Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
61. Istri tercinta..


__ADS_3

Ceklek


Terdengar suara pintu yang terbuka, Irsyad terlihat berjalan mengendap kedalam kamar tidur Arcelia yang sudah gelap hanya cahaya remang-remang dari lampu tidur yang mengantarkannya sampai ditepi ranjang.


Di sana dia dapat melihat wajah istrinya yang tengah terlelap dengan damainya bagaikan seorang bayi, tidak terganggu dengan hembusan dingin yang menerpa sebagian pahanya yang sedikit terbuka. Ya, selimut yang membalut tubuhnya terlihat tersingkap hingga menampakan kulit putih halusnya itu.


Dengan gerakan perlahan Irsyad naik keatas ranjang, membetulkan posisi selimut istrinya. Menatap wajah cantik yang terlelap itu dengan dalam dan lamat, sudah lama sekali rasanya ia tak bisa menikmati pemandangan ini. Rindu, dan sangat ingin dirinya memuaskan semua perasaan yang selama ini dia tahan itu.


Setelah cukup lama dan puas Irsyad pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Arcelia, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dia pun tidur seraya merengkuh tubuh istrinya itu. Ya, mumpung dia sedang tertidur lelap kan jadi tanpa rintangan dan melalui perdebatan Irsyad bisa melakukannya dengan bebas tanpa harus memberikan alasan apalagi penolakan.


" Emmh.. " Lenguh kecil Arcelia yang sedikit merasa terganggu dengan pergerakan dan rengkuhan Irsyad ditubuhnya.


Mendengar itu Irsyad pun dengan cekatan memberikan kenyamanan kepada Arcelia, tanpa ingin mengubah posisinya saat ini sedikitpun. Berbaring dengan saling berhadapan, karena kebetulan Arcelia tengah berbaring menghadap kearahnya sehingga Irsyad pun bisa dengan leluasa menatapi wajah istrinya itu.


" Lia.. Maafkan aku. Aku harap begitu kau bangun besok, kau sudah tidak marah lagi padaku. " Ucap Irsyad dengan berbisik disebelah telinga istrinya, kemudian diapun memberikan kecupan yang cukup lama di kening istrinya sebelum akhirnya diapun ikut terlelap dengan tetap merengkuh tubuh Arcelia.


Beberapa jam kemudian..


Arcelia terlihat mengerjapkan matanya, rasa ingin buang air kecil berhasil mengusik tidurnya, digerakkan tubuhnya yang terasa berat seakan tertimpa sesuatu itu perlahan.

__ADS_1


Begitu matanya berhasil terbuka, dia terkejut sekaligus mendelik tak suka melihat orang yang saat ini tengah memeluk tubuhnya itu.


" Dih sejak kapan dia ada disini? Dan mau apa sebenarnya dia? Oh ya, dimana Bunda? Kenapa Bunda bisa membiarkan ini terjadi? " Batin Arcelia dengan berbagai pertanyaan yang dimilikinya.


Namun, pada akhirnya Arcelia pun memutus semua pertanyaannya dulu karena panggilan alamnya semakin mendesak dan membuatnya tak tahan. Dihempaskannya lengan Irsyad yang masih setia melingkar di pinggangnya itu, Arcelia bangkit dan sebelum dirinya berlalu ke kamar mandi dia sempatkan untuk melihat wajah Irsyad dalam tidur lelapnya itu, ada rasa hangat yang entah mengapa ia rasakan di lubuk hatinya saat ini.


Selepas dari kamar mandi, Arcelia tidak langsung kembali ke tempat tidurnya. Dia memilih turun menuju dapur, berupaya mencari sesuatu yang dapat meredakan rasa laparnya saat ini.


" Hmm.. Apa ya? Apa tidak ada makanan yang bisa membuatku kenyang ya? " Gumam Arcelia sambil melihat-lihat isi kulkas yang mana hanya terdapat sayuran dan bahan-bahan makanan mentah yang harus diolahnya terlebih dulu, sementara dirinya yang memang tidak bisa memasak sama sekali.


Karena tak melihat makanan lainnya, Arcelia pun hanya mengambil dua buah apel saja berharap dengan itu dirinya bisa kenyang dan dapat kembali melanjutkan tidurnya karena jujur saja dia masih merasa begitu mengantuk jika bukan karena perutnya yang terus berontak minta diisi mungkin tadi dia sudah memilih melanjutkan tidur.


