
Keributan terus berlangsung hingga sampai ke lantai teratas gedung PT. Bhi_Lha. Sheila yang awalnya terlihat tenang kini pun tersulut emosi mendengar kata-kata tak sopan seorang Rima.
Dengan wajah khawatir, Abimana berlari sambil menyeret Shandy sedangkan Arumi entah kemana. Shandy yang ikut panik pun mengikuti Abimana. Untuk pertama kalinya karyawan divisi keuangan ribut.
“Lho bu Sheila ?! Ngapain ada disini ?!” Seru Arumi kaget melihat lawan Rima. Ternyata Arumi berada di divisi keuangan.
“Sheila ?! Bukannya dia bernama Kamila ? Siapa dia, Rumi ?!” Tanya Rima heran karena mereka ternyata saling kenal.
“Gak usah tahu gimana ceritanya aku ada disini, mbak. Yang pasti aku hanya dimintai tolong untuk mengurus laporan kalian.” Ucap Sheila dingin memotong pertanyaan Rima.
“Maaf bu Sheila, untuk urusan laporan perusahaan kami, anda sama sekali tak ada hak untuk mencampurinya. Aku tahu perusahaan kalian sedang bekerjasama tapi tetap saja anda tak memiliki hak untuk turut campur kecuali jika anda istri atau calon istri pak Abi.” Balas Arumi percaya diri.
“Sudahlah ! Aku gak ingin banyak drama. Jika laporan kalian seperti ini maka aku akan membatalkan kerjasama dengan perusahaan kalian. Perusahaan kalian ternyata penipu berani mengubah apa yang telah disepakati.” Sheila bersedekap dengan gaya angkuhnya.
Mendengar ancaman Sheila membuat nyali Rima menciut. Ia telah salah memilih lawan. Ia akan kehilangan pekerjaan jika CEO tahu perbuatannya bersama Linda. Harapan satu-satunya adalah Arumi yang merupakan kekasih CEO.
‘Duh, kemana juga sih bu Linda ,,,’ Batin Rima mulai ketakutan.
“Rumi ,,, gimana ini, kamu harus bicara dengan pak Abimana. Bukankah dia calon suamimu ?” Ucapan Rima justru membuat Sheila tertawa terpingkal-pingkal.
Bagaimana tidak, Arumi dengan percaya dirinya mengakui di depan seluruh karyawan jika Abimana adalah kekasihnya. Sementara itu didepan pintu masuk dipenuhi oleh karyawan yang memiliki kekepoan tingkat tinggi. Mereka yang awalnya hanya sekedar lewat untuk ke kantin tapi berhenti karena mendengar suara pertengkaran diruangan tersebut.
“Cepat pertanggungjawabkan perbuatan kalian, jangan ngehalu disiang bolong. Mengaku calon istri bos.” Lagi-lagi tawa Sheila memenuhi ruangan sehingga membuat para karyawan yang menonton semakin ramai.
“Kenapa bu Sheila menertawakanku seperti itu ? Jika aku tak pantas untuk pak Abi, jadi yang pantas itu anda ? Jangan bermimpi bu, meskipun anda cantik tapi sama sekali bukan tipe CEO kami.”
“Siapa bilang wanita ini bukan tipeku ?” Suara Abimana membuat semua terdiam.
“Yang, maaf aku menempatkanmu diposisi seperti ini.” Abimana memeluk Sheila dengan perasaan bersalah.
Wajah Arumi memerah karena malu, selama ini semua orang tahu jika dirinyalah kekasih dan calon istri CEO PT. Bhi_Lha. Namun kini bosnya ternyata kekasih wanita yang ia permalukan.
__ADS_1
Shandy pun sama halnya dengan Arumi. Dokter cantik yang selama ini ia kagumi ternyata adalah wanita sahabat sekaligus bosnya. Shandy merutuki dirinya.
“Sekarang sudah jelas siapa pencuri dalam perusahaanmu dan detik ini juga pecat mereka bertiga. Sekretaris, manajer dan asisten manajer, mereka adalah komplotan koruptor dalam perusahaanmu. Jika kamu masih berpikir untuk memecat Arumi maka jangan pernah pulang ke rumah !!” Tegas Sheila meninggalkan ruangan tersebut.
“Kamu dengar kan apa kata istriku ? Sekarang bereskan barang-barang kalian. Dalam lima menit kalian tak ada lagi di ruangan ini. Dan kamu pun sama Arumi, aku kecewa padamu.”
Abimana menatap kecewa pada wanita yang selama ini ia anggap teman. Kini baru Abimana menyesal tidak langsung memecat Arumi saat istrinya itu memintanya.
