
Ya, Arcelia yang semalam awalnya berencana akan pulang pagi-pagi sekalipun sampai dibuat lupa dan tak fokus, karena terus memikirkan mengenai kepergian suaminya itu. Dia yang biasanya begitu mengutamakan dan mementingkan pekerjaannya, kini entah mengapa bisa merasa begitu malas dan seakan enggan untuk melakukan sesuatu.
" Lia.. ayo cepat, bukankah kau akan ikut bersamaku dulu? " Pekik Irsyad yang telah selesai bersiap dan melihat Arcelia yang masih dengan santai mengaplikasikan riasan diwajahnya.
Setelah sebelumnya ia pergi untuk memanasi mobil miliknya, Arcelia justru masih nampak sama seperti sebelum dia tinggalkan tadi. Masih duduk dengan segala pernak-perniknya itu dan hal itu tentu saja membuat Irsyad jadi kesal sendiri melihatnya, disaat dia tengah terburu-buru begini karena memang dia mengambil waktu jam terbang pagi hari untuk sampai di kota tujuan.
Dan lihatlah sekarang, Arcelia seakan tidak memahami hal ini. Bukankah jarak dari rumah orang tuanya ini ke rumah mereka cukup memakan waktu? Belum lagi dia perlu sarapan dan barulah kemudian pergi ke bandara?
" Ck, kau ini sebenarnya kenapa sih? Tidak biasanya seperti ini, bukankah kau juga harus datang ke kantor sekarang karena ada pertemuan pagi? Tapi kenapa kau malah lelet begini? " Cecar Irsyad jengah melihat pergerakan lambat dari istrinya itu.
" Iya, tunggu sebentar kenapa sih! Ini juga aku sudah selesai. Haah.. Kau tahu, entah kenapa rasanya hari ini aku malas sekali. " Balas Arcelia disertai curhatan hatinya yang memang tiba-tiba merasa kurang bersemangat.
" Kalau begitu, sudah kau tidak perlu pergi ke kantor saja hari ini. Istirahatlah, mungkin kau masih kelelahan setelah acara kemarin. " Sahut Irsyad yang kini sudah diselimuti rasa cemas dan khawatir dengan keadaan Arcelia.
" Ck, tidak. Bukan itu, tubuhku baik-baik saja sekarang. Hanya saja aku menjadi tidak bersemangat hari ini! " Ucap Arcelia lagi yang di kalimat terakhirnya hanya terdengar gumam kecil saja.
" Sudahlah, mari pergi sekarang. " Seru Arcelia yang bangkit dan menghampiri Irsyad, meski bingung tapi Irsyad ikut-ikut saja karena ia memang sudah tak memiliki waktu banyak lagi untuk berdebat.
Dan setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, juga setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka dengan sedikit terburu-buru karena dikerja waktu. Disinilah sekarang mereka berada, di kediaman milik mereka dengan kegiatan mereka masing-masing.
Jika Irsyad terlihat bersemangat dan antusias mengeluarkan tas dan barang-barang yang akan dibawanya turun ke lantai bawah. Berbanding terbalik dengan Arcelia yang justru terlihat lesu dan ogah-ogahan, lihat saja sekarang bukannya mengambil berkas dan bergegas pergi ke kantor dia malah terkulai lemas di kursi kerja miliknya seraya menatap segala sesuatu disekitarnya tanpa minat.
Beberapa menit terdiam dalam lamunannya, hingga tak lama suara teriakan Irsyad terdengar memenuhi pendengarnya. Membuatnya mau tak mau bangkit dan menghampiri asal suara itu berasal.
__ADS_1
" Haaah ternyata dia dibawah, kenapa dia teriak-teriak begitu sih. Bahkan sampai terdengar cukup keras kelantai atas. " Ucap Arcelia sembari tetap melangkah dan menuruni anak tangga untuk melihat Irsyad.
" Iya, ada apa? Kenapa kau terus berteriak heh? " Seru Arcelia ketika sudah berhasil turun dan bertemu dengan Irsyad.
" Ini, aku akan pergi sekarang. Taksi online ku juga sudah menjemput-ku didepan. " Beritahu Irsyad seraya menghampiri Arcelia yang berdiri ditengah ruangan dan membuat jarak sekitar dua meter darinya.
