Menggapai Rasa Yang Tersisa

Menggapai Rasa Yang Tersisa
BAB ~ 69. SAH


__ADS_3

Kata SAH terdengar memenuhi ruang tamu dimana ijab qabul dilaksanakan. Semua mengucapkan selamat bagi pasangan baru itu. Sebagai seorang kakak, Sheila pun mengucapkan selamat pada adiknya dan berdoa agar rumah tangga mereka langgeng dan bahagia.


Kini mereka makan malam bersama pak penghulu. Walaupun acaranya sederhana namun sangat terasa kesakralan pernikahannya. Sheila dan yang lainnya sangat menikmati jamuan makan malam ini.


"Sayang, makannya pelan-pelan ,,," Tegur mama Kalisha lembut melihat menantunya makan dengan lahap.


"Gak kok ma, malam ini aja." Balas Sheila tersenyum sangat manis bahkan teramat manis di mata Abimana.


Melihat sang istri tersenyum sangat manis, bukannya senang malahan Abimana merasa sangat khawatir namun tak ia perlihatkan pada orang lain.


Selesai jamuan makan malam, tak lama kemudian pak penghulu pun pamit. Diantar oleh papa Shehzad keluar rumah dan selanjutnya pak penghulu diantar oleh supir pribadi keluarga Shehzad.


Malam semakin larut, udara dingin semakin menusuk hingga ke tulang. Satu per satu anggota keluarga masuk ke dalam kamar. Kecepatan Kuncoro dan mama Kalisha yang bersikeras pulang ke rumahnya.


"Maaf ma, aku gak busa antar keluar, baby Arsheno mulai rewel mungkin pokoknya penuh." Ucap Sheila sebelum naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.


"Gak apa-apa sayang. Tapi besok cepat bersiap, ya ?! Sekalian jemput pengantin baru. "


Sheila hanya tersenyum manis menatap sang mama mertua. Wanita paruh baya itu sangat menyayanginya layaknya anak sendiri.

__ADS_1


Rumah mewah itu kembali sepi, hanya ART yang terlihat membereskan sisa-sisa hajatan tuan rumah dan beberapa orang yang membuka ornamen-ornamen pernikahan.


Di sebuah kamar yang di sulap menjadi sebuah kamar pengantin tampak begitu sunyi. Pasangan baru itu terlihat canggung satu sama lain.


"Aku ganti baju dulu." Ucap Alisha memecahkan kesunyian.


Shandy hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Ia pun sibuk mencari baju dalam koper yang dibawanya. Perlahan Alisha keluar dari kamar mandi dan Shandy pun selesai ganti baju. Suasana canggung kembali terasa kala pasangan tersebut berniat untuk tidur.


"Mas tidur disini aja, aku gak masalah berbagi tempat tidur. Kita adalah pasangan yang sah dimata agama dan hukum." Ucap Alisha membaringkan tubuhnya dengan santai.


Alisha adalah tipe wanita yang berpikiran terbuka. Baginya semua yang terjadi dalam hidupnya sudah menjadi suratan takdir dan harus ia jalani dengan ikhlas.


Shandy percaya dengan seringnya mereka melakukan kontak fisik maka rasa cintanya akan cepat hadir diantara mereka.


"Tentu saja mas." Balas Alisha tersenyum.


Alisha tak ingin membandingkan dan mengingat pernikahannya dengan Ferdy. Baginya itu adalah masa lalu yang harus dilupakan. Kini masa depannya dengan Shandy baru saja dimulai.


Perlahan Shandy memeluk Alisha kemudian memejamkan matanya. Siang tadi ia tak sempat istirahat walau hanya sekejap. Sibuk mengantar mama Kalisha kesana kemari mengurus pernikahannya. Rasa lelah membuatnya langsung terbang ke dunia mimpi.

__ADS_1


Sambil tersenyum Alisha membalas pelukan Shandy dan tak henti-hentinya berdoa dalam hati agar kehidupan mereka bahagia. Berjuta harapan Alisha sematkan dalam doa-doanya.


Malam pertama pasangan baru itu terlewatkan begitu saja tanpa ritual khas pengantin baru. Sama halnya di kamar lantai atas, Sheila dan Abimana tidur pulas setelah baby Arsheno pun tertidur. Hingga pagi kembali menyapa, penghuni rumah tersebut pun bangun seperti biasanya.


Saat berada di meja makan, suasana sedikit berbeda karena anggota keluarga bertambah. Shandy ternyata pandai mencairkan suasana.


"Kalian rencana bulan madu kemana ?" Tanya Sheila disela-sela sarapan mereka.


"Belum kepikiran kakak ipar. Kerjaan masih numpuk gegara bosku selalu ijin." Jawab Shandy melirik Abimana yang seolah tak mendengar ucapan asisten yang kini sudah resmi menjadi adik iparnya.


"Jangan mengeluh, ikhlas bekerja supaya berkah." Balas Abimana santai.


"Ikhlas sudah pastilah, tapi seikhlas-ikhlasnya asisten butuh liburan juga kali, bos" Shandy tak mau mengalah.


"Ya sudah, mulai besok aku akan rajin ke kantor."


Sheila dan yang lain hanya menjadi pendengar setia atas perdebatan keduanya. Setelah beberapa saat sarapan bersama kesunyian kini suasana hangat kembali terasa dengan kehadiran Shandy.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2