
Beberapa minggu setelah malam bersejarah antara Irsyad dan Arcelia, keduanya kini kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Dan selama itu juga, Irsyad masih membahas dan menggoda Arcelia dengan mengatakan ingin kembali mengulang malam bersama seperti saat itu, disela-sela aktivitas kebersamaan mereka.
Tentu seperti yang kita ketahui, seperti apa Arcelia akan menghadapi tingkah Irsyad itu. Yap, seperti biasa dia hanya akan dengan diam dan berusaha untuk mengabaikannya segala ocehan suaminya itu, meski sebenarnya rasa malu juga perasaan lainnya yang sampai saat ini belum bisa ia jabarkan apa artinya selalu saja mengganggu dan menggelayuti dirinya jika teringat akan malam itu.
" Cih! Rewel sekali mulutnya itu, apa dia sudah tidak punya urat malu?!! " Gerutu Arcelia menatap Irsyad jengah, karena dengan tanpa sungkan laki-laki itu terus saja membahas hal yang tak senonoh dan membuat telinga Arcelia panas ketika mendengarnya.
" Apa sudah selesai bicaramu itu, hemm? " Tanya Arcelia dengan malas ingin segera menyudahi omong kosong laki-laki itu.
" Ah.. Sudahlah Lia, kau jangan terus berpura-pura. Aku tahu, kau juga menginginkannya lagi'kan? Kau tidak perlu repot menyembunyikannya. " Seloroh Irsyad yang berbicara semakin kacau dan tak tentu, membuat Arcelia mengambil napas lebih dalam dari sebelumnya.
" Mari kita ulangi lagi, hemm? " Tambah Irsyad kembali menggoda Arcelia, ia selalu merasa senang ketika menggoda istrinya itu dan membuat pipi mulus itu bersembraut merah.
" Apa kau sangat menyukai tubuhku, hemm? Kau sepertinya begitu tergila-gila, hingga tanpa henti terus-menerus membahasnya. Kau sudah ketagihan'kan pada tubuh seksi-ku ini?? " Balas Arcelia dengan percaya diri dan sangat narsis itu, dan dengan tanpa ragu Arcelia pun berpose dengan sangat centilnya didepan Irsyad.
" Haah?!! " Kejut Irsyad yang kehabisan kata-kata mendengar ucapan Arcelia.
Ya, selama ini biasanya Arcelia lebih memilih untuk tidak menanggapi dan membalas segala ucapan Irsyad jika sudah bertindak menyebalkan seperti saat ini. Tapi sepertinya tidak untuk kali ini, dan hal itu tentu membuat Irsyad sedikit terkejut. Dia pikir Arcelia akan seperti sebelumnya hanya diam dan tak akan menanggapinya seperti ini, apalagi ucapan Arcelia barusan benar-benar membuatnya mati kutu.
Dia kehabisan akal dan tak tahu harus membalas dengan apa untuk mematahkan ucapan Arcelia itu, disisi lain Irsyad juga jadi bertanya-tanya apakah benar dirinya itu sudah begitu candu dengan tubuh istrinya itu? Mengingat memang akhir-akhir ini dirinya tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Arcelia, apalagi dengan adegan-adegan yang mereka lakukan pada malam itu.
__ADS_1
" Cih! Apa tidak terbalik yaa.. Bukankah kau yang merindukan sentuhanku, heh? Bahkan belum aku apa-apakan saja wajahmu sudah bersemu merah dan tersipu-sipu. " Ucap Irsyad akhirnya menemukan kalimat untuk menutupi kegugupan dirinya.
Mendengar itu Arcelia memalingkan wajahnya yang memang selalu saja memerah dan terasa memanas jika sudah digoda oleh Irsyad, dia sendiri tidak tahu kenapa bisa seperti itu.
" Sialan! Kenapa juga sih, pipiku selalu memerah akhir-akhir ini jika berhadapan dengannya! " Kesal Arcelia dengan sangat malu akan reaksi tubuhnya yang sekarang sering ia tunjukan dan tanpa bisa ia cegah itu.
Selalu saja seperti itu tingkah mereka berdua, tak ada yang ingin mengalah dan mengakui apa yang sebenarnya sedang mereka rasakan saat ini. Selalu saja menapik perasaan yang mungkin saja kini sudah ditumbuhi percikan-percikan cinta di hati keduanya, selalu ego dan gengsi yang keduanya kedepankan.
