
Hari ini, setelah hampir satu bulan Arcelia lepas dari tumpukan pekerjaannya akhirnya dirinya bisa kembali melakukan aktivitas tercintanya itu seperti biasa.
Setelah kondisinya dinyatakan benar-benar sudah sehat dan kembali fit, juga karena Daddy-nya yang ternyata tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang ada diluar negeri terlalu lama hingga dia pun akhirnya harus kembali ke sana dan tidak bisa terus-menerus menghandle pekerjaan putrinya disini.
Jika biasanya Arcelia akan sedikit enggan melepas kepergian Daddy-nya itu kembali jauh darinya, namun kali ini dia nampak senang akan hal itu. Dikarenakan sekarang dirinya tidak akan lagi dilarang memasuki perusahaannya sendiri, serta bisa kembali berjibaku dengan pekerjaan yang sangat dirindukannya itu.
Dalam buku agenda miliknya Arcelia bahkan sudah memetakan dan menuliskan apa apa saja yang akan dan harus untuk dilakukannya hari ini, hari dimana ia mulai kembali ke dunia pekerjaannya. Dia juga ingat, jika dalam waktu dekat akan ada beberapa acara yang sudah direncanakan dari berbulan-bulan yang lalu, huh.. Untunglah dirinya kini sudah baik-baik saja untuk menghadapi hari-hari itu.
Dengan bersenandung riang, Arcelia keluar dari kamar tidurnya dengan pakaian kerjanya yang sudah lengkap membalut tubuh indahnya yang terlihat seksi karena tubuhnya yang semakin berisi belum lagi dengan perut buncitnya yang sudah semakin jelas terlihat.
Dia melangkah perlahan menuruni satu persatu anak tangga, berjalan menghampiri orang-orang yang sudah berkumpul diruang makan untuk sarapan. Pagi hari yang cerah sangat mendukung dan memperindah hari ini untuk Arcelia.
Lidya nampak tersenyum menyambut kedatangan menantunya itu, ia terlihat sumringah dengan keadaan Arcelia yang sudah kembali membaik itu.
" Sini, sarapan dulu sayang.. Kau harus makan dengan baik pokoknya. Karena mulai hari kau akan kembali sibuk dan itu tentu saja membutuhkan banyak energi. " Celoteh Lidya menggiring Arcelia untuk duduk disalah satu kursi makan yang bersampingan dengan Irsyad.
Berbeda dengan Lidya yang tampak senang-senang saja melihat Arcelia akan kembali ke aktivitas biasanya, Irsyad justru nampak sedikit keberatan menatap Arcelia dengan lekat syarat akan ketidakrelaan membiarkan istrinya kembali beraktivitas diluar.
Bukan karena apa, Irsyad hanya masih terlalu mencemaskan kondisi istrinya itu. Meski dokter menyatakan Arcelia sudah kembali baik-baik saja, namun entah mengapa dia masih merasa berat dan enggan untuk melepasnya. Dan sebenarnya bukan hanya itu saja sih yang membuat Irsyad seperti itu, ada satu hal lagi dan ini adalah hal yang paling Irsyad takuti dan khawatirkan yaitu Arcelia yang pastinya akan kembali bertemu dan mau tak mau kembali berhubungan dengan Richard.
Ya, kerja sama antara perusahaan Arcelia dan Richard masih terjalin bahkan baru memasuki tahap-tahap awal penggarapan. Dan itu tentu saja akan membuat mereka lebih sering bertemu dan akan semakin banyak faktor dan alasan yang membuat mereka akan berhubungan dengan intens.
Entahlah, mengingat itu Irsyad semakin tak rela melepas Arcelia kembali beraktivitas diluar, ia merasa takut dan tak percaya diri jika sudah dihadapkan dengan persoalan seperti ini. Dan alasan semua itu tentu saja karena Irsyad tahu dan menyadari bahwa sosok Richard adalah laki-laki pertama yang membuat Arcelia memiliki ketertarikan bahkan menunjukan ketertarikannya itu pada lawan jenis.
Aaah... Menyebalkan! Kenapa juga harus ada dia sih diantara aku dan Lia. Pekikan hati Irsyad yang bingung sendiri kini harus melakukan apa.
Setelah beberapa saat, akhirnya acara sarapan pagi mereka pun selesai. Dan seperti Hardi, Irsyad maupun Arcelia juga berpamitan untuk ke kantor mereka masing-masing. Karena hari ini Hardi ada meeting pagi, dia terlihat lebih dulu meninggalkan rumah dibandingkan Irsyad dan Arcelia yang terlihat jauh lebih santai.
__ADS_1
" Kau yakin, akan mulai pergi kerja sekarang? " Tanya Irsyad yang nampak ragu juga tak rela.
" Ya tentu saja, memangnya kenapa? Sahut Arcelia dengan riang, tidak menyadari sama sekali tatapan dan kekhawatiran Irsyad saat ini.
" Kau tahu, aku justru sudah menantikan hari ini sejak beberapa minggu lalu. Dan.. Ah akhirnya, sekarang aku bisa kembali ke rutinitasku. Aku lega dan senang sekali! " Ucap Arcelia yang kini jauh lebih menggebu-gebu dan terlihat bersemangat, bahkan pancaran matanya pun seakan ikut membantu mengungkapkan perasaan bahagianya itu.
Irsyad yang melihat semua itu hanya bisa menghela nafasnya, memang dia sadari dirinya tidak akan pernah bisa untuk mencegah ataupun melarang Arcelia sampai kapanpun juga. Apalagi ketika melihat kedua bola mata indah itu yang sangat menjelaskan bagaimana perasaan istrinya itu saat ini, jelas dia tidak akan pernah sanggup untuk memaksa Arcelia mengikuti keinginan hatinya.
