Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
16. Aksi jahil Irsyad


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 22.45 malam saat Irsyad pulang dan memasuki kamar tidurnya. Terlihat di sana Arcelia sepertinya sudah menyelami alam mimpinya, dan itu berarti hari ini dia tidak sedang memiliki pekerjaan yang mendesak hingga bisa tidur lebih awal dari hari-hari sebelumnya.


Ya, selama tinggal bersama ini baik dia maupun Arcelia sedikit banyak menjadi tahu dengan kebiasaan dan pola hidup keduanya. Sehingga dalam perkara ini bisa dikatakan mereka sudah saling memahami, meski masih banyak hal lain yang masih mereka perdebatkan dan perlu kompromi.


Dilepaskannya sepatu, jas dan semua yang melekat ditubuhnya, lalu ia pun bergegas pergi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah dan lengket itu.


Selepas itu, meski rasanya ingin segera menghambur dan merebahkan dirinya segera ditempat tidur dengan terpaksa harus dia urungkan karena rasa haus yang kini dirasakannya. Untunglah di dalam kamar mereka juga disediakan air minum lengkap dengan sebuah kulkas kecil.


Melangkah mendekati ranjang hingga tiba-tiba muncullah sebuah ide ketika secara tak sengaja ia menatap Arcelia yang tengah terlelap dengan pulasnya. Entahlah sepertinya akan selalu ada saja ide-ide jahilnya itu, apalagi jika sudah dihadapkan dengan perempuan dihadapannya itu.


Dan akhirnya tanpa rasa ragu, dengan segera dia melancarkan aksinya itu. Sebuah benda panjang yang kini sudah berada digenggamannya, dia arahkan pada wajah Arcelia hingga terjadilah aksi lukis melukis abstrak sesuai keinginan Irsyad.


Irsyad sendiri bahkan hampir tak dapat untuk menahan tawanya selama menjalani aksi sebagai pelukis dadakan dalam waktu semalam, rasanya tawanya itu akan segera meledak jika tak ingat hal tersebut mungkin saja akan membangunkan Arcelia dan membuat rencananya ini berantakan.


" Hhahaha.. Aku ingin lihat kehebohan seperti apa yang kira-kira besok akan terjadi. Huh.. Rasanya aku jadi tak sabar menunggu besok pagi. " Gumam Irsyad seraya tertawa pelan dan berupaya tak menimbulkan suara gaduh.


Dan lihatlah sekarang, sungguh tragis dan mengenaskan nasib wajah cantik nan mulus milik Arcelia saat ini. Wajah yang selalu terawat dan tampil sempurna di setiap waktu itu, kini kacau dan tak berbentuk. Bagaimana tidak, dalam sekejap mata Irsyad berhasil merubahnya menjadi sesosok tokoh hantu yang ada diberbagai film-film horor.


Hah.. Entahlah apa yang akan terjadi besok. Baku hantam'kah atau bahkan mungkin perang dunia ketiga lah yang akan terjadi. Tak terbayangkan bagaimana reaksi Arcelia nanti, wajah berharganya yang selalu ia rawat dengan penuh cinta dan sepenuh hati itu hancur sudah dalam satu malam.


°°°°°


Keesokan harinya


" Aaaaaaaa " Pekik Arcelia terkejut ketika melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandi.

__ADS_1


Dia yang baru saja terbangun dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi karena merasa ingin buang air kecil, tiba-tiba dikejutkan dengan penampakan sosok menyeramkan yang justru adalah dirinya sendiri.


Tersadar dengan hal itu, secepat kilat ingatannya langsung tertuju pada sang tersangka utama. Ya, siapa lagi jika bukan ulah pria gila itu, apa tidak ada hal lain dalam hidupnya itu hingga selalu saja tidak pernah lelah untuk merecoki kehidupannya?


" Irsyaaaaaaadddddd!!! " Teriaknya dengan sekuat tenaga dan semua rasa geram dan jengkelnya ia meneriaki nama pria itu.


Sebelum memberikan pelajaran pada Irsyad, Arcelia memilih untuk membasuh wajah dan terlebih dahulu dan menghilangkan noda-noda yang ada diwajahnya, namun betapa terkesiapnya dia ketika nodanya itu sulit untuk dihilangkan.


" Hah.. I..ini waterproof?!! Hah.. Tidak, tidak bagaimana ini? " Kejutnya dengan kebingungan bahkan kedua tangannya kini sudah mulai gemetaran saking paniknya.


" Irsyaaaaaaad!! Apa yang kau lakukan pada wajahku!? " Teriak Arcelia lagi dengan sangat keras dan penuh kegeraman.


Tanpa pikir panjang lagi, gegas dia keluar dari kamar mandi dan menghampiri ranjang yang dimana sosok pria yang dia cari masih terlihat tertidur dengan nyamannya di sana.


