
Tiba di perusahaan PT. Garda Utama, Abimana langsung turun dari mobil dan berlari menuju lift disusul oleh Shandy yang memarkir mobilnya asal. Tak ada yang menghalangi kedua pria itu karena para security yang bertugas telah mengenal mereka.
Ting
Pintu lift terbuka dan Abimana serta Shandy berhamburan keluar. Wanti yang melihat grasak grusuk keduanya hanya bisa melongo, tak mungkin pula ia melarang ataupun menegur mereka.
Braaakkkk
Abimana mendorong pintu dengan kasar sehingga mengagetkan mama Kalisha dan Sheila. Melihat kedatangan suaminya, Sheila berdiri dan berlari memeluk erat Abimana dengan isak tangisnya.
"Mas, jangan tinggalin aku ,,, hiks hiks hiks."
Mama Kalisha mendelik tajam mendengar ucapan menantu kesayangannya. Ia tak menyangka akan terjadi kesalahpahaman seperti ini antara dirinya dan menantu kesayangannya. Abimana menatap sang mama dengan wajah bingung. Demikian pula halnya dengan Shandy yang sejak ditarik oleh Abimana, kini semakin bingung.
"Ma, ada apa sih sebenarnya ?!"
"Salah paham ! Mama bermaksud menjodohkan Nia dengan Shandy tapi malah istrimu mengira aku akan menikahkanmu dengan Nia." Jawab mama Kalisha singkat padat dan jelas.
"Beneran tante ?!" Kali ini Shandy setengah berteriak saking senangnya.
Wanita paruh baya itu ternyata memikirkan nasibnya yang setiap hari menemani putranya yang tak pernah sekalipun berinisiatif mencarikannya jodoh.
__ADS_1
"Beneran ma ? Jadi bukan untuk mas Abi ? Aku kira mama tak sayang aku lagi karena sudah mulai jelek dengan perut gendut seperti orang cacingan." Tutur Sheila tanpa melepas pelukannya.
Tanpa sadar Sheila tak lagi mual satu berdekatan dengan sang suami. Abimana tersenyum membalas pelukan sang istri. Untuk pertama kalinya sejak masa ngidam Sheila, ia bisa memeluk lagi istri tercintanya.
"Tentu saja sayang ,,, masa mama mengganti menantu yang sejak kecil ditunggu hingga dewasa. Lagian suamimu cinta mati dan tak mungkin meninggalkanmu hanya karena wanita lain." Balas mama Kalisha bersyukur drama ibu hamil akhirnya selesai.
"Eh bu bos gak mual lagi deket-deket dengan pak bos ?" Shandy akhirnya menyadari perubahan Sheila.
"Iya nih, mungkin bayinya sudah mengenali papanya." Balas Sheila terkekeh.
"Maksudnya selama ini, bayi kita mengenali Shandy sebagai papanya ?!" Terlihat jelas wajah Abimana tak terima dengan perkataan sang istri.
"Mana tahu mas, aku kan juga gak tahu pasti. Hanya menduga-duga aja."
"Tapi mbak Nia gak boleh dekat-dekat sama mas Abi." Tukas Sheila masih menaruh mencurigai niat terselubung mama mertuanya.
Mama Kalisha menatap jengah ke arah Sheila, untung menantu kesayangan. Seandainya bukan menantunya mungkin Sheila dan Abimana sudah berakhir. Mama Kalisha berjalan terlebih dahulu meninggalkan ruang kerja wanita hamil yang sensitifnya sedang berada pada tingkat dewa.
Shandy kemudian menyusul mama Kalisha sedangkan Abimana menggandeng mesra tangan sang istri. Mumpung bayi dalam kandungan Sheila sedang berdamai dengan dirinya. Berlima mereka memasuki lift. Nia hanya menurut saja saat diajak makan siang bersama.
"Aku sama mama dan Sheila. Kamu pakai mobil Sheila aja." Perintah Abimana ketika mereka tiba di lobby.
__ADS_1
"Yang, kunci mobilmu kasih ke Shandy." Lanjut Abimana menengadahkan tangannya.
Tanpa menoleh, Sheila dan mama Kalisha masuk kedalam mobil. Rupanya kedua wanita itu memiliki tujuan yang sama yaitu menjodohkan Shandy dan Nia. Semoga saja mereka berjodoh karena manusia hanya bisa berusaha.
Walaupun merasa terpaksa namun Nia menurut saja ketika suami bosnya itu mengatur agar mereka berdua bersama. Nia kini mengerti maksud dari ajakan mereka makan siang bersama. Samar-samar Nia tersenyum kecut sembari menarik napas panjang.
Mobil mereka berjalan beriringan menuju restoran favorit keluarga. Mama Kalisha kini sudah busa menarik napas lega karena Sheila sudah tenang berdekatan dengan Abimana. Jauh di dalam lubuk hatinya, mama Kalisha merasa iba melihat penderitaan putranya sejak ia datang.
"Ma, aku minta maaf tadi sudah salah paham sama mama." Ucap Sheila merasa tak enak hati pada mama mertuanya.
"Gak apa-apa, sayang. Memang wanita hamil ladang seperti itu." Balas mama Kalisha maklum.
"Tapi dia ini parah, ma. Mungkin secara emosi pada umumnya ibu hamil memang sedikit sensitif tapi Sheila sangat berbeda ma. Masa iya gak mau dekat-dekat dengan aku padahal kan dia hamil gara-gara aku." Abimana masih tak terima dengan perlakuan kejam Sheila padanya.
"Maaf mas, tapi itu bukan maupun, lho."
"Makanya lain kali kalau hamil jangan seperti ini lagi."
Plaaakkkk
"Istrimu belum juga melahirkan malah memikirkan hamil lagi" Mama Kalisha memukul lengan putranya dari belakang.
__ADS_1
Anak, menantu dan sang mama terus bercerita dan membahas segala sesuatu secara random. Hingga akhirnya kedua mobil itu memasuki area parkiran restoran seafood tersebut.
🌷🌷🌷🌷