Bersamaan dengan Arcelia yang tengah melahap makanan temuannya di ruang makan, disaat itu pula Irsyad tak sengaja terbangun dari tidurnya. Dia terkejut kenapa perginya istrinya itu, apa dia pergi karena tahu aku juga tidur dan berada disini? Apa dia masih begitu kesal dan marah, sehingga sekedar berbagi ranjang bersamanya pun dia tak mau?


Dilihatnya lampu ruang makan menyala begitu dia sampai dilantai bawah, dengan segeralah dia melangkah kearah sana. Dan benar saja, dilihatnya punggung seorang wanita yang tengah dicarinya itu berada di sana. Entah sedang apa dirinya duduk di sana di jam segini, mana sendirian lagi. Apa jangan-jangan dia mengigau hingga bisa sampai disini?


" Apa yang sedang kau lakukan disini? " Seru Irsyad begitu jarak diantara mereka sudah cukup dekat, meski Irsyad belum bisa melihat apa yang tengah dilakukan Arcelia karena Arcelia yang duduk memunggunginya.


Dan Arcelia yang saat itu sedang santai mengunyah makanannya pun menjadi tersedak karena terkejut dengan suara yang tiba-tiba menyapanya itu, ya tentu saja dimalam-malam seperti ini dengan suasana yang sangat sunyi dan disaat dirinya sedang sendirian mana mungkin Arcelia tidak akan terkejut dengan suara tanpa aba-aba itu.

__ADS_1


" Uhuk..uhuk.." Suara Arcelia yang terbatuk-batuk, sedangkan disekitarnya tidak ada air untuk bisa ia minum karena tadi dia memang hanya membawa buah apel saja tanpa mengambil air minum.


" Eh..ada apa denganmu? " Irsyad pun sedikit terkejut ketika melihat Arcelia yang kepayahan dengan batuknya itu, hingga sepersekian detik setelahnya Irsyad pun tersadar dan dengan segera membawakan air minum untuk istrinya itu.


" Ck, lagipula kau sedang apa sih jam segini? Rasanya ini masih terlalu malam untuk disebut sarapan. " Ucap Irsyad dengan sedikit meledek Arcelia yang ia tahu sekarang kalau istrinya itu turun karena merasa lapar dan mencari makanan.


" Lalu kau sendiri, sedang apa kau disini? Mau menangkap kelelawar? Atau justru malah mau ikut sarapan denganku, heh? " Balas Arcelia seperti biasa dengan nada ketusnya menatap Irsyad yang kini ikut mendudukkan diri didepannya dengan malas.


" Tentu saja aku turun karena mencarimu, mencari keberadaan istri tercintaku ini dimana? " Ujar Irsyad dengan sengaja ia berbicara seraya menjawil dagu istrinya yang tengah menatapnya sinis itu, lalu iapun sedikit mengedipkan matanya pada Arcelia.


" Cih, kau semakin pintar membual ya sekarang! Sudah ah, tiba-tiba saja aku kenyang melihatmu. " Ucap Arcelia seraya bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan ruang makan itu.


Melihat itu tanpa diminta Irsyad pun turut bangkit dan mulai mengekori langkah kaki Arcelia, kembali naik ke kamar mereka dan tiba-tiba Arcelia menghentikan langkahnya tepat diambang pintu dan berbalik menatap Irsyad yang sejak tadi berjalan dibelakangnya.


" Kenapa kau ikut kemari? Tadi juga, kenapa kau bisa berada dikamar ku? Kau jangan curang ya, aku akan memberitahu Bunda soal ini nanti! " Ancam Arcelia memperingati dan mencegah Irsyad untuk masuk kedalam kamarnya.


Irsyad hanya tersenyum miring mendengar perkataan Arcelia, gemas sendiri dengan cara dia bicara dan mengancamnya barusan. Padahal jelas-jelas dia yang tidak tahu apa yang sudah sebenarnya terjadi tadi malam, namun masih saja sok-sok mau mengintimidasi dan menyudutkannya sekarang.


" Oh ya, kau akan melaporkannya pada Bunda? Heh.. Silahkan saja, karena aku tidak takut sama sekali! " Tandas Irsyad semakin meringsek mendekati Arcelia kemudian mendorongnya lembut untuk masuk kedalam kamar.

__ADS_1


" Hei.. Apa yang kau lakukan! " Pekik Arcelia mencoba mendorong Irsyad balik agar keluar dari kamarnya, namun dengan cepat Irsyad mendekap tubuhnya dan menggiringnya kembali ke ranjang. Dan kericuhan diantara merekapun kembali terjadi dimalam gelap menuju fajar ini.


......................


__ADS_2