
Keesokan harinya, seperti yang sudah mereka katakan semalam bahwa mereka akan memberitahu orang tua mereka mengenai kabar gembira tersebut. Dan pagi ini itulah yang sedang mereka lakukan sekarang.
Dengan menenteng beberapa buah tangan Irsyad masuk kedalam rumah milik kedua orang tuanya dengan langkahnya yang riang, diikuti oleh Arcelia yang melangkahkan kakinya dengan santai dibelakang Irsyad. Setelah kejadian memalukan semalam, sebenarnya Arcelia masih cukup merasakan malu sampai pagi hari ini. Sehingga sedari tadi membuatnya memilih untuk tidak terlalu banyak berinteraksi dengan Irsyad.
Sebenarnya Arcelia sedikit tercengang dan merasa heran akan sikap Irsyad yang menurutnya cukup aneh pagi ini, dari semenjak dia bangun tidur dia sudah nampak bersemangat dan lihat sekarang, kenapa wajahnya semakin cerah saja pagi ini?
Karena rasa bahagianya 'kah? Ah.. Arcelia merasa sangsi jika Irsyad benar merasa bahagia.
" Assalamu'alaikum Bun! Ayah! " Pekik Irsyad dengan suara yang terdengar riang, ketika mereka sudah berhasil memasuki kediaman kedua orang tuanya.
" Wa'alaikumsalam Warahmatullaah.. Kalian datang? Kenapa tidak mengabari Bunda? " Sahut Lidya terdengar setelah mereka sudah berada diruang tengah, Lidya yang sebelumnya berada di dapur sampai tergopoh-gopoh menghampiri suara Irsyad berada.
Dia terkejut, pasalnya Irsyad maupun Arcelia memang tidak ada yang memberitahunya bahwa mereka akan datang kerumahnya. Mereka sepertinya sengaja ingin memberi kejutan untuknya dengan kedatangan mereka itu, apapun itu yang jelas Lidya terlihat sangat bahagia hanya dengan kehadiran mereka tersebut.
" Ayo duduk dulu sayang, apa kalian sudah sarapan? Kebetulan tadi Bunda membuat beberapa menu masakan yang salah satunya kesukaan kalian, kalian mau ya mencicipinya? " Ujar Lidya dengan senang mengiring anak dan menantunya untuk duduk terlebih dahulu diruang keluarga itu, setelah sebelumnya saling memeluk dan melepas rindu karena sejak acara keluarga tempo hari mereka tidak bertemu lagi.
" Sudah Bun, kami sudah sarapan di rumah tadi sebelum berangkat kesini. Lain kali nanti Lia cicipi masakan Bunda ya, Lia juga sudah sangat rindu dengan masakan-masakan enak buatan Bunda. " Sahut Arcelia dengan halus menolak dan memberikan sedikit pujian agar tidak membuat ibu mertuanya itu tersinggung.
__ADS_1
Lidya mengangguk saja menanggapinya, dia juga merasa wajar jika mereka sudah sarapan karena melihat ternyata hari sudah beranjak siang saja.
" Eh.. Apa ini? Kenapa kalian repot-repot membawa ini, banyak sekali lagi yang kalian bawa. " Ucap Lidya lagi ketika melihat rentetan paper bag atas meja dihadapannya.
" Gak repot kok Bun, aku sengaja membeli semua ini untuk Bunda. Eh iya, Ayah dimana Bun? Ayah adakan, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian. " Ucap Irsyad yang tak melihat keberadaan Ayahnya padahal hari inikan hari weekend, jadi tidak mungkinkan jika Ayahnya pergi bekerja.
" Oh.. Ayah ada, tadi Bunda sudah minta Bibi untuk memanggilnya. Mungkin sebentar lagi dia turun, mau membahas apa memangnya Syad? " Sahut Lidya yang menjadi penasaran akan hal yang ingin disampaikan anaknya itu, apalagi anaknya itukan jarang sekali terlihat cukup serius seperti ini.
" Nanti dulu Bun, kita nunggu Ayah dulu. " Ujar Irsyad mengulurnya dulu demi menunggu semuanya kumpul.
