Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
6. Benar-benar terjadi


__ADS_3

Arcelia terus bolak-balik berjalan tak tentu arah, ia terlihat tegang dan gelisah. Apakah ini benar-benar akan terjadi? Akankah ada sebuah keajaiban yang mampu untuk menolongnya saat ini?


" Bagaimana ini, apa hari ini akan benar-benar terjadi? " Gumam Arcelia dengan terus bergerak gelisah.


Kini dia sedang berada disebuah kamar hotel berbintang, tempat dimana akan diadakan pesta pernikahannya. Beberapa waktu lalu Arcelia baru saja selesai dirias dan kini sudah terlihat semakin cantik ditambah dengan balutan gaun pengantin yang melekat indah ditubuhnya. Penampilan yang sangat sempurna, ia terlihat sangat anggun dan bercahaya pada hari ini. Namun semua tak ada artinya, jika ternyata orang yang seharusnya berbahagia tersebut malah tak menikmati bahkan tak pernah menginginkan acara hari ini terjadi.


Diraihnya benda pipih yang sejak tadi ia biarkan tergeletak itu, berniat untuk menghubungi seseorang hingga tak lama orang diseberang sana pun menyahuti panggilannya.


" Ada apa? " Tanya orang diseberang dengan nada malas.


Arcelia memejamkan matanya sejenak, seraya berucap dalam hati. " Sabar Lia, tahan! "


Nada suara yang terdengar sangat menyebalkan baginya. Ingin sekali rasanya ia menjambak orang itu, namun ia masih sangat teramat waras untuk tidak melakukannya.


" Pikirkan sekali lagi! Ini kesempatan terakhirmu. Jangan sampai nanti kau menyesal! " Balas Arcelia kembali mencoba memperingatkan orang keras kepala itu.


" Masih itu? Apa kau tidak ada kerjaan hah! Sudahlah, hentikan omong kosongmu. Aku akan tetap pada pendirianku. Dan kau duduk manislah di sana! " Keukeh Irsyad tak mau mendengarkan.


" Irsyad, tolong! Dengarkan aku, ingat, ini bukan perkara remeh, kau akan berjanji atas nama Tuhan nanti. Tolong, jangan main-main! " Tegas Arcelia dengan nada suara yang terdengar tak biasa.


Di sana Irsyad pun terdiam, dia terpaku sesaat. Mendengar perkataan Arcelia barusan, tiba-tiba saja dadanya berdesir entah apa yang dirasakannya saat ini. Namun, kini ia sadari bahwa memang ini bukan perkara sederhana, setelah hari ini ia dan Arcelia akan benar-benar terikat atas nama Tuhan.

__ADS_1


" Iya, aku tahu! " Tut.. Setelah lama diam, akhirnya Irsyad pun menimpalinya singkat lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Mendapat tanggapan seperti itu, Arcelia pun memekik kesal dan membanting ponsel genggamnya ke atas ranjang. Padahal itu adalah upaya terakhir yang bisa ia lakukan, tapi tetap saja semuanya berakhir sama.


.


.


.


Waktu bergulir, kini Irsyad dan Arcelia sudah ditetapkan sebagai pasangan suami-istri, setelah beberapa saat lalu Irsyad menyelesaikan Ijab Kabul. Terlihat keluarga inti, para tamu juga tak terkecuali Irsyad sedang menanti kehadiran Arcelia yang kini sedang dipapah oleh dua orang sanak keluarganya menuju ballroom, tempat Irsyad tadi mengucapkan sebuah janji suci.


Terlihat dia berjalan dengan perlahan dikarenakan gaunnya yang menjuntai indah hingga menyapu lantai, sungguh kini Arcelia terlihat sangat cantik dan anggun. Seketika ruangan itupun menjadi riuh dengan bisikkan-bisikkan para tamu yang terkagum-kagum akan pesona dan kecantikan sang pengantin wanita. Meski kabar kecantikan pewaris utama Alexander Corp itu bukan sebuah rahasia lagi, namun tetap saja penampilan Arcelia pada hari ini tidak menghentikan orang-orang untuk terpukau akan sosok dirinya itu.


