Menggapai Rasa Yang Tersisa

Menggapai Rasa Yang Tersisa
BAB ~ 73. KEANEHAN SHEILA DAN ALISHA


__ADS_3

Hari minggu seharusnya di isi dengan liburan bersama keluarga namun hari minggu kali ini sangat berbeda dari biasanya. Dua wanita muda dalam keluarga papa Kuncoro yang juga merupakan saudara kandung tiba-tiba berubah dengan kelakuan yang tak biasa.


Abimana dan Shandy dibuat kelimpungan. Bagaimana tidak, tak ada angin tak ada hujan keduanya tiba-tiba minta berbulan madu. Bukan masalah bulan madunya yang membuat Abimana dan Shandy kelabakan. Keduanya bahkan sangat gembira mendengarnya, akan tetapi kedua wanita cantik itu ingin berangkat saat ini juga.


"Pokoknya kita berangkat sekarang !" Tegas Sheila tak ingin dibantah.


"Tapi Yang, visa belum diurus dan itu biasanya memakan waktu apalagi saat ini musim liburan." Balas Abimana apa adanya.


"Kami mau sekarang, kak ! Kalau gak berarti kalian tidak boleh tidur di kamar !!" Sarkas Alisha dan langsung disetujui oleh sang kakak.


"Kalian kok kompakan, sih ,,, ayolah gak harus kayak gitu juga kali." Shandy merengek dengan wajah memelas andalannya.


Kedua pria itu tak bisa membayangkan bagaimana malamnya berakhir tanpa memeluk sang istri. Kunci nyenyaknya tidur mereka terletak pada wanitanya masing-masing.


Kakak beradik itu tak menggubris para pria yang menatap mereka dengan sendu. Sheila dan Alisha melengos meninggalkan mereka. Keduanya memilih untuk bergabung dengan mama Kalisha yang sedang bermain dengan baby Arsheno.


"Asyik banget ma ,,," Alisha duduk di samping mama Kalisha.


"Iya dong, kalau sama cucu mah gak kerasa waktu cepat berlalu." Balas mama Kalisha terus bermain dengan baby Arsheno.


"Maaf ma, baby Arsheno bikin repot mama setiap hari. Bahkan hari libur pun dia lebih seneng main sama mama" Sheila benar-benar merasa tak enak hati pada mama mertuanya.

__ADS_1


Mungkin karena setiap hari baby Arsheno hanya ditemani oleh sang oma dan opa sehingga bayi kecil yang sudah mulai belajar berjalan itu lebih memilih oma dan opanya daripada ayah bundanya.


"Kalian kenapa disini ? Mana para pria itu ? Liburan bukannya dimanfaatkan dengan baik malah sibuk sendiri." Omel mama Kalisha tak tahu kejadian yang sebenarnya.


"Ck, mereka ternyata sangat pelit, ma ,,, kami mengajak mereka liburan tapi gak mau." Alisha mengadu dengan mata berkaca-kaca.


Mama Kalisha menatap serius Alisha, ia heran dengan pengaduan menantunya karena setahu mama Kalisha kedua anak laki-lakinya bukanlah pria perhitungan apalagi pelit pada istri sendiri. Antara percaya dan tidak dengan laporan menantunya. Mama Kalisha tak tega melihat kesedihan Alisha.


"Jaga baby Arsheno, biar mama yang beri pelajaran pada kedua pria itu !!" Mama Kalisha berjalan dengan cepat agar baby Arsheno tidak menangis melihatnya pergi.


Mama Kalisha masuk ke dalam rumah utama mencari beradaan Abimana dan Shandy. Sementara yang di lapor sedang mencari cara agar visa mereka bisa segera dikeluarkan.


"Kalian !! Ngapain disini ?!"


"Visa ?! Mau kemana kalian ?!"


"Honeymoon mama sayang ,,, para memantu mama ingin liburan ke luar negeri hari ini. Gimana kami gak pusing dibuatnya."


"Haaa ?!" Bukannya mereka ngajak kalian liburan tapi gak mau ?!"


Abimana dan Shandy saling berpandangan. kedua pria dewasa itu tak pernah menyangka jika istri mereka mengatakan hal yang tidak-tidak pada wanita paruh baya yang sangat mereka sayangi.

__ADS_1


"Bukannya kami gak mau mama sayang ,,, tapi coba pikir gimana bisa secepat kilat visa kami keluar jika maunya berangkat saat ini juga, kantor imigrasi bukan milik kami yang bisa berbuat sema-maunya." Balas Abimana kesal.


Lagi-lagi mama Kalisha ternganga dan akhirnya terawa terpingkal-pingkal. Kini kedua pria tampan itu yang heran dan bingung melihat tingkah mama mereka yang terlihat aneh dimata mereka.


"Sepertinya istri kalian sedikit aneh, apa kalian rajin bercocok tanam ?" Tanya mama Kalisha menyelidik.


"Tentu saja ma, agar ladangnya gembur dan benihnya tumbuh kan memang harus rajin-rajin bercocok tanam ,,," Balas Shandy jujur.


"Kan baby Arsheno udah sepuluh bulan, ma. Kan seru kalau umur mereka gak jauh beda." Timpal Abimana santai.


Mama Kalisha manggut-manggut sambil tersenyum. Jika dugaannya benar maka kedua menantunya akan memberikan adik untuk baby Arsheno.


'Semoga dugaanku benar.' Batin mama Kalisha dengan senyuman yang semakin lebar.


"Bawa istri kalian ke dokter, manatau mereka berdua hamil." Ucap mama Kalisha masih dengan senyumannya.


"Nanti ajalah ma," Tolak Abimana.


Sejujurnya pria itu sedang dilema mendengar ucapan sang mama. Mengingat setelah kelahiran baby Arsheno dan harus berpuasa selama empat puluh hari membuatnya diam-diam bergidik ngeri. Akan tetapi disisi lain ia pun menginginkan anak yang banyak.


"Bener tuh ma, nanti aja siapatau mereka berdua hanya ingin mengerjai kami." Timpal Shandy masuk akal.

__ADS_1


Sheila dan Alisha bersaudara, wajar saja jika mereka berdua selalu kompak dan berniat mengerjai para suami mereka. Bukannya Shandy mencurigai kedua saudara itu tapi kelakuan mereka yang tiba-tiba dan memaksa terkesan sangat aneh dan tidak biasanya.


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2