
Di waktu yang beranjak semakin malam ini, terlihat Arcelia yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi ke negeri mimpi.
Dia yang beberapa saat lalu pulang dari pesta terlihat nampak sangat lelah dan letih, hingga tak sempat memikirkan apapun lagi bahkan Irsyad yang belum pulang pun tak disadarinya. Tujuannya hanya satu yaitu segera tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.
Tapi baru saja dia merebahkan diri dan akan memejamkan matanya, tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar dan meneriaki namanya.
" Liaaaa.. " Seru orang itu dengan penampilannya yang terlihat sedikit berantakan.
Meski terkejut tapi Arcelia memilih untuk tidak bereaksi, dia sudah tidak sanggup jika harus bertikai dan menanggapi Irsyad yang sepertinya tengah kacau itu. Dia memilih memejamkan matanya dan pura-pura untuk tidur, tapi lagi-lagi sangat disayangkan Irsyad semakin mendekatinya dan nampaknya dia tahu jika dirinya hanya sedang berpura-pura.
" Sudahlah.. Aku tahu kau hanya pura-pura. Bangun, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " Ucapnya seraya mendudukkan dirinya ditepi ranjang sangat dekat dengan Arcelia berbaring.
" Hmm.. Besok saja lagi, hari ini aku sangat mengantuk. " Balas Arcelia tanpa menoleh bahkan membuka matanya pun tidak, dia benar-benar mengantuk saat ini.
" Bagaimana menurutmu, jika kita penuhi saja permintaan Bunda sekarang? " Lanjut Irsyad ambigu, seperti biasa dia selalu seenaknya dan tetap memaksa bicara meski Arcelia sudah menolaknya.
" Apa maksudmu? Ah sudahlah, kubilang besok saja. Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang! " Ujar Arcelia yang tidak bisa menangkap ucapan Irsyad sama sekali, mungkin dalam satu kedipan mata ia sudah akan tertidur dengan lelap.
" Hei.. Sudah kubilang bangun! Jangan tidur dulu, mari sebelumnya kita lakukan sebuah misi penting! " Ucap Irsyad lagi dengan tambah membuat Arcelia bingung, bahkan dia kini sudah terduduk dengan wajah kesalnya karena Irsyad dengan tak hentinya mengguncang terus tubuhnya.
" Ada apa sih?! Apa tidak bisa besok saja, heh? Kau benar-benar menyebalkan! " Kesal Arcelia dengan wajah memberenggut dan bibir yang dikerucutkan saking kesalnya.
Tapi tanpa pernah diduga oleh siapapun, Irsyad dengan segera menyerobot bibir manis yang nampak menggoda itu. Bukan hanya sekedar kecupan akan tetapi lebih daripada itu, tanpa malu dan ragu ia menyesapnya dengan rakus dan menuntut.
__ADS_1
Arcelia terkejut, benar-benar terkejut. Matanya yang semula ogah-ogahan untuk terbuka itu kini seketika terbelalak dengan lebarnya, jika saja bukan karena Irsyad yang menahan tengkuknya mungkin ia akan terjerembab kebelakang karena serangan dadakan Irsyad tersebut.
Meski ingin protes tak terima oleh tindakan Irsyad yang tiba-tiba ini, yang bahkan tanpa sopan santun merenggut ciuman pertamanya dengan cukup memaksa. Tapi, Arcelia benar-benar tidak bisa berkutik lagi karena serangan Irsyad yang tanpa henti juga sebab dirinya yang masih diselimuti oleh keterkejutan yang membuat pikirannya seakan buntu dan tiba-tiba terhenti untuk berputar.
Dengan pelan dan sangat perlahan Irsyad mendorong tubuh Arcelia untuk berbaring kembali, meski tak pernah ia pikirkan sebelumnya hal ini akan terjadi tapi nyatanya nalurinya lebih kuat dan membuatnya sadar tak sadar melakukan hal tersebut.
" A..apa yang kau lakukan!? " Tanya Arcelia dengan sedikit tersengal ketika panutan mereka terlepas dan kini posisinya sudah terbaring sempurna.
" Apa kau sedang mabuk sekarang? Kau sadar dengan apa yang kau lakukan ini, kenapa tiba-tiba bersikap seperti ini? " Ujar Arcelia menatap Irsyad penuh selidik, ia menjadi sanksi apalagi penampilan Irsyad yang berantakan dan wajah kacaunya saat ini membuatnya semakin yakin saja dengan kecurigaannya itu.