Dan tak lama dari itu, Hardi pun terlihat menuruni tangga dan berjalan menghampiri mereka. Ikut bergabung dan bercengkrama dengan anak, istri dan menantunya itu.
" Enggak kok Yah, baru saja. Nah, dikarenakan semuanya sudah berkumpul, aku akan mengatakannya sekarang saja. " Ujar Irsyad dengan wajahnya yang terlihat berseri-seri dan hal itu tentu saja membuat kedua orang tuanya itu bertanya-tanya dan dibuat penasaran dengan apa yang ingin disampaikannya itu.
" Pembahasan tentang apa nih Syad? sepertinya kau terlihat bersemangat sekali. " Timpal Hardi yang juga sudah penasaran dan terlihat ikut senang dengan semangat dan antusias putranya itu.
Sedangkan di sofa sebrang, Lidya kini justru menatap menantunya seolah bertanya ada apa dan kenapa sampai anaknya itu bersemangat sekali? Namun Arcelia hanya membalasnya dengan senyuman hangatnya dan memilih untuk membiarkan Irsyad sendirilah yang menjelaskannya.
__ADS_1
Dikarenakan kedua orang tuanya sudah sangat penasaran dan terlihat sudah tidak sabar, hingga akhirnya Irsyad pun segera mengatakan maksud baik atas kedatangannya pagi ini.
" Selamat aku ucapkan untuk Ayah dan Bunda, karena sebentar lagi kalian akan segera menimang cucu! Arcelia hamil Yah, Bun, selamat karena keinginan dan do'a-do'a kalian akhirnya menjadi kenyataan. " Serunya dengan panjang lebar, setelah sebelumnya dia berdehem terlebih dulu untuk meminimalisir kegugupannya.
" B..benarkah?! Sayang.. Benar kamu hamil nak? " Pekik Lidya langsung menolehkan kepalanya kearah Arcelia, raut haru dan bahagia nampak terlihat jelas di sana.
Arcelia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dengan lebar sebagai jawaban, dan tanpa menunggu lama seketika Lidya menghambur memeluk anak menantunya tersebut. Mengucapkan selamat dan terima kasihnya pada Arcelia, dia bahagia karena akhirnya menantunya itu akan segera memberinya seorang cucu.
Tak berbeda jauh dengan itu di sofa depannya pun Hardi ikut mengucapkan selamat dan rasa bahagianya seraya menepuk-nepuk pelan bahu anaknya, bangga rasanya ia rasakan karena meski tahu seperti apa hubungan anak dan menantunya itu tapi pada akhirnya mereka bisa memberinya cucu dalam waktu 6 bulan pernikahan mereka itu. Ya, menurutnya itu waktu yang cukup singkat bagi pasangan yang layaknya sudah seperti tom & jerry itu bisa akur dan kompak saling memberikan kontribusinya🤣
Setelah meluapkan rasa harunya masing-masing, pembicaraan pun berlanjut dengan semakin riang dan hangat.
" Bagaimana nak, apa kamu memiliki keluhan semacam mual, mengidam atau lainnya selama hamil ini? " Tanya Lidya yang sudah berbicara seputar kehamilan Arcelia.
" Emh, untungnya enggak sih Bun. Sejauh ini Lia gak ngerasain hal-hal semacam itu. Cuma.. " Ucapan Arcelia seketika terhenti ketika tiba-tiba Irsyad menyerobot memotong ucapannya.
" Cuman ya gitu Bun, suka tiba-tiba nangis sedikit-sedikit marah. Ah.. Pokoknya gak jelas banget deh Bun. " Adu Irsyad kepada ibunya seraya mengingat kembali kejadian semalam dan beberapa hari belakangan. Sedangkan Arcelia hanya meliriknya sedikit malas, tak berniat menyanggah apalagi menimpali.
__ADS_1
" Oh mungkin kamu larinya jadi ke emosi ya dan jadi lebih sensitif, tapi gak papa semua itu wajar kok. Kamu gak perlu khawatir ya.. dan kamu Irsyad, kamu harus lebih sabar dan memaklumi Lia mulai sekarang! " Timpal Lidya diakhiri dengan menasehati dan mewanti-wanti anaknya dengan panjang lebar mengenai apa yang harus dan tidak boleh dia lakukan.
......................