Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama
Bab 63 : Larina Ada di Rumah?


__ADS_3

🍒Jam Up pukul 20:00 -23:00 WIB


🍒 Eps ini di up pukul 20:32 WIB ( 04-Feb-2023)


***


Disisi lain, di rumah Doni. Doni terus merasa gusar dan tidak tenang.


"Aku kenapa sih?!"


Setiap dekat dengan Larina ia merasa jantungnya berdebar, saat jauh dari Larina ia merasa ada yang menariknya untuk menemui Larina.


Doni memandangi langit-langit kamarnya, ia yang sudah tidak tahan akhirnya meraih HP-nya dan mengirim pesan kepada Larina.


"Larina, ini aku Doni." setelah menulis pesan itu ia pun segera mengirimnya. 5 menit berlalu, pesan yang ia kirimkan masih memiliki tanda centang 2 warna abu-abu.


"Apa ini nomernya salah?" gumam Doni.


Kemudian ia menghapus nomor Larina dan melihat NickName nomor WhatsApp tadi bertuliskan "LARINA".


"Tidak salah nomer sih, tapi kenapa lama ya?"


"Apa dia sibuk?"


"Apa dia sedang kencan dengan si Rafa - Rafa itu?!"


***


Kembali pada Larina.


Setelah berganti pakaian, Larina membuka tokonya. Selang beberapa menit kemudian pembeli mulai berdatangan dan ramai seperti biasanya. Larina merasa ia sedang diawasi lagi, ia melirik ke arah toko seberang dengan ekor matanya, betul saja ia melihat ada seorang pria yang tengah berdiri di dalam toko tersebut. Larina pergi ke luar tokonya dan berdiri di depan toko menghadap ke toko yang ada di depannya itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada serta tatapan datar yang ia lemparkan pada pria asing tersebut.


Menyadari Larina sedang menatap ke arahnya, pria itu pun pergi menghilang dari balik tumpukan karton di dalam tokonya.


"Oh, jadi dia yang mengawasiku?" gumam Larina.


Larina melihat toko tersebut masihlah memiliki pembeli 1, 2 orang. Larina menoleh ke dalam tokonya sendiri dan melihat pembeli yang lebih banyak di tokonya.


"Dia pemilik toko itu? Apa dia mengawasi tokoku yang punya pembeli lebih banyak?" tanyanya pada dirinya sendiri. Larina pun teringat dulunya toko di depannya itu memiliki pembeli yang lebih banyak daripada toko sang Nenek yang ia kelola saat ini.


"Dek, mau bayar" panggil salah satu pembeli.


"Oh, iya kak." sahut Larina, ia segera masuk ke dalam tokonya.


"Ada apa, Dek?"


"Tidak apa-apa kok, Kak. Totalnya 102.700, ya."

__ADS_1


***


Malam harinya,


Ayah Larina baru pulang, ia melihat Larina tengah sibuk di bagian kasir. Ia menghela napas kemudian masuk ke dalam.


"Ayah sudah pulang, ya?" tanya Larina.


"Iya, ada rapat dadakan tadi. Ayah lupa tidak mengabari kamu." jawab Ayah Larina.


Larina mencium punggung tangan Ayah Larina. Ayah Larina juga menyapa pembeli yang sedang melakukan transaksi pembayaran.


"Kenapa tidak pakai karyawan saja, Pak?" tanya sang Pembeli.


"Semoga saja secepatnya kami bisa pakai Karyawan, Mbak."


"Iya, tadi siang aku kesini, tapi tokonya masih tutup."


"Maaf ya, kak." ucap Larina


"Totalnya 305.000," ucap Larina lagi, ia menerima uang 350.000 dan segera memberikan uang kembalian serta struknya.


"Ini potongan harga sabunnya sampai kapan, Dek?"


"Sampai stok sabun habis, kak." jawab Larina sambil tersenyum.


***


Ayah Larina segera membersihkan diri dan pergi ke toko untuk membantu Larina.


"Ayah istirahat dulu, kan baru datang."


"Nanti saja. Kamu juga pasti lelah, kan? Masa Ayah kalah sama kamu."


Larina menghela napas sambil berkacak pinggang.


Setelah pembeli agak sepi, Larina mengecek semua barang di rak dan mengeluarkan stok di gudang jika ada barang di rak yang sudah menipis.


"Ayah, nanti aku pinjam Laptop Ayah untuk laporan keuangannya." ucap Larina.


"Iya. Pakai saja."


"Terimakasih,"


***


Di rumah Ibu Larina,

__ADS_1


Suara mesin motor terdengar berhenti di halaman rumah Ibu Larina (Rumah keluarga Larina yang sekarang adalah milik Ibu Larina). Ibu Larina yang baru saja pulang langsung mengintip dari jendela dan melihat ada seseorang yang datang.


Orang itu turun dari motornya dan berjalan ke arah rumahnya.


"Siapa ya?" gumam Ibu Larina.


'Tok tok tok' ketuk orang itu. Ibu Larina membukakan pintu.


"Iya, siapa ya?" tanya Ibu Larina, ia melihat penampilan orang di depannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Sepertinya masih anak sekolahan," batinnya.


"Selamat malam, Tante. Saya Doni, teman kelasnya Larina."


"Oh. Ada perlu apa kesini?" tanya Ibu Larina dengan ketusnya.


"Larina ada di rumah, Tan?" tanya Doni


"Dia tidak ada disini." jawab Ibu Larina


"Eh? Sedang pergi keluar ya?" tanya Doni yang mengira Larina sedang ada urusan di luar.


"Dia sudah tidak ada di rumah ini lagi," jawab Ibu Larina lagi.


Doni bingung.


"Kira-kira, dia sekarang ada di mana ya, Tan?" tanya Doni lagi.


"Hmm, aku tidak tau. Kamu cari sendiri saja, aku tidak tau." jawabnya dengan raut wajah yang malas dan terlihat risih.


Doni mengernyitkan dahinya melihat sikap Ibu Larina yang tidak peduli kepada anaknya sendiri.


"Yasudah, Tan. Saya pamit dulu, selamat malam." pamit Doni.


"Iya,"


Ibu Larina langsung menutup kembali pintu rumahnya.


"Apa yang telah terjadi di keluarga ini? Baru ini aku melihat seorang Ibu yang seperti ini." gumam Doni sambil naik ke motornya dan menelfon Larina namun tidak ada jawaban.


Di kamar Larina, HP Larina berdering namun Larina yang sibuk di toko tidak mendengarnya sama sekali, Ayah Larina juga sibuk di toko.


Setelah dua kali menelfon tetapi masih tidak diangkat oleh Larina, ia pun memutuskan pergi dari rumah Ibu Larina.


"Aku harus kemana ya? Chatku belum dibalas dari tadi, telfon juga tidak diangkat. Ini pun sudah jam 8 malam."


"Masa dia tinggal serumah dengan Rafa itu? Tidak, tidak. Mana mungkin seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2