" Kau sendiri kenapa masih disini, tidak pergi ke kantor? " Tanya Irsyad yang merasa heran karena Arcelia terlihat masih belum siap dan seperti belum akan pergi.
" Aku, ah mungkin sebentar lagi, atau mungkin setelah kau pergi aku akan berangkat. Kau mengambil keberangkatan jam berapa? " Tanya Arcelia sembari berjalan beriringan keluar dan melihat ada sebuah mobil asing dengan seorang pria yang terlihat memasukan barang bawaan Irsyad kedalam bagasi mobilnya.
" Sekitar jam 8 pesawatnya akan take off, maka dari itu aku harus sudah berada di sana sebelum itu. " Sahut Irsyad seraya melihat jam tangan dipergelangan tangannya, memastikan kembali jika ia masih memiliki waktu yang cukup.
" Huh.. Baiklah, Lia aku pergi sekarang. Kau berhati-hatilah disini dan ingat jaga kan dia untukku yaa " Ujar Irsyad seraya membungkukkan tubuhnya mengelus dan memberikan sebuah kecupan diperut buncit milik istrinya itu.
Irsyad tersenyum seraya kembali menegakkan tubuhnya menatap Arcelia.
" Ya, aku percayakan semuanya padamu. Ingat! Kau jangan sampai merindukanku yaa.. " Candanya diikuti kekehan sembari menjawil dagu Arcelia yang kini nampak cemberut dan enggan untuk melihatnya.
" Cih, tidak akan!! " Ketus Arcelia cepat dan semakin menampakkan keengganan seolah mual mendengar candaannya itu.
" Haha... Baiklah, awas saja jika nanti kau menangisi-ku. Aku pergi yaa.. Assalamu'alaikum " Pamitnya dengan masih sempat-sempatnya kembali menggoda Arcelia dan sedikit mengacak rambut Arcelia sebelum akhirnya berlalu.
" Ck, lepaskan! Kau merusak tatanan rambutku! " Protes Arcelia yang kemudian merapihkan helaian rambutnya yang terlihat sedikit kusut itu.
__ADS_1
Melihat Irsyad yang sudah masuk kedalam mobil taksinya dan terlihat bersiap meninggalkan pekarangan rumah mereka, seketika raut wajah Arcelia berubah menjadi sendu. Matanya tiba-tiba saja terasa memanas dan perih.
Tes
Dan meluncur jugalah akhirnya air mata itu dari balik kedua mata indah milik Arcelia dengan disertai sebuah isakan yang terdengar cukup kencang, sesaat setelah melihat mobil yang ditumpangi Irsyad benar-benar sudah berhasil meninggalkan dirinya didepan sana.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. A..a..awas saja kau sudah berani-beraninya membuatku menangis seperti ini! Irsyad brengsek! " Tangis Arcelia tetap dengan sebuah umpatan dan ancamannya yang ia layangkan untuk laki-laki yang baru saja meninggalkannya itu.
" Aaaa.. Menyebalkan sekali! Kenapa juga aku harus sampai menangis begini, berhentilah keluar air mata bodoh! Kau membuatku tampak menyedihkan jika seperti ini. " Gerutunya lagi yang kini justru memaki air matanya sendiri yang tak kunjung mau menyurut, bahkan lama keluar dengan semakin derasnya.
Sedangkan disisi lain, didalam sebuah mobil yang melaju mengarah ke bandara, Irsyad pun kini tengah memikirkan Arcelia. Entah mengapa dia juga merasa sangat berat meninggalkan Arcelia pergi, lagi-lagi dia kembali merasakan perasaan aneh seperti ini.
Dan lagi-lagi, keduanya tak tanpa mereka sadari dan ketahui bahwa masing-masing merasakan perasaan dan emosi yang sama. Perasaan yang entah muncul dari mana dan bagaimana, hingga selalu berhasil memengaruhi jiwa mereka.
" Aah.. Sudahlah, aku yakin dia juga akan baik-baik saja dan dapat menjaga dirinya sendiri disini! " Pungkas Irsyad tak mau memikirkan terlalu panjang lagi mengenai hal ini.
......................
Hai semuanya.. Bantu dukung karya novelku ini yaa..
Tekan Like dan sertakan Komen positifnya. Juga jangan ragu berikan Vote dan Gift terbaik kalian yaa..
Aku tunggu apresiasi baik kalian, see you💖😍😍
__ADS_1