“Shandy, awasi Arumi saat membereskan barang-barangnya ! Dan seluruh karyawan yang ada disini tolong awasi dia, jangan sampai mengacaukan perusahaan. “
“Baik pak.” Kompak mereka langsung mengeksekusi wanita yang selama ini menguasai hampir seluruh kantor karena bersahabat dengan Arumi sang sekretaris dan calon istri CEO yang ternyata semuanya hanya kebohongan belaka.
Abimana memburu Sheila dan menariknya menuju ruangannya. Ada banyak permintaan maaf yang akan ia ucapkan pada wanitanya itu.
“Yang, kita ke ruanganku dulu, ya ,,,” Pinta Abimana lembut.
Walaupun Sheila masih menyimpan setumpuk kekesalan pada Abimana namun tak urung ia mengikuti kemauan pria itu. Abimana pun terus menggandeng tangan sang istri. Banyak hal yang harus mereka luruskan termasuk Shandy yang terang-terangan menyukai istrinya.
“Wah, calon istri CEO ngambek sampe semua barang-barangnya dimasukin kardus. Hati-hati pak Shandy ntar dipecat lho sama CEO.” Ledek Sheila melihat Arumi memasukkan barang-barangnya.
“Yang, jangan gitu dong, gak baik.” Ucap Abimana pelan.
“Kenapa ? Gak terima ? Kasihan ? Gak tega? Ya sudah, bantuin tuh beberes. Pak Shandy ke dalam yuk, banyak yang harus kita obrolkan.” Sheila tak main-main dengan ajakannya. Ia menarik tangan Shandy memasuki ruang kerja Abimana.
Untunglah Arumi pun sudah selesai membereskan barang-barangnya. Abimana segera menyusul keduanya setelah Arumi memasuki lift.
“Berani-beraninya kalian masuk ke dalam ruangan ini berdua.” Abimana menatap tajam asistennya.
“Jangan salahkan aku dong, dokter cantik yang menarik ya mana bisa aku tolak.” Balas Shandy santai.
“Hentikan panggilanmu itu, Shandy ,,, dia adalah istriku dan akan selamanya seperti itu.”
__ADS_1
“Astaga kenapa kalian bertengkar sih. Terserah pak Shandy mau memanggilku apa, toh kenyataannya memang aku seorang dokter.” Timpal Sheila masih menyisakan kekesalannya pada pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
“Tunggu dulu, bos ,,, kamu utang penjelasan padaku.” Ucap Shandy masih penasaran dengan pernikahan bosnya.
“Seperti yang kamu lihat. Kami sudah menikah tapi belum resepsi.” Balas Abimana apa adanya.
“Bukan hanya itu Abimana ,,, bagaimana kisah cintamu dengan gadis yang selama ini kamu cari ? Bukankah hanya gadis itu yang akan menjadi istrimu ? Tapi mengapa justru menikah dengan dokter cantik pujaanku ?”
Plaaakkkk
“Awww ,,, sakit, nyet ,,,” Shandy merutuki sahabatnya sembari menahan ringisannya. Pukulan pria itu benar-benar sakit.
“Makanya jangan suka asal kalau ngomong. Gadis yang aku maksud adalah dia SHEILA KAMILA.” Ucap Abimana penuh penekanan.
Shandy untuk kesekian kalinya melongo tak percaya menatap sahabatnya. Ada rasa malu yang hinggap di hatinya karena selama ini dengan blak-blakan dirinya memuji gadis yang ternyata adalah istri sahabatnya sendiri. Namun bukan Shamdy namanya jika harus bersedih karena kehilangan kesempatan. Shandy penganut paham hilang satu tumbuh seribu.
“Stooopppp, sampai kapan kalian akan berdebat ? Kalau semua sudah selesai, aku akan kembali ke kantorku.” Sheila berteriak menghentikan perdebatan tak berfaedah kedua pria itu.
“Jangan gitu dong, Yang ,,, kan ijinnya seharian. Kita makan siang bareng setelah ini tolong bantu aku cari sekretaris atau sementara waktu, kamu juga boleh jadi sekretarisku.” Bujuk Abimana berharap Sheila akan mengabulkan keinginannya.
“Sinting !! Ngapain aku jadi sekretaris, apa kata orang jika tahu direktur PT. Garda Utama jadi sekretarismu.” Balas Sheila tak terima.
“Sinting gini tapi kan suamimu juga, Yang ,,,”
“Bucin tingkat dewa !!” Sinis Shandy geli melihat ekspresi wajah Abimana yang sengaja diimut-imutkan.
“Iri bilang bos, sono cari istri jangan sirik aja kerjaannya.”
Berkali-kali Sheila menarik napas panjang melihat kedua makhluk itu berdebat. Baru sepuluh menit Sheila bersama mereka namun stok kesabarannya semakin lama semakin menipis. Tak ingin terlibat dengan perdebatan tak jelas keduanya, Sheila memilih memesan makanan untuk makan siang mereka bertiga.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Selamat siang ,,,,