" Hei.. Jangan sembarangan kau bicara! Asal kau tahu selama hidup, aku tidak pernah dan tidak akan pernah menyentuh minuman haram itu!! " Bantah Irsyad tak terima dengan tuduhan Arcelia, dan hal itu membuatnya menjadi semakin yakin dengan apa yang ingin dilakukannya.
Dia akan membuktikan bahwa apa yang dikatakannya dan apa yang akan dia lakukan ini serius dan dengan kesadaran penuh.
" Hahh.. A..a..apa maksudmu?! " Panik Arcelia tanpa pernah sebelumnya ia berpikir Irsyad akan bersikap seperti ini, dimana mereka saja belum pernah membicarakan dan mendiskusikan masalah ini dengan baik.
" Aku tahu, kalau kau mengerti maksud ucapanku! " Tandas Irsyad tak ingin menjelaskan apapun lagi.
" I..iya aku tahu, tapi maksudku ke..napa harus tiba-tiba begini? Kita perlu membicarakannya dulu'kan? " Tanya Arcelia lagi dengan semakin tak karuan karena Irsyad terlihat sudah melepas sabuk dari celananya.
" Sepertinya sudah tidak perlu kita bicarakan lagi, bukankah kau juga sudah mempersiapkan semuanya? Jadi mari tinggal kita lakukan saja. " Ucap Irsyad merujuk pada ucapan Arcelia yang keceplosan waktu itu.
" Haah! Itu.. Ya, aku memang sudah memikirkannya, tapi tidak untuk melakukannya sekarang. Ini terlalu cepat untuk kita Irsyad, aku.. Aku masih belum siap! " Kilah Arcelia yang memang belum terpikirkan olehnya akan melangkah sejauh ini, dengan hubungan mereka yang masih sama tanpa ada perkembangan apapun.
__ADS_1
" Kenapa? Apa yang membuatmu belum siap, hah?! Apa justru kau berubah pikiran sekarang, kau pasti sudah memiliki rencana lain kan?!! " Marah Irsyad karena berpikir penolakan Arcelia pasti ada hubungannya dengan pria yang ada di pesta tadi.
" Aku..hanya belum siap, karena aku masih belum bisa mencintaimu. Itu saja, aku tidak menginginkannya sekarang! " Ucap Arcelia sambil mendorong tubuh Irsyad menjauh darinya, namun nyatanya sia-sia Irsyad tak bergerak sama sekali oleh dorongannya itu.
" Tentu saja, cinta tak akan pernah ada diantara kita. Jika kau sendiri yang memberikannya kepada orang lain!! " Geram Irsyad namun dia tahan hanya dalam hati.
" Itu bukan alasan yang tepat Arcelia, aku tahu kau hanya sedang mencari-cari alasan saja saat ini. Kau ingin menghindari-ku 'kan? " Irsyad merasa semakin emosi ketika mengingat potongan-potongan kejadian tadi di pesta Richard.
" Tidak Irsyad, aku serius! Itu memang kenyataannya, jadi mari kita lakukan hal ini disaat hubungan kita mulai membaik nanti, tapi tidak untuk saat ini! " Tawar Arcelia berharap dengan hal itu Irsyad mau dan mengerti dengan keinginannya, yang memang Arcelia rasa itu yang terbaik bagi hubungan mereka.
" Cih, alasan! " Decih Irsyad dengan tanpa ingin tahu apapun lagi, dia mulai menyerang Arcelia kembali dan akan benar-benar merealisasikan apa yang diinginkannya itu.
" Tidak Irsyad, jangan! Kumohon jangan sekarang! " Tolak Arcelia memberontak ketika Irsyad mulai menggerayangi tubuhnya, bahkan melepas satu persatu pakaian yang dipakainya sampai tak tersisa sehelai pun.
" Tidak akan aku biarkan kau memikirkan yang lain, dan tak akan ku biarkan siapapun berani merebut mu dariku! " Batin Irsyad dengan terus melancarkan aksinya, tanpa terganggu dengan teriakan protes dari Arcelia.
" Irsyad, ku..kumohon-- Aaaaaaaaaaa... " Pekik Arcelia ketika merasakan sakit luar biasa itu.
......................
Pagi semua.. maaf yaa Update nya bolong-bolong🤭 tapi semoga kalian mau sabar nunggu dan bisa ngerti kalau aku juga punya kehidupan pribadi, selain hanya nulis cerita ini.
Sekali lagi maaf yaa🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa dukungannyaa😍