
" Ah sayang, Akhirnya kau turun juga. Kemarilah kenalkan ini tante Mei, dia sudah menunggumu sejak tadi. " Seru Lidya tepat ketika melihat Arcelia sudah berhasil menjejakkan kakinya di ruangan itu.
" Aaaaa! Kenapa harus sekarang sihh! " Pekik Arcelia dalam hati karena lagi-lagi ia harus gagal untuk memperbaiki kebodohan terbesarnya itu.
" Oh ya maaf tante, sudah membuatmu menunggu. Perkenalkan saya Arcelia, senang bisa bertemu dengan tante. " Sapa Arcelia dengan ramah, ya meski tetap saja pikirannya kini masih tak karuan. Ingin memaksa pergi dan meninggalkan acara ini pun rasanya itu tidak mungkin.
" Ah baiklah, selesaikan saja dulu ini dengan baik Arcelia! " Ucapnya pada dirinya ketika ia melihat sekeliling rumah yang memang sudah ramai oleh tamu-tamu mertuanya.
" Ah ternyata benar apa yang mereka bilang, kau sangat cantik nak. Senang juga bisa bertemu denganmu. " Puji wanita paruh baya itu yang namanya tadi disebutkan oleh Lidya. Dia bahkan tak segan merangkul dan menepuk pelan pipi Arcelia, seakan sudah mengenalnya lama.
" Aha.. Tante bisa saja, aku biasa aja kok Tan. " Balas Arcelia menimpali pujian wanita bernama Mei itu sekenanya, wanita itu terlihat menyunggingkan senyum manisnya bahkan tatapan matanya sejak tadi tidak beralih dari memandangi wajah Arcelia. Membuatnya menjadi sedikit risih dan kikuk karena tak tahu harus bersikap bagaimana.
" Kalau begitu, ayo! Bunda akan memperkenalkan mu pada yang lain juga. Mereka pasti sangat senang, karena sudah menanti-nantikan hal ini. Mereka itu sangat menyukaimu lho, sayang. " Ujar Lidya menggiring Arcelia juga Mei sepupunya itu kearah keluarganya yang lain yang kini tengah terlihat berkumpul, bercengkrama dengan sesekali terdengar suara tawa bersahutan di sana.
Dan ya, Arcelia melihat ternyata Irsyad pun sudah berada di sana menjadi salah satu bagian dari penyebab suara tawa itu muncul. Entah kapan dia pulang, jika dilihat dari pakaiannya sepertinya dia mandi dan bersiap dari rumah mereka, dan barulah kesini. Karena memang Irsyad belum sama sekali masuk dan naik ke kamar mereka yang ada di rumah mertuanya ini.
Tiba-tiba salah seorang wanita paruh baya yang tadi duduk dan ikut bersenda gurau bersama Irsyad dan yang lainnya pun berdiri dan menghampiri Arcelia yang mana dia pun sedang berjalan kearahnya bersama sang ibu mertua dan Tante Mei.
__ADS_1
" Oh hallo.. Akhirnya kita bisa bertemu lagi, bagaimana kabarmu nak Lia kau terlihat semakin cantik saja. Kasih tahu tante dong, apa rahasia kulit mulus bersinar mu ini. " Sapa dan selorohannya ketika mereka sudah berhadapan. Dan tanpa aba-aba dia memeluk dan menautkan pipinya dengan pipi Arcelia bergantian kiri dan kanan, tak ada canggung dan tanpa melihat raut Arcelia yang mulai dipenuhi tanya.
Arcelia terlihat mengerutkan keningnya meski hanya sedikit, seolah dia bertanya dalam kebingungannya 'Siapa?' kenapa dia bilang bertemu lagi, memang pernah ya mereka sebelumnya bertemu.
Dia terlihat sedang mengingat-ingat, kalau saja ternyata mereka benar pernah saling bertemu sebelumnya. Tapi nihil dia tidak mengingat apapun.
