
"Ada apa, Yah?" tanya Larina.
"Hati-hati, Nak." ucap Ayah Larina ketika melihat pecahan lampu yang berserakan di lantai.
Larina pun segera menoleh ke bawah.
"Ada yang menjatuhkan lampunya," tutur Larina sambil melihat ke arah lampu.
"Ayah tidak kenapa-napa kan?" tanya Larina
"Aman." jawab Ayah Larina sembari membuka pintu, mereka berdua segera masuk. Larina segera mengambil sapu dan serok kemudian membersihkan pecahan lampu di depan toko.
"Apa lampunya panas sampai pecah? Atau... Ada yang sengaja?" gumamnya sambil berkacak pinggang dan melihat sekelilingnya.
"Jangan lama-lama di luar, dingin."
"Iya, Ayah."
Larina segera masuk ke dalam dan mengunci pintu. Usai berganti pakaian, Larina pergi ke toko untuk mengambil galon.
"Aduh!"
Larina merasa ada yang mengigit kakinya, ia kembali meletakkan galon ke lantai. Ia merasakan kakinya gatal disertai panas. Ayah Larina menyusul saat mendengar suara Larina,
"Kok banyak semut ya?" gumam Larina, ia mengipasi kakinya yang baru saja digigit semut.
"Ada apa?" tanya Ayah Larina.
"Cuma di gigit semut, kok." jawab Larina sambil nyengir.
Ayah Larina menoleh ke arah lantai yang di dekat pintu.
"Aku mau periksa gula di rak dulu," ucap Larina,
Larina berkacak pinggang lagi saat melihat banyak semut mengerubungi gula yang ada di rak,
"Cerobohnya aku, aku tidak tau kalau ada plastik yang sobek."
"Mana ini jenis semut yang gatal panas itu," lanjutnya sambil memindahkan gula yang sudah dikerubungi semut.
"Kuharap tidak menyebar ke barang lainnya," lanjutnya.
"Kenapa bisa ada gula disini?" gumam Ayah Larina. Ia lekas mengambil sapu dan serok serta membersihkan lantai tersebut.
__ADS_1
Usai membersihkan gula di lantai, ia menuju ke Larina yang tengah memindahkan gula-gula dari rak ke kardus.
"Kenapa?" tanya Ayah Larina.
"Ada semutnya, ini jenis semut yang panas gatal itu, Yah. Ada juga yang semut biasa," jawab Larina.
"Padahal tadi sudah aku sapu bersih," lanjutnya.
***
Disisi lain dirumah Rafa.
"Larina cantik ya, apalagi sekarang body-nya bagus." puji Ibu Rafa sambil berjalan ke dalam rumah diikuti Rafa.
"Dari dulu dia memang sudah cantik," timpal Rafa.
"Di mataku, dan akan selalu begitu." batinnya.
"Kamu menyukainya karena cantik?" tanya Ibu Rafa.
"Tidak."
"Lalu?"
"Aku mengantuk." ucap Rafa kemudian mendahului langkah Ibunya, ia langsung pergi ke kamarnya.
πππ
Besoknya..
Seperti biasa, toko Larina didatangi banyak pembeli.
"Dek, mau minyak yang merk ini 2 karton." ucap salah satu pembeli sambil menunjukkan 1 liter minyak goreng di tangannya.
"Oke kak, ada di gudang. Saya ambil dulu."
"Yang lebih murah dari ini sudah habis ya?"
"Oohh yang **** itu ya kak?"
"Iya dek, tadi di rak kosong."
"Kalau itu ada tapi sisa 1 karton kak,"
__ADS_1
"Oke deh, mau yang merk ini 1 karton sama yang itu 1 karton juga."
"Oke kak, tunggu sebentar."
Larina dengan langkah santai menuju gudang, saat ia membuka pintu gudang ia dikejutkan oleh seekor tikus yang tiba-tiba muncul di balik pintu dan berlari ke arah toko. Hal tersebut membuat heboh para pembeli lainnya, sebagian pembeli melihat ke arah Larina yang membuka pintu gudang.
Ayah Larina yang mendengar suara kehebohan dari toko langsung meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke toko, ia mencari keberadaan Larina.
"Mana Puteriku?" tanya Ayah Larina.
"Di gudang," jawab salah seorang pembeli.
Larina yang masih terkejut makin dikejutkan lagi saat ia melihat banyak tikus di tumpukan karton.
"Duh Dek, kok banyak tikusnya?"
"Iya eh, geli banget itu. Mana banyak banget lagi." ucap pembeli lainnya.
Larina menelan ludah, ia segera masuk ke gudang dan melihat beberapa karton barangnya sudah koyak dan beberapa karung beras yang sudah berhamburan dilantai. Larina makin dibuat geli melihat kotoran tikus dilantai, para pembeli yang melihat itupun juga ikut merasa geli.
"Ya Tuhan, apa yang telah terjadi? Gudang ini selalu ku bersihkan dan kemarin baik-baik saja." gumam Larina, ia panik dan sedih.
"Nak," panggil Ayah Larina,
Larina menoleh saat ia dipanggil Ayahnya.
"Aku sudah mengeceknya kemarin dan aman-aman saja," jelas Larina.
"Ih, gak jadi belanja deh." ucap salah satu pembeli yang kembali meletakkan belanjaannya.
"Saya juga, Bu. Geli lihat kotoran tikus di atas kartonnya itu,"
Sebagian pembeli memilih pergi dari toko Larina dan tidak jadi belanja, sebagian kecil menyemangati Larina dan tetap berbelanja.
"Lain kali lebih teliti, dek."
"Iya, Bu. Terimakasih. Maaf atas ketidaknyamanannya." ucap Larina dengan raut wajah sedihnya.
"Iya, ini Ibu mau bayar."
Larina mengangguk.
***
__ADS_1
Ayah Larina berhasil mengusir semua tikus di gudang.
"Apa lewat lubang itu ya?" guman Ayah Larina.