" Heh.. Bisa-bisanya ya dia masih enak-enak tertidur setelah apa yang dia perbuat padaku! " Dengus Arcelia menatap wajah Irsyad yang masih terpejam dengan damai.


" Irsyad, bangun kau! Hei.. Ku bilang banguuuun!! " Arcelia mengguncang tubuh lelap itu dengan cukup kuat, tak lupa dia pun terus meneriakinya supaya cepat bangun.


" Apa yang kau lakukan? Diam! Dan biarkan aku tidur! " Sahut Irsyad masih merasakan kantuk yang teramat terlihat dari matanya yang masih setia tertutup rapat meski dia menyahuti ucapan Arcelia.


" Apa kau bilang?! Kau masih mau tidur setelah apa yang kau lakukan padaku, heh!? Keterlaluan! " Arcelia semakin menggila membangun Irsyad, hingga mau tak mau Irsyad pun akhirnya terbangun.


" Aaaaah " Teriak Irsyad yang terkejut ketika menatap wajah yang sejak tadi mengganggu tidurnya itu, ia seakan sudah lupa jika itu juga karena ulahnya semalam.


" Apa?! Baru ingat sekarang, heh!!? " Kesal Arcelia karena justru Irsyad yang jelas-jelas pelakunya saja malah kaget melihatnya, lalu coba bayangkan bagaimana terkejutnya dia tadi.

__ADS_1


Namun, bukan Irsyad namanya jika dia akan merasa bersalah atau menyesali perbuatannya, dia justru malah tertawa terbahak ketika kembali teringat dengan kelakuannya semalam bahkan karyanya itu masih sama persis seperti yang semalam dia buat tanpa ada yang berkurang sedikitpun.


" Bisa-bisanya kau masih berani tertawa seperti itu hmm, rasakan ini!! " Ujar Arcelia sambil mulai melayangkan pukulan-pukulan kecil pada Irsyad, ia merasa semakin gondok dengan reaksi yang Irsyad berikan tersebut.


" Apa kau tahu, pagi ini aku ada meeting penting! Dan kau! Berani-beraninya kau bermain-main dengan wajahku!! " Tambahnya lagi tanpa menghentikan pukulannya yang malah semakin keras dan cepat ia berikan pada Irsyad.


" Eleh.. Baru juga segitu kau berisik sekali, sudahlah jangan lebay. Tinggal kau hapus selesai kan?! " Jawab Irsyad dengan entengnya tanpa tahu masalah besar justru akan segera menghampirinya.


" Apa kau bilang?! Enteng sekali ya kau bicara? Apa kau sudah GILA, HEH?! Ini tidak akan semudah itu untuk dihilangkan! Apa kau tahu benda jenis apa yang kau gunakan ini, hehh?!! " Ujar Arcelia semakin menggebu dan naik pita mendengar sahutan santai dari Irsyad, terlihat dari semakin keras dan cepatnya ia memukuli Irsyad saat ini.


Dan Irsyad bukannya melerai pukulannya atau meminta pengampunan dia justru tertawa puas meski sesekali ia meringis karena pukulan-pukulan yang dilakukan Arcelia, hingga setelah cukup lama Arcelia pun berhenti dan mulai beranjak dari sana mungkin dia juga lelah terus-terusan memukuli Irsyad.


Ditatapnya wajah berantakannya itu, Arcelia yang kini sudah duduk didepan meja riasnya berniat untuk segera membereskan kekacauan diwajahnya. Meski dengan sedikit kesusahan dan mungkin akan memakan banyak waktu, dengan telaten Arcelia membersihkannya secara perlahan berusaha untuk tidak menimbulkan kemerahan diwajahnya.


Ya, meskipun sebenarnya ia harus bergegas karena pagi-pagi sekali harus sudah berada di kantor, namun lagi-lagi sepertinya Irsyad belum cukup untuk mengganggu Arcelia pagi ini.


" Oh iya Lia, jika berkenan kau juga repost postinganku kemarin malam ya. Lihat, sepertinya ini sudah mulai viral deh. " Ujar Irsyad ringan setelah beberapa saat tadi ia teringat sesuatu dan langsung mengeceknya.


Disodorkannya apa yang ia maksud pada Arcelia, hingga Arcelia yang melihatnya pun langsung mendelik tajam dan memekik dengan luapan emosi yang kembali memenuhi dirinya.


" Irsyaaaaaad, kau benar-benar keterlaluan!!! " Pekiknya setelah melihat postingan Irsyad yang tak lain adalah wajah dirinya yang tadi berantakan itu.


Dan terjadilah peperangan babak kedua diantara mereka masih dikamar tersebut, di pagi buta ini Arcelia kembali menyerang Irsyad dengan membabi buta. Dia bahkan melupakan meeting pentingnya itu begitu saja.


......................

__ADS_1


Tolong untuk tinggalkan jejaknya ya jika berkenan🙏🏻


__ADS_2