
Dengan mengandalkan Google maps, akhirnya Abimana tiba di lokasi yang dituju. Ia kembali memperhatikan lokasi yang dikirimkan oleh mamanya sebelum benar-benar keluar dari mobil. Sekilas ia melihat keberadaan Shandy asisten setianya tapi kali ini kata setia yang ia sematkan sepertinya harus ia pertimbangkan lagi karena hadir diacara misterius ini tanpa memberitahukannya.
Sementara itu, Sheila bersama mama Klaisha pun tiba di sebuah ruangan dimana tamu sudah banyak yang hadir.
"Pestanya siapa sih, ma ?!"
"Ulang tahun Abi dan syukuran pernikahan kalian. Malam ini Abi dan nak Sheila akan tampil sebagai suami istri. Mama gak mau lagi menyembunyikan pernikahan kalian, ayo masuk," Mama Kalisha mengandung tangan menantu kesayangannya
Sheila mengikuti mama Kalisha dengan langkah yang anggun masuk ke dalam ruangan yang kini mulai ramai. Disana nampak mama dan papanya sudah hadir bersama Alisha. Ditempat yang sedikit agak jauh dari mereka nampak Ferdy dan mamanya sedang berbincang-bincang dengan seseorang yqng Sheila tak kenal.
"Buat dirimu senyuman mungkin. Temoatmu disana tapi sebelum itu hampir dulu mama dan papamu." Ucap mama Kalisha sedikit berteriak karena suara musik yang memenuhi ruangan.
Dengan tersenyum manis, Sheila menghampiri kedua orangtua dan adiknya. Wanita cantik dengan gaun biru malam semakin menampakkan kulitnya seputih mutiara.
"Malam ini mama minta kehidupan pernikahan kalian dimulai dari awal, sayang ,,," Ucap mama seraya memeluk hangat putri sulungnya.
Sejak pernikahan kilat mereka tiga bulan yang lalu, pelukan hangat itu adalah untuk yang pertama kalinya bagi Sheila dan Rani.
"Pasti, ma ,,," Balas Sheila mengurai pelukannya.
"Dek, boleh kita bicara sebentar ? sebelum mas Abi tiba."
Alisha hanya mengangguk pasrah. Ia tahu apa yang ingin kakaknya bicarakan. Alisha tak bisa mengelak kali ini.
"Maafkan aku kak, mama mertuaku mengulur-ngulur waktu."
"Baiklah, biar aku yang menangani mertuamu itu. Dia sudah sangat kelewatan, mengambil keuntungan dari keluarga kita seenaknya jidatnya saja."
"Semuanya aku serahkan sama kakak. Kalaupun seandainya mas Ferdy terbukti terlibat, aku rela berpisah dengannya kak."
"Kok gitu ? Bukannya dulu kamu sangat mencintainya ? Bahkan setelah malam pertunangan kalian, kamu gak mau mendengar penjelasan kakak."
__ADS_1
Sheila heran sekaligus bingung dengan sikap adiknya yang tiba-tiba berubah seolah pernikahan hanya sebuah hubungan yang tak memiliki arti dalam hidup adiknya.
"Aku gak kuat lagi, kak ,,, setiap kami ke rumah mama Mega, wanita itu selalu membanding-bandingkan kita dan terkesan menyesal menikahkan aku dengan putranya." Balas Alisha sendu.
Hubungan kakak adik itu memang sangat dekat dan Alisha merasa bebas untuk mencurahkan segala isi hatinya pada sang kakak.
"Kurang ajar. Kamu tenang aja, ya." Sheila memeluk Alisha sebelum kemudian menggandeng tangan sang adik untuk kembali bergabung dengan keluarga.
Mama Kalisha lalu menyuruh Sheila untuk berdiri dekat kue besar yang lebih mirip kue pengantin daripada kue ulang tahun.
Sepanjang jalan menuju lokasi acara, semua tampak normal. Hanya saja Abimana bagaikan orang kesasar yang berjalan sambil mengira-ngira pemilik pesta tersebut. Hingga akhirnya ia tiba di sebuah ruangan yang dihias sangat mewah dengan kue super besar ditengah ruangan. Seorang wanita cantik sedang berdiri sambil tersenyum manis padanya.
Abimana tersenyum lebar mengayunkan langkahnya menuju wanita cantik yang tak lain adalah Sheila. Bersamaan dengan tepuk tangan yang meriah mengiringi langkahnya. Ruangan yang tadinya sunyi kini berubah jadi ramai dengan ucapan selamat ulang tahun yang diucapkan secara bersamaan.
"B'day mas ,,, panjang umur, sukses selalu dalam usaha dan semua doa terbaik untukmu." Ucap Sheila menyambut pelukan sang suami.
