
" Ck.. Kenapa jadi harus gini sih. Kan jadi ribet ini sekarang. " Gerutu Irsyad yang sejak tadi sedang membereskan ruangan kerjanya dengan dibantu semua pekerja rumah termasuk pak satpam.
Setelah percekcokan mereka tadi, akhirnya dia dan Arcelia memutuskan untuk berdamai dan membagi ruangan tersebut untuk dirinya dan Arcelia dengan menggunakan sebuah sekat.
Ruangan tersebut kini sedang mereka sulap menjadi dua buah ruangan, dengan dua buah meja kerja dan semua yang mereka buat double agar adil dan masing-masing tidak akan saling berebut lagi. Sebenarnya, untuk bisa sampai mengambil keputusan ini tidaklah mudah mengingat bagaimana sifat keras keduanya yang sama-sama tidak akan ada yang mau mengalah.
Namun, setelah mereka membuat kesepakatan dan peraturan yang salah satunya untuk tidak saling mengganggu dan menimbulkan suara bising ketika sedang bekerja nanti, akhirnya keduanya pun sepakat dan jadilah ruang kerja bersama tersebut.
Jika saja merombak ulang ruangan atau membuat ruangan baru tidak akan memakan banyak waktu, mungkin hal itu yang akan menjadi pilihan mereka. Tetapi, karena mereka sudah tidak memiliki banyak waktu lagi apalagi ruangan tersebut akan sangat mereka butuhkan dengan segera, mengingat mulai hari itu mereka sudah menetap di sana. Maka hanya kerelaan hati untuk berbagilah yang akhirnya mereka jadikan pilihan.
" Eh.. Tapi tunggu! Kalau dipikir-pikir, kenapa tidak kamar sebelah saja yang kita jadikan ruangan kerja salah satu dari kita? " Ujar Irsyad yang baru teringat akan sebuah kamar yang tepat disebelah kanan kamar tidur mereka.
Dengan begitu'kan semua masalah terselesaikan, dan lagi pula kenapa si bagian interior itu tidak membuatkan ruangan kerjanya di sana. Jadi baik Irsyad ataupun Arcelia tetap akan memiliki ruangan kerja di samping kamar utama'kan?
" Mana bisa seperti itu! Aku sengaja membuatnya untuk kamar anak kita nantinya, jadi jangan berani-berani menyentuh kamar itu ya! " Bantah dan peringat Arcelia cepat sampai tidak sempat berpikir dan menyadari apa yang barusan diucapkannya.
Sedangkan Irsyad menatap Arcelia cengo karena apa yang barusan ia dengar itu. Bagaimana tidak, dia benar-benar terkejut dengan yang Arcelia ucapkan. Apa benar dia Arcelia? Apa benar dia sudah memikirkan bahkan mempersiapkan hal tersebut sampai sejauh ini?
" Sungguh diluar dugaan! Aku jadi tidak yakin jika dia sehat. " Batin Irsyad masih dengan menatap Arcelia tak percaya.
Perlahan ia mendekat pada Arcelia dan tanpa aba-aba menyentuh kening dan lehernya secara bergantian, seolah memastikan bahwa orang dihadapannya itu sedang dalam keadaan baik-baik saja.
" Ck.. Apa yang kau lakukan?! " Tepis Arcelia ketika Irsyad tanpa permisi menyentuhnya, dan sepertinya dia belum menyadari dengan yang tadi diucapkannya.
__ADS_1
" Hei.. Kau baik-baik saja? Apa benar yang tadi kau ucapkan, kamar anak kita? ANAK KITA?! " Ulang Irsyad sambil terus menekan kata anak kita pada Arcelia.
Mata Arcelia langsung terbelalak ketika menyadari kebodohannya yang salah berucap. Eh.. Tidak, bukan salah, tapi keceplosan berucap demikian pada Irsyad.
Dengan segera ia memalingkan wajahnya dan menghindar dari tatapan Irsyad yang kini sedang menatapnya penuh tanya, jika sudah begini habislah ia akan menjadi bulan-bulanan seorang Irsyad.
" Bodoh! Benar-benar ceroboh kau Arceliaa!! " Pekiknya dalam hati.
" Jadi Lia, sudah seberapa siapkah kau untuk hal itu? Aah.. Aku yakin sih, kau memang sudah sangat siap. Kau bahkan sampai sudah berpikir sejauh itu. " Tuh'kan benar, Irsyad sudah mulai mengejeknya.
