Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
38. Arcelia bahagia


__ADS_3

Sedangkan disisi lain, disebuah jalan yang mulai terlihat agak lenggang karena para pekerja yang tengah memburu makan siang mereka pun mulai berangsur berputar balik dan kembali ke perusahaannya masing-masing, mengingat waktu istirahat mereka akan segera habis.


Dan di sanalah Irsyad kini berada, mengendarai mobilnya untuk kembali menuju perusahaan miliknya. Jika yang lain kembali sehabis dari makan siangnya, berbeda dengan Irsyad yang ternyata baru saja kembali dari memantau salah satu perusahaan anak cabangnya.


Ketika tengah asik mengemudi, tidak disengaja pandangannya menatap sesosok yang sangat dikenalinya. Tidak, ternyata sosok itu tidak sedang sendirian ada dua orang lainnya yang kini tengah membersamainya. Terlihat sepertinya mereka baru keluar dari sebuah resto sehabis makan siang bersama, seketika itu raut wajah Irsyad yang semula tenang kini berubah menegang dengan kedua tangan yang mencengkram kuat stir kemudinya.


Ada perasaan marah yang seakan siap untuk membakar segala yang ada disekelilingnya, tak terima rasanya melihat sosok pria itu kembali berdekatan dengan sesuatu yang menjadi miliknya, seolah takut jika pria itu akan mengambil bahkan merebut wanita yang bahkan kini sudah mengandung anaknya itu.


Namun jika dikatakan dia sedang cemburu saat ini, tentu saja Irsyad akan menepis dan menyangkalnya mentah-mentah tuduhan itu. Lalu kika bukan karena cemburu, kenapa kau harus semarah itu? Ledek hatinya sendiri ikut memanasi pikirannya yang masih tetap keukeh menyangkal kenyataan tersebut.


Aah.. Apapun itu alasan, aku tetap tidak suka dan tidak terima mereka masih saling bertemu dan berhubungan seperti saat ini. Ck, kapan sih kerja sama diantara mereka itu akan berakhir? Bahkan jika perlu batalkan saja kerja sama tidak berfaedah itu! Gerutuan Irsyad yang sudah meleber kemana-mana.


Hingga akhirnya dengan membawa hati yang sudah kepanasan bahkan terbakar, Irsyad pun memilih untuk meninggalkan tempat tersebut, melaju membelah jalanan siang hari itu.

__ADS_1


.....


" Jadi.. Nona Arcelia sedang mengandung saat ini!? " Tanya Richard dengan berusaha mengendalikan raut dan nada terkejutnya saat ini, tadi disaat makan siang tengah berlangsung tidak sengaja dirinya mendengar pembicaraan Arcelia dengan Devin yang sedang menyinggung persoalan tersebut. Dan untuk memastikan pendengarannya tadi, akhirnya dia pun memberanikan diri bertanya secara langung pada Arcelia.


Ya, sebenarnya hal seperti itu adalah sesuatu yang wajar bagi seorang wanita yang sudah bersuami seperti partner kerja cantiknya ini. Namun, entah mengapa mendengar dan mendapatkan berita ini tetap mengejutkan baginya, bahkan lebih ke sakit hati dan kecewa yang ia rasakan karena berita tersebut.


Tak bisa Richard pungkiri jika dirinya memang menaruh harapan pada wanita cantik didepannya ini, perasaannya yang semula hanya sebuah rasa kagum akan kecantikan dan kecerdasannya, semakin lama justru membuatnya semakin jatuh akan pesona luar biasa yang dimiliknya itu.


Dia tahu dan sadar jika semua ini salah, bahkan sudah sedari awal pertemuan mereka pun dia sudah mengetahui jika wanita yang dikaguminya itu sudah berstatus istri orang lain. Namun, ini tentang rasa yang tak bisa ia tepis dengan mudahnya dan tentang hati yang tak bisa begitu saja ia kendalikan. Ah! Sebenarnya ia sudah tahu, cepat atau lambat semuanya pasti akan berakhirnya seperti ini. Namun entahlah, hatinya itu terus saja bersikeras mempertahankan perasaannya yang bahkan baru saja tumbuh itu, hingga akhirnya kini ia harus menelan pil pahit ini.


" Oh tidak, bukan begitu. Saya hanya sedikit terkejut saja anda mengetahuinya, karena memang saya belum memberitahukan mengenai hal ini pada khalayak ramai. " Ucap Arcelia yang menjadi tak enak hati karena ucapan Richard barusan yang terdengar merasa bersalah.


" Ah.. Jadi benar yaa.. Kalau begitu, saya ucapkan selamat untuk kehamilan anda Nona. " Sahut Richard menanggapi ucapan Arcelia yang secara tidak langsung memang membenarkan hal tersebut, hingga tak lupa ia pun mengutarakan ucapan selamatnya meski masih dengan perasaan berat hati.

__ADS_1


" Iya, saat ini saya memang sedang hamil. Dan terima kasih atas ucapan anda. " Arcelia terlihat begitu berseri ketika mengucapkannya, terlihat juga ia yang langsung reflek mengelus perutnya.


Melihat itu Richard tentu saja dapat mengetahui betapa Arcelia sangat bahagia dengan keadaannya tersebut, dan hal itu membuat hati Richard semakin berdenyut sakit saja.


" Haha.. Anda terlihat sangat bahagia Nona, saya turut senang melihatnya. " Ujar Richard lagi dengan tawa hambarnya, meski sakit namun tak dipungkiri dia juga senang melihat senyum dan raut bahagia Arcelia itu.


" Iya, tentu. Aku memang bahagia. " Gumam Arcelia sangat kecil seraya masih mengusap dan mengelus perutnya. Meski sebelumnya dia sempat menolak dan tak menginginkannya, namun jujur saja Arcelia merasa sangat bahagia dengan keadaannya itu saat ini. Seolah kini ada puluhan bunga-bunga yang bersemi dan bermekaran didalam hatinya itu.


Apalagi ketika mengingat kandungannya itu kini berangsur mulai membesar, Arcelia sendiri sampai tidak menyadari jika usia kandungannya itu sekarang sudah akan menginjak usia 4 bulan. Ya, sudah hampir dua bulan lamanya semenjak dia mengetahui jika dirinya itu tengah berbadan dua.


Selama itu juga ia nikmati hari-harinya dengan penuh kelancaran dan rasa syukur, karena tidak mengalami kendala dan kesulitan yang begitu berarti. Baik dirinya maupun kandungannya berada dalam keadaan yang sehat ketika terakhir kali dirinya memeriksakan diri beberapa hari yang lalu.


Dan dalam waktu dekat ini, rencananya dirinya beserta keluarga akan segera mengadakan acara 4 bulanan kehamilan pertamanya itu. Lidya, ibu mertuanya itu kini sedang sangat sibuk dan yang paling direpotkan dalam mengadakan acara tersebut. Saking antusiasnya, beliau bahkan sampai menolak untuk menyerahkan acara tersebut pada pengatur acara yang sudah Arcelia dan Irsyad sewa untuk membantu mengadakan acara syukuran itu.

__ADS_1


Hahh.. setidaknya semua yang terjadi pada kehidupannya kini, membuat segala rasa takut dan khawatir Arcelia sedikit terkikis. Dan dapat dikatakan bahwa Arcelia bahagia dengan kehidupan dan keadaannya itu kini.


......................


__ADS_2