
Malam harinya, masih di hari yang sama dengan kepergian Irsyad ke luar kota. Terlihat disebuah rumah mewah yang nampak sepi karena memang malam sudah semakin larut, bahkan hembusan anginnya seakan mampu menusuk dan menukik sampai kedalam tulang. Para pekerja rumah pun pastinya sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing dan sudah mulai terlelap dalam rengkuhan selimut tebal mereka masing-masing.
Di sana terlihat Arcelia yang baru saja masuk kedalam rumah setelah pulang dengan diantar mobil milik asistennya, ya tadi pagi karena rasa malasnya Arcelia enggan untuk membawa mobil miliknya sendiri dan jadilah dia meminta Devin untuk menjemputnya ke kantor hingga sekarang harus mengantarnya lagi pulang.
Hari ini Arcelia memang sengaja lembur dan pulang malam, selain karena rasa kesal sebab perginya Irsyad. Dia juga sebenarnya bingung menghabiskan malam ini dan malam-malam selanjutnya tanpa ada Irsyad ketika ia tidur nanti, wajar saja sih dia merasa seperti itu karena selama beberapa bulan terakhir dia memang hanya akan tertidur lelap jika dia dikeloni oleh Irsyad.
Dan sekarang untuk pertama kalinya lagi dia harus tidur sendiri, ya sebenarnya Arcelia bisa-bisa saja dan tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi bagaimana dengan bayi di kandungannya ini, apa dia juga akan bisa memahami situasi dirinya pada malam hari ini? Secara kan bayinya ini yang selalu memintanya untuk terus berdekatan dan menuntut perhatian dari Irsyad.
" Haah.. " Menghela napas seraya menghempaskan tubuhnya ke sofa saat dia sudah berada dalam kamar tidurnya. Menatap sekeliling kamar dengan perasaan yang terasa kosong.
" Ck, benar-benar keterlaluan dia! Bahkan sampai tengah malam begini pun, dia tidak lagi menghubungiku. Menanyai keadaanku misalnya? Ah, atau hanya sekedar menanyakan kondisi anaknya saja dia tidak! " Gerutu Arcelia yang kesal membanting ponselnya asal, Irsyad hanya mengiriminya pesan singkat saja tadi siang. Memberitahu bahwa dia sudah sampai di kota tujuannya dan setelah itu sudah, tidak ada lagi.
Arcelia menjadi semakin kesal dan dibuat uring-uringan karena hal itu, ternyata tanpa dia sadari dia menunggu dan mengharapkan Irsyad menghubunginya. Memberinya perhatian dan saling memberikan kabar satu sama lain, namun harapannya itu kandas sudah karena sejak tadi siang sampai saat inipun Irsyad tidak ada tanda-tanda akan menghubunginya lagi.
Kecewa? Ya, sedikit Arcelia akui bahwa dirinya itu kini merasakan kecewa, walau sebenarnya masih sedikit heran dan bertanya-tanya mengapa dirinya harus sampai merasakan semua hal itu.
__ADS_1
Huftt.. Daripada terus menunggu Irsyad yang pastinya sudah sibuk dengan dunia miliknya sendiri, Arcelia pun bangkit dan memilih untuk berendam air hangat saja barang sebentar karena mengingat sekarang sudah terlalu malam dan cuacanya pun lumayan dingin dan tidak terlalu mendukung.
°°°°°
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.43 malam menuju dini hari, dan sudah hampir tiga puluh menit dari sejak Arcelia selesai berendam singkatnya. Namun selama itu juga nampaknya Arcelia belum juga bisa tertidur dan memejamkan kedua matanya, terlihat sejak tadi dia terus saja berguling ke kiri dan ke kanan memposisikan dirinya agar jauh lebih nyaman dan agar mudah tertidur.
Namun, sepertinya semua usahanya itupun sia-sia, karena nyatanya sampai saat ini dia belum juga bisa tidur. Meski sudah merasakan kantuk yang teramat, tetap saja setiap dia mencoba memaksakan matanya untuk terpejam perasaan was-was dan tak nyaman selalu berhasil membuatnya kembali terjaga.