Arcelia diam tak berniat menanggapi Irsyad, dan lagi pula apa yang salah dengan hal itu? Kenyataannya mereka memang sudah menikah, tentu saja hal demikian mungkin saja akan terjadi. Dimana nantinya mereka akan memiliki hubungan yang selayaknya, meski memang akan masih membutuhkan waktu untuk hal itu.
Ya, selama satu bulan ini mereka resmi menjadi pasangan, Arcelia sudah mulai bisa menerima dan akan berusaha untuk menjalani pernikahannya ini seperti yang seharusnya. Meski masih ada sedikit keraguan, tapi melihat dari hubungannya dengan Irsyad selama ini Arcelia rasa itu tidaklah terlalu buruk dan masih dapat ia tolerir.
Berdamai dan mencoba menerima, mungkin hal itulah yang menggambarkan Arcelia akan statusnya saat ini.
°°°°°
Hari berganti hari setidaknya semua masih berjalan dengan cukup baik selama ini diantara mereka. Mungkin juga karena kesibukan mereka masing-masing membuat perdebatan dan adu mulut diantara keduanya sedikit berkurang akhir-akhir ini.
Dimana Arcelia yang selalu pergi pagi-pagi sekali dan tak jarang pulang disaat malam kian larut, bahkan terkadang itupun ia masih saja berkutat melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja. Tidak berbeda jauh dengan Irsyad yang tidak pernah absen untuk membuat harinya menyenangkan dan dipenuhi oleh hal baru, biasanya selepas dengan pekerjaannya ia akan pergi ke tempat gym atau golf, sekedar nongkrong dan berkumpul bersama teman-temannya atau bahkan pergi mendaki gunung selama berhari-hari di waktu akhir pekan.
Memang tidak ada kemajuan apapun dalam hubungan keduanya, tidak juga dengan kemunduran atau semakin buruknya hubungan mereka. Semua masih terlihat sama seperti sebelumnya diantara mereka, dan keduanya sama-sama tidak pernah mempermasalahkan kegiatan atau apapun yang sedang masing-masing mereka jalani.
__ADS_1
Bisa dikatakan keduanya sama-sama cukup santai dan toleransi dalam menjalani kehidupan rumah tangganya, menerima perbedaan yang memang sejak awal sudah mereka tahu dan sadari sehingga hal itu tidak menjadi konflik diantara mereka.
Dan meski masih berjalan monoton, namun keduanya tetap saling menjaga komunikasi satu sama lain dengan hanya memberikan kabar seperti akan pulang terlambat atau sekedar memberitahukan hal apa yang akan mereka lakukan. Hal itu semata-mata mereka lakukan sebagai bentuk saling menghargai kehadiran satu sama lain, sehingga mereka merasa bertanggung jawab akan hal tersebut.
" Oh iya Lia, sore ini Bunda bilang dia akan kemari. Usahakan kau bisa pulang lebih awal, karena mungkin aku akan lembur hari ini. " Ujar Irsyad setelah beberapa saat ia berhasil menghabiskan sarapannya.
" Hmm ya, akan ku usahakan. Lagi pula aku juga sudah sangat merindukannya, apa Bunda juga bilang kalau dia akan menginap disini? " Sahut Arcelia dengan senang mengingat akhir-akhir ini dia memang cukup sibuk hingga tak sempat untuk menemui ibu kesayangannya itu.
" Tidak, Bunda tidak mengatakan apapun selain itu. Memangnya kenapa? " Tanya Irsyad seraya merapihkan kembali dasi dan pakaiannya bersiap untuk segera pergi.
" Ah tidak, nanti biar ku tanyakan sendiri saja. Apa kau mau berangkat sekarang? " Ucap Arcelia yang juga sudah terlihat sama akan pergi.
" Ya! Ada meeting penting pagi ini, sepertinya kau juga ya? " Tanya Irsyad balik dan dijawab dengan sebuah anggukan kecil oleh Arcelia.
Mereka pun akhirnya pergi dengan menggunakan mobil masing-masing, entah kalian sadar atau tidak tapi percakapan mereka pagi ini benar-benar percakapan terbaik sepanjang sejarah dalam hubungan mereka.
Mungkin karena Irsyad yang nampak serius di pagi hari ini, entah meeting penting seperti apa yang dimaksud sehingga membuatnya benar-benar serius atau mungkin dia sedang tegang ya saat ini? Hah.. Apapun itu Arcelia bersyukur karena waktu paginya tidak harus rusak dan terkuras oleh perdebatan sia-sia.
......................
Selamat malam.. pada nungguin gak nih? Maaf ya kemarin lagi gak bisa up🙏🏻
Jangan lupa dukungannya kawan-kawan😊
__ADS_1
Terima kasih.