Lagi-lagi Irsyad menghela nafasnya, nyatanya dia memang harus mengalah dan menahan dirinya.
" Hemm.. Baiklah, aku akan mengantarmu mulai sekarang. Dan saat waktunya kau pulang nanti, kau juga hubungi aku. Aku akan menjemputmu! " Ujar Irsyad pada akhirnya lebih memilih untuk mengantar jemput Arcelia saja, setidaknya dia memastikan keamanan istrinya itu walau hanya sebatas dalam perjalanan.
" Lho kenapa? Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri atau kalau tidak, Devin juga bisa menjemput ku seperti biasanya jika aku sedang malas bawa mobil. " Tolak Arcelia yang tidak terpikirkan sama sekali jika ucapannya itu mungkin saja bisa membuat Irsyad tersinggung.
Irsyad berdehem keras mendengar ucapan Arcelia tersebut, sorot matanya mengatakan ia sangat tidak menyukai perkataan Arcelia tersebut.
" Ekhmm.. Tidak, mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemputmu pergi ke kantor! Kau tidak perlu membawa mobil apalagi sampai meminta orang lain untuk menjemputmu! Biar aku yang melakukan semua itu sekarang! " Dengan tegas Irsyad berucap, Arcelia bahkan tak mampu untuk sekedar membantah yang ada dia justru jadi tersadar bahwa saat ini Irsyad mungkin sedang merasa terainggung dengan ucapannya tadi.
" Emm.. Ba..baiklah, jika itu mau mu. " Diam sejenak sebelum akhirnya kembali bersuara.
" Kalau begitu ayo, kita pergi sekarang saja! " Ajak Arcelia sembari meraih tasnya dan bersiap untuk melangkah keluar, sebelum sebuah suara menginterupsinya untuk berhenti.
" Eh.. Tunggu, tunggu! Apa yang kau lakukan Lia, kenapa kau memakai itu?!! " Ujar Irsyad dengan suara yang terdengar setengah terkejut juga geram dapat Arcelia tangkap.
" Apa? " Bingung Arcelia tak mengerti namun tetap ikut tegang dan terkejut hanya dengan melihat reaksi Irsyad seperti itu.
" Itu! Apa kau tidak berpikir kalau itu sangat berbahaya dan tidak baik untuk kondisimu saat ini? Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus menggantinya dulu! " Ucap Irsyad dengan marah melihat sepatu hak tinggi yang Arcelia pakai, dia benar-benar tak habis pikir kenapa Arcelia sampai berani mengenakannya dengan kondisi tubuhnya yang tengah hamil seperti itu?
__ADS_1
" Oh i..ini, tidak begitu tinggi, hanya tiga senti. Aku sengaja mengenakan yang ini, karena yang ini jauh lebih pendek dari yang lain. Kau tidak usah khawatir, ini masih aman dan nyaman kok untukku pakai. " Balas Arcelia setelah mengerti apa yang membuat Irsyad seakan kebakaran jenggot seperti itu, dengan tenang dia menepis kekhawatiran Irsyad padanya.
Namun tentu saja perkataan Arcelia itu tidak akan berpengaruh apa-apa bagi Irsyad, apalagi sampai menghilangkan rasa kesal, geram dan cemas itu.
" Tidak! Apapun itu pokoknya ganti sekarang juga! " Tak ingin tahu apapun lagi Irsyad berujar dengan tegas.
" Tidak mau, aku tidak mau menggantinya. Lagi pula ini juga udah pendek, tidak akan berbahaya seperti yang kau khawatirkan. " Bantah Arcelia sudah ingin kembali melangkah keluar.
" Lia! Ganti dengan yang jauh lebih pendek, jangan pakai yang itu. " Cegah Irsyad meraih lengan Arcelia yang hendak pergi meninggalkannya, kali ini dia berkata dengan lebih lembut.
" Ck, tidak Irsyad, lagi pula aku mungkin tidak punya sepatu yang lebih pendek dari ini. Sudahlah, ini juga tidak apa. " Ucap Arcelia masih keukeh tak ingin menggantinya.
" Baiklah tunggu dulu disini, aku akan bertanya pada Bunda mungkin dia punya sepatu flat. " Tanpa menunggu sanggahan Arcelia lagi, Irsyad berlalu mencari ibunya setelah sebelumnya mendudukkan Arcelia di sofa ruang tamu.
" Ck, kemana dia? Sudah ku bilang tunggu disini juga. " Sekembalinya dengan membawa benda yang dicarinya, Irsyad justru tak menemukan Arcelia ditempat tadi ia meninggalkannya.
Dengan langkah cepat bahkan sampai berlari kecil Irsyad keluar dan menemukan Arcelia yang sedang melangkah mendekati mobilnya sendiri, sepertinya dia tetap nekad sampai akan pergi tanpa menunggunya lebih dulu.
" Ck, selalu saja keras kepala seperti ini! " Gerutu Irsyad dengan semakin mempercepat langkahnya.
Grep
Segera ia raih dan sedikit menarik tangan Arcelia yang hampir berhasil memasuki mobilnya itu.
" Kemana? Sudah ku bilang tunggu dulu, kau malah pergi. Sekarang coba ganti, huh.. Untung Bunda memiliki ini. " Ujar Irsyad yang kemudian langsung berjongkok meraih kaki istrinya.
" Ih.. Irsyad, sudah ku bilang tidak usah. Aku tidak mau! " Arcelia menarik kakinya kemudian menghentakkannya dengan kesal.
__ADS_1
" Pakai ini, atau tidak usah pergi ke kantor sekalian!! " Ancam Irsyad sudah semakin geram dengan sikap keras kepala istrinya itu.
......................