" Sial! Kenapa dia bisa begitu cantik begini?! " Kesal Irsyad dalam hati sambil terus memaki dirinya karena sempat terperdaya oleh penampilan Arcelia.


" Tidak, ini tidak benar! Sadar Irsyad, sadar. Jangan sampai kau kalah lagi olehnya! " Tekannya pada dirinya sendiri.


Kembali ia mencoba untuk bersikap biasa, dengan menghela napasnya pelan kemudian dia berdehem. Tak ingin membuat suasana menjadi canggung, dengan keisengannya Irsyad ingin kembali membuat Arcelia kesal. Sepertinya ia tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjahili dan membuat Arcelia jengkel dengan sikap menyebalkannya itu.


" Lihat, aku sudah berhasilkan? " Bisik Irsyad dengan pongahnya, tepat ditelinga Arcelia sengaja ingin memancing emosinya.

__ADS_1


Dan tentu saja itu berhasil, bahkan hanya dengan mendengar nada bicaranya saja itu sudah membuat Arcelia begitu jengkel. Apalagi dengan maksud dari perkataannya itu benar-benar membuat Arcelia terbakar, bisa-bisanya dia berbicara seenteng itu?


'Berhasil' katanya? Apa dia pikir semua ini permainan, dia baru saja mengucap janji dihadapan Tuhan dan seluruh keluarga tapi dia.. Benar-benar keterlaluan.


Arcelia hanya bisa mengepalkannya kedua tangannya dengan mulut yang mengatup menahan kesal, jika bukan di tempat ramai seperti ini, ingin sekali rasanya Arcelia mencekik pria dihadapannya itu sampai m*ti.


Sebisa mungkin Arcelia menampilkan senyuman termanisnya dengan tulus, ia sadar sedari tadi Daddy-nya terus menatapnya tanpa kedip lengkap dengan senyum dan binar bahagia yang nampak dengan jelas dari kedua mata teduhnya. Ya, setidaknya dia harus berakting bahagia dihari pernikahannya ini untuk Daddy-nya, ia tak boleh membuatnya merasa sedih dan kecewa. Karena bagaimanapun juga pernikahan ini adalah permintaan dan kebahagiaan untuk orang tercintanya itu.


" Aku bahagia melihatmu bahagia Dad, tetaplah seperti itu untukku selamanya. " Batin Arcelia yang juga merasakan kebahagiaan yang ayahnya pancarkan. Yah, meskipun hal itu memang harus ia bayar dengan sangat mahal. Tapi setidaknya itu setimpal dengan pemandangan yang ia lihat hari ini.


Selesai dengan drama-drama kecil itu, acara tukar cincin dan penanda tanganan berkas-berkas pun berlangsung, dengan Arcelia dan Irsyad yang tengah duduk bersebelahan. Selepas itu, pak penghulu mengarahkan agar sang pengantin wanita mencium punggung tangan pengantin pria sebagai tanda penghormatan dan pengabdiannya, pun begitu kepada sang pengantin pria untuk mencium kening pengantin wanitanya.


Meski terkesan terpaksa dan ogah-ogahan, keduanya pun akhirnya melakukan hal yang dianjurkan penghulu tersebut. Arcelia segera meraih tangan Irsyad dan menciumnya dengan penuh takzim, namun Irsyad tetaplah Irsyad si pria menyebalkan dan menjengkelkan apalagi bagi Arcelia. Karena bukannya mencium kening Arcelia, dia malah dengan sengaja menjilat kening Arcelia yang sontak saja membuat Arcelia jijik dan hampir saja melayangkan makian untuk Irsyad.


Untung saja kejadian tersebut tidak disadari oleh orang-orang di sana, hanya Arcelia dan Irsyad lah yang mengetahui hal itu. Dan karena hal itu jugalah, Arcelia berusaha menahan rasa jijik atas kelakuan Irsyad tersebut.


" Awas saja kau nanti. Ku pastikan akan membalas mu! " Tekad Arcelia menatap Irsyad tak suka.


Sedangkan disisi lain.


" Haha.. Senang sekali melihatnya seperti itu, kira-kira hal apa lagi ya yang cocok untuk mengerjainya. " Irsyad dengan rencananya untuk mengerjai Arcelia kembali.

__ADS_1


......................


__ADS_2