" Ah mungkin dia lupa, ini tante Laudia adik Bunda. Sebelumnya kalian memang pernah bertemu, saat acara pesta pernikahan. " Ucap Lidya menengahi ketika melihat anak menantunya itu kelihatan bingung.
" Oh maafkan Lia, karena tidak mengingat tante. Kuharap tante tidak tersinggung dengan sikapku tadi. " Ujar Arcelia sungkan bahkan sudah dua kali dia meminta maaf dan melakukan kesalahan di acara keluarga ibu mertuanya ini.
" Ah tidak, tidak. Santai saja jika bersama kami, kamu tidak perlu terlalu serius begitu. Nanti setelah terbiasa kamu pasti akan mengerti! " Ucap Laudia yang berhasil mencuatkan sebuah tanda tanya baru bagi Arcelia, namun berusaha ia sembunyikan dan abaikan hanya dengan membalas ucapan tantenya itu dengan senyuman.
Di dalam keluarga mereka saling melempar canda dan gurauan adalah sesuatu yang tak asing lagi, bahkan mungkin sudah seperti hal wajib yang menjadi bumbu-bumbu kehangatan dan keharmonisan bagi mereka. Dan karena itu jugalah, mengapa orang-orang didalam keluarga mereka kebanyakan tipe-tipe orang yang tidak mudah baper dan tersinggung. Justru mereka sangatlah santai dan asik, yang mungkin jika dilihat dari kaca mata orang lain terbilang sok asik dan sok kenal 😂😂
" Ya sudah, ayo Bunda antar kamu menyapa yang lain. " Ajak Lidya dengan merangkul Arcelia dengan bangga, raut wajah bahagia tampak jelas terlihat di wajah ibu mertua Arcelia itu.
Dia mulai mengenalkan Arcelia kepada keluarganya satu persatu, digiringnya ke sana dan kemari sambil sesekali berseloroh dan bercerita tentang betapa hebat dan sibuknya menantunya itu dalam karir dan pekerjaannya. Bukannya mau menyombong, hanya saja memang hanya itulah jawaban saat ada yang menanyakan kenapa Arcelia jarang terlihat dan ikut serta dalam acara keluarga seperti ini, lagi pula memang pada kenyataannya Arcelia 'kan hebat. Bela Lidya akan sikap bangganya pada menantunya itu.
__ADS_1
Setelah selang beberapa saat, Lidya pun akhirnya membawa Arcelia untuk duduk bersama dengan yang lain.
" Apa sekarang sudah isi, sayang? " Pertanyaan itu muncul ketika kini mereka sudah duduk dan bercengkrama berbagi cerita dan kehangatan diruang keluarga itu.
Untuk kesekian kalinya kening Arcelia berkerut, berusaha menangkap maksud pertanyaan yang diajukan padanya itu.
Seolah sadar dan mengerti, dengan segera salah satu dari ibu rumpi di sana pun menimpali dan memperjelas pertanyaannya.
" Itu lho, mengandung! Hamil, hamil itu lho maksudnya. Hhehe " Timpalnya dengan membuat gerakan perut buncit dengan tangannya.
Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
" Oh itu.. Belum tante, Arcelia minta do'anya saja ya semoga Tuhan segerakan. " Sahut Arcelia setelah paham maksudnya, dia menjawab dengan tenang meski sebenarnya hatinya kini sudah mulai kembali bertalu mengkhawatirkan hal itu.
Dua kali! Dua kali dirinya mendapat pertanyaan yang sama hari ini. Pertanyaan yang membuat dirinya kembali tak tenang dan dihinggapi rasa khawatir yang nyata. Dia kembali teringat lagi, setelah sebelumnya hampir lupa dan cemasnya mulai menghilang karena candaan dan kebersamaan yang diberikan keluarga hangat itu. Ya meskipun sebenarnya Arcelia terlihat belum begitu bisa untuk mengimbangi kelakar dan bercandaan mereka.
" Aaa.. Rasanya aku ingin berlari keluar sekarang, dan segera untuk memastikan ketakutan-ku ini. " Pekik hati Arcelia yang kembali diserang kegelisahan.
__ADS_1
......................