°°°°°
Di suatu malam hari, disaat waktu sudah menunjukan tengah malam, terlihat Arcelia masih berkutat dengan serius diruang kerjanya. Meski hari ini dia pulang sore hari, itu bukan berarti ia sudah terbebas dari tugas dan pekerjaannya yang setiap harinya selalu menggunung itu.
Hingga setelah beberapa jam berlalu, baru Arcelia memutuskan untuk mengakhiri hari melelahkannya itu. Dia beranjak dan mulai bersiap menjemput dunia mimpinya, terlihat di sana di sebuah ranjang tidur luasnya Irsyad sudah lebih dulu terlelap dengan pulasnya, hanyut kedalam buai mimpi indah.
" Huft.. Andai sikapmu juga semanis ini ketika kau membuka mata. Tidak menyebalkan dan membuatku selalu mendidih melihat semua tingkah-mu. " Gumam Arcelia ketika mendengar dengkuran halus dari bibir Irsyad, dan hal itu membuatnya terlihat menggemaskan dimata Arcelia.
Tak lama dari itu Arcelia pun mulai merangkak naik keatas tempat tidur dan secara perlahan namun pasti merebahkan tubuh lelahnya tepat di samping Irsyad berbaring saat ini.
Cukup lama ia berusaha untuk terlelap, namun sampai saat ini belum juga berhasil ia memejamkan matanya. Menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, mencari posisi yang nyaman agar ia bisa segera tidur terlelap. Namun nihil, setelah berbagai cara ia mencoba untuk bisa tidur tetap saja pada akhirnya ia terjaga meski sebenarnya matanya sudah terkantuk-kantuk ingin terpejam.
__ADS_1
Entah karena apa, karena Arcelia pun baru kali ini mengalaminya. Di geraknya kembali tubuhnya sehingga ia menghadap ke kanan sisi dimana Irsyad kini tengah terbaring di sana, kebetulan juga saat ini Irsyad sedang tidur menghadap kearahnya sehingga posisi mereka kini saling berhadap-hadapan.
Ada perasaan iri yang Arcelia rasakan ketika melihat Irsyad bisa dengan nyenyak-nya tertidur sedangkan dirinya tidak. Entah ide dari mana dan entah ia mulai dari mana, tapi yang jelas saat ini Arcelia mulai memejamkan matanya didalam dekap hangat tubuh Irsyad, merebahkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang milik suaminya itu.
Nyaman dan menenangkan, dua kata untuk menggambarkan perasaan Arcelia ketika berhasil bersentuhan dengan tubuh Irsyad.
Di telusupkannya wajahnya semakin dalam di sana, hingga menghadirkan kehangatan yang semakin menyeruak sampai ke hatinya.
Ini gila! Namun Arcelia benar-benar tidak bisa menepis kenyamanan yang tubuh Irsyad tawarkan ini, ia suka dan sangat menikmati hal ini.
Ditariknya perlahan tangan Irsyad tanpa ingin membuat yang sedang tertidur itu bangun dan terusik, dia angkat dan pindahkan tangan itu hingga kini sudah bertengger di atas pinggangnya seolah-olah Irsyad kini tengah memeluknya.
Arcelia terkikik geli sendiri akan perbuatannya itu, ia tusuk-tusuk pipi Irsyad beberapa kali untuk menyakinkan jika Irsyad memang benar sedang tertidur hingga ia tidak perlu khawatir tindakannya itu akan diketahui oleh laki-laki itu. Masalah besok pagi akan seperti apa, dia hanya akan bilang kalau dia tidak tahu dan tidak akan membiarkan Irsyad menyalahkannya begitu saja.
Karena memang Arcelia sudah merasa mengantuk sejak tadi, dan berada dalam dekapan Irsyad sangatlah membantu hingga tak lama ia pun akhirnya tertidur dalam kenyamanan itu.
......................
Hallo.. Semoga ini bisa sedikit mengobati ya.. Karena kemarin-kemarin aku gak update🙏🏻
__ADS_1
Seperti biasa jangan lupa untuk sertakan dan tinggalkan jejak dan dukungan terbaik kalian yaaa..
Terima kasih😊