Bergerak gelisah karena sudah benar-benar bingung harus melakukan apalagi, hingga akhirnya Arcelia terlihat kembali bangkit dan memposisikan dirinya untuk duduk.
" Huh.. Bagaimana ini? Kira-kira apa ya yang harus kulakukan? Karena tentu saja aku tidak bisa jika harus terus tergantung padanya seperti ini. " Ucap Arcelia sambil terus berpikir untuk menemukan jalan keluar dari permasalahannya itu.
Arcelia berjalan menuju ruang ganti, mencari sebuah barang yang akan menjadi salah satu alat untuk melancarkan idenya itu. Setelah menemukannya, dia pun segera membawa barang yang berupa sebuah kaos oblong milik Irsyad itu ke meja rias miliknya.
Di sana, di atas meja rias itu terdapat beberapa barang miliknya juga milik Irsyad yang berjejer dengan rapih dan sangat teratur, meski sebenarnya barang-barang milik Irsyad hanya ada sebagian kecil dan itupun berada disalah satu pojok bahkan hampir tertutupi oleh barang milik Arcelia. Karena memang kebanyakan meja itu dipenuhi oleh barang mungil dan beberapa koleksi make-up kepunyaan sang nyonya besar, tapi ya sudahlah lah yaa tak perlu kita bahas hal itu.
__ADS_1
Sebuah senyuman terbit dari bibir perempuan cantik itu, ketika menemukan barang milik Irsyad yang sedang dibutuhkannya itu ternyata ada di sana. Tadinya dia pikir Irsyad membawa benda itu, tapi ternyata sebuah parfum dengan merek kenamaan yang biasa dipakai Irsyad itu masih ada di sana atau mungkin yang ini parfum cadangannya? Ah apapun itu Arcelia tak peduli yang penting misinya malam ini bisa terpenuhi.
Semprot, semprot, semprot. Sekenanya ia menyemprot kaos milik Irsyad itu dengan parfum tersebut sesuka hatinya, hingga menguarkan wangi seperti bau tubuh Irsyad yang biasa ia peluk di setiap malamnya. Ya, meskipun rasanya akan berbeda kali ini tapi Arcelia sangat berharap jika caranya ini akan membantunya untuk bisa tertidur malam hari ini.
Setelah dirasa cukup dan wangi, dibawanya kaos itu menuju ranjang dia akan mencoba tidur dengan memeluk dan mengendusi bau harum yang menguar dari kain kaos tersebut. Namun disaat dia akan berbaring, rasanya akan kurang jika ia hanya memeluki sebuah kain saja hingga hal gila lainnya terlintas lagi di kepalanya itu. Ah entahlah, Arcelia sendiri merasa bahwa dirinya sudah benar-benar gila sekarang.
Dia sampai melakukan segala cara dan hal aneh hanya untuk dirinya bisa terlelap tidur, tapi sudahlah lagipula siapa yang akan peduli bahkan saat ini tidak akan ada siapapun yang akan melihat semua tingkah konyolnya itu.
Diraihnya sebuah bantal guling yang sejak tadi teronggok begitu saja disampingnya, dengan lihainya ia pakaikan kaos putih milik Irsyad tadi pada bantal guling tersebut dan setelah terpasang dengan sempurna, tak menunggu lama lagi Arcelia pun berbaring sembari memeluki guling yang ia kenakan sebuah kaos itu.
Eemmm.. Lumayanlah ini sedikit membantu juga hampir menyerupai Irsyad, gumam Arcelia dengan cekikikan tak jelas.
Konyol dan sungguh aneh memang kelakukan Arcelia yang satu ini, nekat sampai melakukan segala hal gila hanya demi mencapai apa yang dia inginkan. Ya, memang seperti itulah nyatanya seorang Arcelia, tidak akan memperdulikan apapun dan siapapun lagi jika sudah menginginkan sesuatu. Apalagi bisa dibilang ini cukup mendesak.
Dan untunglah kelakuan anehnya ini membuahkan hasil, karena tak butuh waktu lama dari itu akhirnya Arcelia pun bisa berhasil tertidur dengan nyaman.
__ADS_1
......................
...Like, Coment, Vote, Gift dan Subscrib yaa❤❤...