Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama
Bab 68 : Orang Misterius


__ADS_3

🍒Jam up pukul 20:00 - 23:00 WIB


🍒Eps ini di up pukul 21:20 WIB (11 Februari 2023)


🍀🍀🍀


Malam harinya, di rumah Rafa.


Ibu Rafa tengah menyiapkan makan malam, Rafa keluar dari kamarnya dan membantu Ibunya untuk menata makanan di meja.


"Terimakasih," ucap Ibu Rafa karena Rafa telah membantunya.


"Terimakasih juga untuk Ibu," balas Rafa.


Setelah siap, mereka pun menyantap makan malam dengan tenang.


"Larina sudah kamu beritahu?" Celetuk Ibu Rafa.


Rafa seketika menghentikan kunyahannya, kemudian ia menghela napas


"Maaf, aku lupa." ucap Rafa.


Disisi lain di rumah Larina.


Larina tengah sibuk di toko dan Ayahnya ada sedikit tugas dari Kepala Sekolah.


Pandangan Larina tertuju kepada salah satu pembeli yang baru datang, ia mengenakan masker dan hoodie yang menutupi tubuh bagian atasnya sampai kepalanya.


Ia bersikap layaknya pembeli lainnya, mencari barang di rak dan memilah-milih barang.


"Dek, mau bayar."


"Iya kak," Larina kemudian mengalihkan fokusnya pada pelanggan yang ada di depannya.


"Terimakasih," ucap Larina sambil menyodorkan struk belanja serta uang kembalian.


Saat Larina mengalihkan pandangannya kepada pembeli misterius tadi, ia dikejutkan olehnya karena ia sedang berdiri disampingnya sambil menyodorkan  keranjang berisi belanjaannya.


"Dibawa ke bagian depan kasir ya, kak." ucap Larina.


Pembeli misterius itu mengangguk, ia melangkah pindah ke depan bagian depan kasir, ia meletakkan belanjaannya di meja, Larina tidak melihat hal aneh darinya, belanjaannya normal, hanya saja wajahnya tidak terlihat jelas, yang bisa ia lihat dengan jelas hanyalah area mata dan alisnya saja.

__ADS_1


"Totalnga Rp. 54.500, kak." ucap Larina sambil memasukkan belanjaan pembeli tersebut ke dalam kantong plastik.


Pembeli misterius itu menyodorkan selembar uang kertas bernilai Rp. 100.000. (Btw authornya suka banget sama nih uang warna pink 😂)


Larina menerimanya, ia memberikan struk serta uang kembalian kepadanya, ia mengangguk sebagai tanda ucapan terimakasih dan pergi keluar dari toko Larina. Larina mengikuti pembeli itu menggunakan pandangan matanya, ia terlihat masuk ke sebuah mobil dan pergi ke arah jalan raya.


Larina menepis pikiran Negatifnya dan kembali berfokus pada pekerjaannya. Ayah Larina mengernyitkan dahi saat file dokumen yang akan dikirim dari Hp ke laptopnya tiba-tiba gagal di tengah jalan. Dilihatnya kabel datanya tidak lagi dapat terhubung.


"Waduh, rusak lagi?" tanyanya pada dirinya  sendiri sambil mencopot kabel data dari Hp serta Laptopnya.


Ia menghela napas pelan, ia pergi keluar dari rumah menuju toko dan menemui Larina.


"Nak, Ayah pinjam kabel datanya sebentar, ya?" ijin Ayah Larina.


"Pakai saja, Yah. Ada di kamar. Cabut saja, sepertinya baterai HP-ku juga sudah penuh."


Ayah Larina menggangguk, ia kemudian pergi ke kamar Larina dan mencabut kabel data dari Adaptor dan HP Larina, ia meletakkan HP Larina di tempat tidur, baru saja ia akan menutup pintu kamar, terdengar suara dering dari HP Larina, ia kemudian melihat siapa yang menelfon Puterinya.


"Rafa?" gumamnya.


Ayah Larina tidak menjawab telfon dari Rafa, ia membawa HP tersebut kepada sang pemiliknya.


"Nak, ada telfon dari temanmu." ucap Ayah Larina sambil menyodorkan HP Larina.


Ayah Larina mengangguk, ia kemudian kembali masuk ke rumah dan melanjutkan pekerjannya.


"Halo," ucap Larina setelah menjawab telfon dari Rafa.


"Halo," sahut Rafa di seberang telfon.


"Iya, kenapa? ada apa?" tanya Larina.


"Kau masih sibuk?" Rafa bertanya balik,


"Sedikit. Ini masih jam kerjaku. Ada hal penting?"


"Iya, ada hal penting. Nanti aku telfon lagi setelah selesai kerja."


"Tidak apa-apa bicara sekarang, aku tidak terlalu sibuk juga." ucap Larina yang sedikit penasaran.


"Dek, susu yang ini sisa 1 Pcs saja?" tanya salah seorang pembeli menghampiri Larina sambil menunjukkan sebotol susu.

__ADS_1


"Lanjutkan dulu pekerjaanmu, kabari aku setelah selesai." ucap Rafa.


"Baiklah,"


Rafa segera mengakhiri telfon.


"Yang rasa coklat sisa 1 ini kak, di gudang adanya rasa vanilla dan melon." jawab Larina.


"Yah. Kalau beli satu karton harganya sama seperti satuan?"


"Beda kak. Jika untuk dijual lagi, harganya juga beda, kok."


"Okelah, yang melon 2 karton, terus yang vanilla 1 karton aja."


"Oke kak. Saya ambil di gudang dulu."


Larina segera pergi ke gudang dan mengambil 3 karton susu yang diminta pembelinya.


"Mau dijual lagi atau bagaimana kak?"  tanya Larina sambil meletakkan yang ia bawa itu ke atas meja.


"Enggak, Dek. Buat stok di perjalanan."


"Oke kak. Ada lagi?"


"Udah, ini aja."


"Baik, kak."


🍀🍀🍀


Sekitar jam 21:30, Larina menutup pintu toko, ia menutup gorden dan mematikan lampunya.


Ia melakukan peregangan otot dan merasa di sekitar punggungnya terasa sedikit sakit.


"Tiba-tiba aku merasa lebih lelah, tidak seperti biasanya." gumam Larina sambil berjalan menuju ruang makan untuk mengambil air minum.


Setelah meneguk segelai air putih, ia kemudian menuang segelas air lagi dan membawanya ke kamar.


Larina berbaring di tempat tidurnya.


"Hhhhhh!" Larina memejamkan mata dan merasakan nikmat ketika tubuhnya menyentuh kasur.

__ADS_1


"Enaknyaaaa~" ucapnya pelan.


Ia hampir tertidur, tetapi secepat kilat ia membuka matanya dan teringat untuk menelfon Rafa. Ia meraih HP-nya yang ada di meja dan mengirim pesan kepada Rafa.


__ADS_2