
π Jam up pukul 20:00 - 23:00 Wib
π Eps ini di up pukul 20:32 WIB (02-Feb-2023)
***
Hari-hari terus berlalu, para siswa kelas XII A memanfaatkan pojok baca dengan baik, sesekali Larina juga mengajak teman-temannya untuk memecahkan soal-soal Matematika yang belum diajarkan oleh gurunya, tidak hanya itu, Larina juga mengajak teman-temannya untuk mendisusikan soal-soal mata pelajaran yang akan diujikan di Ujian Nasional nantinya.
Setiap bangun tidur di pagi haru Larina rutin minum air putih minimal 200 ml sebelum makanan sarapan masuk ke perutnya, ia juga lari-lari kecil di kamarnya sebelum mandi, tidur cukup dan menghindari begadang yang tidak dibutuhkan, ia juga membatasi dirinya mengkonsumsi minuman manis atau yang mengandung tinggi gula, dalam satu minggu ia hanya akan mengkonsumsi makanan atau minuman manis satu kali saja. Ia lakukan hal itu rutin selama 1 bulan penuh dengan konsisten.
1 bulan berlalu. Larina yang baru bangun tidur langsung meneguk segelas air putih. Setelah itu ia mengukur lingkar perut dan lingkar dadanya. Larina tersenyum puas saat ukuran Lingkar dada dan Lingkar perutnya terus berkurang, ia bercermin dan melihat perbedaan yang siginfikan di area wajah, leher dan bahunya. Ia membandingkan kondisi fisiknya saat ia pertama kali masuk ke dalam tubuh barunya itu, lemak dibawah dagunya pun sudah mulai menghilang tetapi lemak di pipinya masih ada dan itu membuat pipinya terlihat chubby yang menggemaskan.
Larina tidak menjadikan angka timbangan sebagai patokan, jadi tidak masalah jika beratnya berkurang sedikit asalkan massa ototnya naik dan lemaknya berkurang hingga membuat tubuhnya menyusut namun tetap padat. Dengan pola hidup yang lebih sehat seperti saat ini, jerawat Larina pun ikut pergi. Setelah selesai mandi, Larina mengeluarkan baju seragamnya yang baru saja ia kecilkan kemarin dari dalam lemari, kini bentuk tubuhnya lebih ramping dan ia terlihat lebih tinggi dari sebelumnya.
"Yups! Ini masih kurang. Pinggangnya kurang kecil, kalau pipinya tidak masalah chubby karena ini terlihat menggemaskan." ucapnya sambil memandangi pantulan dirinya di cermin dengan rasa puas atas usahanya itu.
***
"Mesin printer dan komputernya nanti siang diantar oleh penjualnya." tutur Ayah Larina sambil mengambil nasi ke piringnya.
"Iya, Yah. Nanti Ayah pulang siang, kan?"
"Iya."
"Oke."
Larina segera menyantap sarapannya, jam menunjukkan pukul 06:30 pagi, setelah sarapan, Larina pamit berangkat lebih dulu dari Ayahnya.
Sesampainya di kelas...
"Larina, kamu kurusan ya? Kelihatan tinggi juga." puji teman kelasnya.
"Terimakasih." sambil tersenyum ramah.
"Kurusan dari mana? Jari tangan masih seperti jempol semua." sindir Nana.
__ADS_1
Teman kelasnya memperhatikan jari jemari tangan Larina.
"Tidak, jarinya lentik dan bagus." ucapnya menyanggah sindiran Nana.
"Hmm," Nana memalingkan wajahnya,
"Kulitmu juga semakin cerah, kasih tips dong!" pinta temannya yang lain.
"Iya loh, aku tidak sadar kalau Larina makin kurusan. Pipinya gemoy juga. Aku kurus tapi pipiku juga tidak chubby."
Larina terkekeh.
"Aku akan membagikan tips-nya kok, tapi selain tips-tips ada hal penting yakni kuncinya harus konsisten." ucap Larina.
"Boleh tuh, aku ingin tips mencerahkan kulit. Kulitku kusam terus padahal pakai produk mahal."
"Aku juga mau dong, tips menghilangkan jerawat. Aku sudah pakai produk yang cocok loh padahal."
Mendengar percakapan gadis-gadis itu membuat Nana semakin panas.
"Bisa-bisanya dia berubah seperti ini. Ini tidak bisa dibiarkan! Bella harus tau hal ini." batin Nana.
"Selamat pagi, anak-anak." sapa Wali kelas XII A
"Selamat pagi, Bu."
"Ini sudah masuk semua?"
"Masih ada yang belum datang, Bu."
"Baiklah. Ibu akan menginformasikan kepada kalian, mulai senin depan kalian akan dapat pelajaran tambahan untuk persiapan Simulasi Try-Out sampai Ujian Nasional." tuturnya sambil mengeluarkan setumpuk kertas surat untuk orang tua/ wali murid.
"Rafa, tolong bagikan ini ke teman-teman kamu."
"Baik, Bu."
__ADS_1
"Surat itu kalian serahkan kepada orang tua kalian sebagai bukti dan minta tanda tangan orang tua kalian untuk persetujuan. Kalian nantinya akan pulang jam 16:30 - 17:00 sore ketika mendapat pelajaran tambahan. Besok kalian setor surat yang sudah di tanda tangani ke Ibu, ya. Boleh bawa bekal atau uang jajan tambahan karena kalian pulang lebih sore." jelasnya
"Baik, Bu." jawab mereka serempak.
Larina menghela napas karena ia juga memikirkan pekerjaannya, ia kasihan karena Ayahnya harus menggantikan dirinya.
"Melihat omset bulan ini sih dan beberapa hal lainnya, kurasa aku bisa membuka loker. Tapi aku ingin ada karyawan setelah tokonya di perluas." pikirnya.
"Baik, itu saja yang Ibu sampaikan. Happy Enjoy," ucap Wali Kelasnya dan ia segera keluar dari kelas.
"Enaknya bagaimana ya?" batin Larina.
πππ
Sepulang sekolah..
Beberapa pembeli yang sudah akrab dengan Larina melempar senyum kepadanya saat masuk ke toko dan mencium punggung tangan Ayahnya.
"Baru pulang sekolah?"
"Iya nih kak."
Setelah basa-basi itu Larina segera masuk ke rumah dan berganti pakaian serta makan. Larina tersenyum saat melihat mesin printernya ada di meja ruang tamu.
"Akhirnya punya komputer dan mesin printer." ucap Larina dengan hati yang berbunga-bunga.
Puas memandangi kedua barang elektronik itu, Larina bergegas ke toko untuk kembali menggantikan Ayahnya.
"Barang-barangnya belum diantar, Yah?" tanya Larina pada Ayahnya.
"Sudah tadi. Sudah Ayah letakkan di gudang." jawab Ayahya.
"Kamu cek dulu, barangkali ada yang kurang. Daftar barang-barangnya kan kamu bawa tadi."
Larina memukul jidatnya pelan.
__ADS_1
"Maaf, aku lupa." ucap Larina sambil terkekeh.
Tanpa disadari, ada sepasang mata dari dalam toko yang ada di seberang jalan sedang memperhatikan Toko Larina yang ramai pembeli bahkan sampai berdesak-desakan.