"Thanks, Yang ,,, boleh aku meminta hadiahku ?" Balas Abimana tanpa melepas pelukannya.
"Tentu mas, di hari spesialmu apapun hadiah yang kamu inginkan pasti akan aku penuhi asal jangan minta saham perusahaan karena itu milik papa."
Sheila mengurai pelukannya dengan wajah memerah. Seumur hidupnya ia belum pernah berci**an di depan orang banyak seperti saat ini. Adapun ci**an pertamanya yang berhasil disosor oleh Abimana terjadi di dalam kamar yang hanya ada mereka berdua.
" Jangan ngawur mas."
"Gak ada penolakan, Yang ,,,"
Abimana perlahan menarik tengkuk sang istri dan melakukan keinginannya. Semua bertepuk tangan menyaksikan pasangan itu. Sebagian dari mereka yang belum mengetahui pernikahan mereka malah mencibir dan mengatai Sheila wanita mur**an.
MC mulai melakukan tugasnya dengan menyampaikan rangkaian acara ulang tahun CEO PT. Bhi_Lha dan pak Kuncoro yang tiba-tiba memasuki ruangan langsung menuju stage dan mengambil alih mic yang dipegang oleh sang MC.
"Assalamualaikum dan selamat malam semuanya." Ucap pak Kuncoro lantang.
__ADS_1
"Waalaikumsalam ,,," Bakas para tamu undangan kompak.
"Pertama-tama saya mengucapkan selamat ulang tahun pada putra tunggalku, semoga kesuksesan senantiasa menyertai. Dan yang kedua saya ucapkan selamat menempuh hidup baru, maaf jika kami baru bisa mengumumkan pernikahan mereka karena tiga bulan lalu saya harus segera kembali melaksanakan tugas sehingga kami memutuskan untuk segera menikahkan mereka."
Bisik-bisik para tamu undangan yang memiliki maksud tertentu pada malam ini terdengar riuh bagaikan pasar tradisional. Mereka memang berbisik tapi dalam waktu yang bersamaan sehingga terdengar ramai namun tak jelas apa yang mereka bicarakan.
Pak Kuncoro menyerahkan mic pada MC dan bergabung bersama istri dan menantunya. Senyuman bahagia terpancar dari wajah pasangan suami istri itu. Pak Kuncoro lalu menggandeng sang istri menghampiri anak dan menantunya.
"Terimakasih papa sudah meluangkan waktu sehingga bisa tiba tepat waktu." Ucap Abimana memeluk papanya.
"Selamat datang,,pa ,,," Ucap Sheila merencanakan tangan ingin memeluk papa mertuanya.
"Eiiittt ,,, jangan peluk pria lain, Yang ,,," Abimana menghalangi Sheila yang akan memeluk papa mertuanya.
"Astaga ,,, possesif banget. Ini papamu sendiri lho, masa sampai segitunya. Setidaknya biarkan papa merasakan pelukan wanita muda." Pak Kuncoro terkikik geli dengan ucapannya sendiri.
Mama Kalisha menatap jengah putra dan suaminya. Belum satu jam mereka bertemu namun sudah berdebat.
"Bukan itu masalahnya, pa ,,, istriku ini masih perawan." Bisik Abimana pelan agar kedua wanita itu tak mendengarnya.
"Memalukan !! Malam ini bolamu harus masuk gawang, jangan ditunda-tunda. Sebagai penyemangat papa memberikan hadiah ini pada kalian."
Pak Kuncoro mengeluarkan sebuah kotak beludru dari saku celananya dan memberikan pada Sheila.
"Papa harap kalian akan melahirkan dan membesarkan cucu-cucu papa di rumah itu. Bukannya papa menganggap kalian tak mampu membelinya tapi sebagai orang tua hanya itu yang bisa kami berikan."
"Terima kasih, pa ,,," Kompak Sheila dan Abimana.
Tak jauh dari mereka berdiri, Mega menyenggol lengan putranya yang tengah menatap pemilik pesta.
"Kamu harus meminta hal yang sama pada mertuamu. Sejak kalian menikah gak ada tuh hadiah pernikahan dari mereka." Bisik Mega melirik sinis putranya.
__ADS_1
"Gimana mau dikasih hadiah, ma ,,, bukannya mama sudah mengambil uang mereka ? Ingat ma, cepat kembalikan sebelum Sheila turun tangan. Jika hal itu terjadi maka kita akan jadi gembel." Balas Ferdy tak lagi menyembunyikan kekesalannya pada wanita yang sudah melahirkannya.
🌷🌷🌷🌷🌷