Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
23. Ganti rugi


__ADS_3

" Aaaaaa " Teriak seseorang yang terkejut setengah mati di pagi hari buta seperti ini.


Dia shock juga bingung kenapa posisi tidurnya jadi begini, dimana tangan dan tubuhnya kini melekat erat dengan tubuh hangat istrinya. Ah, bukankah seharusnya hal seperti ini wajar dan biasa dilalukan oleh seorang yang berpasangan? Tapi seperti yang kita tahu hubungan kedua manusia ini agak berbeda dari yang lain.


" Sejak kapan posisinya jadi seperti ini? " Gumam-gumam Irsyad kebingungan.


Irsyad yang begitu terkejut dan secara reflek mendorong tubuh Arcelia agar menjauh dari tubuhnya ketika dia baru saja membuka mata. Bukan karena jijik atau tidak menyukainya, namun ini murni reaksi reflek karena dia benar-benar terkejut. Wajar saja, karena sejak awal baik dia sendiri dan Arcelia selalu saja membuat jarak dan tidak pernah membiasakan sentuhan fisik di dalam hubungan mereka.


Dan tentu saja hal ini menjadi hal yang cukup mengagetkan, dimana tadi wajahnya dan wajah Arcelia berhadapan dan begitu dekat bahkan hampir tak berjarak sama sekali. Tubuh mereka yang menempel dan saling menghangatkan satu sama lain, karena ya bukan hanya Irsyad saja yang memberi pelukan namun begitupun dengan Arcelia yang tak kalah memberikan pelukan yang cukup erat pada tubuh Irsyad.


Dan sepertinya semalaman mereka berada dalam kenyamanan dan kehangatan yang saling mereka berikan satu sama lain, sehingga tidur mereka pun tak terusik bahkan justru semakin tertidur dengan nyenyak-nya. Sebenarnya dari sana sudah cukup membuktikan bahwa baik Arcelia maupun Irsyad sudah saling bergantung dan membutuhkan, namun sangat disayangkan karena keduanya masih sama-sama belum menyadarinya dan bahkan mereka yang masih terlalu menjunjung tinggi gengsi dan egoisme masing-masing.


Disini Irsyad sekarang, terduduk dengan bersandarkan headboard ranjang menatap pada Arcelia yang sepertinya tidak begitu terusik oleh teriakan dan dorongannya tadi, hanya terdengar sedikit lenguhan dari bibir mungil dan ranumnya itu. Mungkin juga karena efek semalam ia tidak bisa tidur, hingga membuatnya begitu terlelap seperti saat ini.


Tak bisa Irsyad singkirkan bahwa saat ini dia sedang merasakan perasaan aneh yang kini menyeruak di dalam dadanya, entah rasa apa itu Irsyad pun tak bisa hanya untuk sekedar mendeskripsikannya. Ini terlalu asing dan rumit untuknya dan karena hal itulah lagi-lagi dia memilih untuk kembali mengabaikannya. Ada hal yang lebih ingin ia lakukan saat ini, yang pastinya hal ini akan jauh lebih seru dan menarik untuknya.


Sebuah seringai kini sudah tercetak di bibirnya, dan tanpa menunggu lama lagi Irsyad pun mulai melancarkan aksinya.


Terlihat ia kembali berbaring dan mengulang semua posisi yang ia lihat ketika tadi ia terbangun, namun yang berbeda sekarang hanya Arcelia lah yang memeluk dirinya sedangkan Irsyad sendiri bertingkah seolah dia yang tidak mengetahui apapun. Sungguh licik dan ular sekali idenya itu. Kemudian ia pun membuat sebuah gerakan yang ia tujukan agar membuat istrinya itu terbangun dan dengan begitu ia pun bisa melancarkan aksi jahilnya.


" Mmmmm.. " Dan akhirnya lenguhan Arcelia pun terdengar menandakan bahwa kini tidurnya terasa terganggu.

__ADS_1


Tapi bukannya membuka mata, tanpa sadar ia justru semakin merapatkan pelukannya pada Irsyad berusaha mencari posisi yang lebih nyaman untuk ia melanjutkan tidurnya. Mendusel-duselkan kepalanya beberapa kali di dada bidang milik Irsyad, hingga membuat sang pemilik tubuh itu pun merasa gelisah karena harus menahan sesuatu yang tidak sengaja terpancing itu.


