singkat itu.


" Atau jangan-jangan kau hanya cuci muka saja ya barusan?! " Kembali ia berucap bahkan sampai mengeluarkan dugaan hinanya itu.


Ya, tentu saja Irsyad terheran-heran dengan singkatnya waktu yang Arcelia habiskan untuk mandi, karena jika dibandingkan dengan lamanya waktu ia sendiri mandi tentu itu bisa menghabiskan 3 sampai 4 kalinya waktu yang Arcelia habiskan barusan. Ya, kita tahulah selain menyebalkan keburukan Irsyad yang lain pun ternyata terdapat pada lamanya ia dalam urusan membersihkan tubuhnya itu.


Mendengar hal itu Arcelia hanya bisa mendengus, aah andai saja ia tidak sedang terburu-buru rasanya sudah ingin ia sumpal saja mulut jahanam laki-laki itu.


" Hei Lia, kau mendengarku tidak? Aku sedang bertanya padamu! " Dengan posisi yang masih sama seperti tadi saat ditinggalkan Arcelia mandi, hanya saja kini dia sudah memainkan handphonenya.


" Ck, urus saja urusanmu sendiri! Tak perlu banyak berkomentar tentangku! " Tegas Arcelia yang kesal karena Irsyad masih saja berusaha mengganggunya dengan perkataan-perkataan gilanya itu.


" Hmm.. Haruskah aku sebar luaskan hal ini? Bahwa Arcelia seorang wanita yang katanya cantik dan paling berpengaruh di dunia bisnis akhir-akhir ini, ternyata memiliki kebiasaan buruk yang menggelikan. Jarang mandi dan sangat jorok, iihhhhh.. Hoeek! " Lanjut Irsyad memprovokasi Arcelia dengan suara yang dibuat-buat bahkan sampai bertingkah jika dia benar-benar ingin muntah karena kejorokan Arcelia itu.


" Ck, diam kau!! Tutup mulutmu itu, jangan mengada-ada! Jika sampai bualan tak pentingmu ini terdengar keluar, Habis Kau ditanganku!! " Balas Arcelia dengan sedikit emosi, lengkap dengan gerakan seperti akan memenggal kepala.


" Kenapa? Kau takutkan aibmu ini tersebar, hemm?! " Irsyad masih tetap saja ngeyel mengganggu Arcelia, rasanya dia selalu tidak akan puas jika belum membuat Arcelia kesal dan emosi.


" Hei tadi itu aku mandi yaa, jangan sembarangan! Kau buta heh, lihat rambutku saja ini masih basah. Tuduhanmu saja yang tidak masuk akal. " Bantah Arcelia tak terima jika terus dipojokan seperti itu.

__ADS_1


" Ah.. Sudah ah, seharusnya dari awal aku tidak perlu meladenimu. " Tambah Arcelia memilih beranjak dari sana meninggalkan Irsyad, meski rambutnya masih sedikit lembab tapi biarlah dari pada ia harus kehilangan kewarasannya.


Melihat Arcelia melengos pergi karena kesal, dengan jahilnya Irsyad meneriaki dan kemudian dia pun terkekeh geli tanpa suara. Bahagia karena telah berhasil dengan misinya untuk membuat Arcelia selalu merasa kesal dan jengkel, entahlah melihatnya seperti itu adalah hiburan tersendiri bagi dirinya.


Setelah menyelesaikan urusannya diruang ganti Arcelia pun kini sudah lengkap dengan pakaian kerjanya, hanya saja masih belum ada polesan apapun di wajah cantiknya itu dan karena hal itu pulalah dia harus kembali ke sana dan kembali harus berurusan dengan Irsyad.


Dengan cekatan tangan lentik itu pun mulai mengoles dan memoleskan beberapa produk kecantikan dengan merek ternama itu pada paras ayu nan mulus miliknya. Gerakannya terlihat sedikit lebih cepat dari biasanya, karena selain harus mengejar waktu dia pun ingin segera enyah dari ruang pengap yang mengurung dirinya bersama seorang pria aneh yang masih saja berkutat dengan telepon genggamnya di sana.


" Liaa.. Jangan lupa sore ini kita diundang ke rumah Bunda, akan ada acara keluarga katanya. Dan kita diminta untuk tidak terlambat datang. " Ujar Irsyad menyampaikan pesan singkat yang baru ia dapat itu.


" Hmmm" Sahut Arcelia yang sudah akan bergegas pergi pun hanya membalasnya dengan gumaman.


" Hei jawab yang benar! " Tegas Irsyad merasa tak suka dengan sahutan Arcelia.


" Yaaaa!! " Jawab Arcelia akhirnya dengan suara keras lebih menyerupai teriakan.


Blaaam!


Pintu tertutup bersama hilangnya Arcelia meninggalkan kamar tidur.


" Ck! Dasar istri durhaka! " Umpat Irsyad merespon tingkah Arcelia barusan.


......................


Hai guys.. Sertakan selalu dukungan terbaik kalian yaaa🥰🥰


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan Like dan komen positif kalian di setiap chapter yaa😘😘

__ADS_1


__ADS_2