" Ck. Licik sekali dia dengan berusaha menggodaku begini! " Ucap Irsyad meski hanya sebuah gerutuan dalam hati.


Tak ingin niatan awalnya itu gagal Irsyad pun tak tinggal diam, kembali dia berusaha untuk membangunkan Arcelia. Meski kini dia harus setengah mati menahan gejolak ditubuhnya, karena perbuatan Arcelia tadi. Tapi demi melanjutkan kejahilannya itu dia bahkan rela untuk tersiksa, ck! sungguh kekanakan sekali tingkah Irsyad itu.


" Hei.. Apa yang kau lakukan? Aku masih mengantuk, jangan ganggu aku! " Ucap Arcelia dengan suara serak khas orang bangun tidur, ia bahkan belum menyadari posisinya yang kini masih memeluk Irsyad dengan begitu posesif.


" Apakah sangat nyaman hemm, tidur sambil memelukku? Bahkan sampai saat ini pun kau masih enggan melepaskannya. " Sindir Irsyad dengan sengaja ingin memancing sekaligus menyadarkan Arcelia.


Dia terlihat mengulum senyumnya karena dengan bodohnya Arcelia masih saja memeluk tubuhnya, entah akan seperti apa reaksinya nanti begitu tersadar. Aah, rasanya Irsyad sudah tidak sabar menantikannya.


" Memeluk?!! Tidak, tidak, aku sangat yakin semalam dia sudah tertidur. Aku juga sudah memastikannya, jadi tidak mungkin bukan dia tahu apa yang ku lakukan semalam? " Batin Arcelia meyakinkan dirinya bahwa Irsyad tidak akan tahu atas aksi konyolnya semalam.


Entahlah, mungkin karena efek bangun tidur Arcelia bahkan tidak bisa menangkap semua ucapan Irsyad. Setelah cukup menyakinkan dirinya, dengan berani dan kepercayaan dirinya Arcelia pun akhirnya membalas ucapan Irsyad.


" Memelukmu? Kapan aku melakukannya? " Tanya Arcelia memilih untuk pura-pura tidak tahu, benar-benar sangat cocok pasangan satu ini sama-sama licik dan ahli dalam tipu daya.


" Ck. Kau berusaha mengelak heh!? Lalu apa ini? " Tunjuk Irsyad pada lilitan tangan yang melilit tubuhnya.


" Apa? " Tanya Arcelia dengan ekspresi polosnya menatap pada Irsyad bingung. Namun sepersekian detik kemudian dia dibuat tercengang ketika melihat dimana kini tangannya sedang berlabuh.

__ADS_1


Secepat kilat dia pun menarik tangannya dan dengan segera mengambil posisi aman hingga berjauhan dari tubuh Irsyad.


" Aaaah sial! Kenapa jadi begini! " Gumam hati Arcelia dengan merah padam bagaikan kepiting rebus.


" Cih, dasar tidak mau mengaku! Aku ingin lihat sekarang, kau mau mengelak seperti apa lagi heh! Dan melihat ini, menurutku ini sudah cukup untuk dijadikan sebagai bukti! " Decih Irsyad semakin gencar memojokkan Arcelia.


" Dih a..apanya sebagai bukti, aku be..begini juga karena kau yang memulainya. Enak saja main tuduh. " Kilah Arcelia gelagapan dengan cepat ia pun memalingkan wajahnya untuk menutupi kegugupannya.


" Apa benar yaa.. Semalam aku yang memeluknya duluan? " Tanya Irsyad dalam hati mencoba mengingat kembali, karena jujur saja dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi semalam hingga harus terbangun dengan disuguhi pemandangan seperti tadi.


" Aah sudahlah, tidak perlu mengelak lagi. Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus ganti rugi sekarang! " Tak ingin semakin panjang membahas persoalan itu, Irsyad pun memilih menggunakan kesempatan emas ini untuk keuntungan pribadinya.


......................


Like


Komen


Vote dan


Hadiah nya yaa kalau ada😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2