
Di kantin...
Larina tengah menikmati jus buahnya bersama teman kelasnya di kantin, sesekali ia juga melihat artikel-artikel di internet.
"Larina, enak ya jadi kamu," celetuk salah satu teman kelasnya, Larina menoleh.
"Maksudnya?" tanya Larina.
"Iya enak. Cantik, pintar, banyak yang naksir bahkan bisa dekat dengan ketua kelas kita yang cuek itu." jelasnya.
Larina hanya tersenyum simpul.
"Berada di titik ini susah-susah gampang." ujar Larina
"Untungnya dulu kita tidak ikut membully-nya, jadinya kita tidak canggung ketika berada dalam satu kelas." ucap temannya yang lain
****
Sepulang sekolah, pukul 3 sore. Larina mendapati teknisi Wifi sedang memasang wifi serta CCTV di rumah dan tokonya.
"Ayah beli meja dan kursi? Buat apa?" tanya Larina sambil memandangi beberapa kursi dan juga meja.
"Iya, nanti wifinya dijual dalam bentuk voucher juga. Barangkali ada yang nongkrong." jawab Ayahnya.
Larina mengangguk paham, ia pun segera masuk kedalam. Setelah makan dan berganti pakaian, Larina mulai bekerja, selang beberapa sata setelah toko dibuka, pembeli misterius itu datang kembali dengan penampilan yang sama.
Ia memilah-milih barang yang ia butuhkan di rak. Dengan ekor matanya, Larina melihat ada gelagat aneh dari orang tersebut, ia seperti celingak-celinguk melihat keadaan sekitar dan mengambil produk kemudian hanya untuk dilihat salah satu sisinya, setelah itu ia meletakkannya kembali.
Setelah selesai, ia menuju kasir.
"Lagi pasang antena kah, dek?" tanya orang tersebut pada Larina.
"Bukan,kak. Pasang WIFI."
"Oohh, wifi ya."
__ADS_1
"Iya, nanti saya juga jual dalam bentuk voucher." jelas Larina.
"Emmm, seperti itu."
Larina mengangguk.
"Disini barang-barangnya baru semua ya kak? Tanggal kadaluarsanya masih lama semua." ucapnya lagi.
Larina mengangguk.
"Betul kak, semua stok baru di datangkan, dan barang yang mendekati tanggal kadaluarsa sudah di sortir." jelas Larina.
"Totalnya Rp. 74.000, Kak."
Setelah menyelesaikan transaksi pembayaran, ia pun pergi dari toko Larina.
"Kenapa aku curiga, ya?" gumam Larina. Ia pun menuju rak-rak yang tadi dilewati oleh pembeli misterius itu, ia mengecek barang-barangnya aman semua bahkan lebih rapi dari sebelumnya.
"Hari ini cuaca panas, bahkan sore ini pun gerahnya masih sangat terasa. Kenapa dia mengenakan pakaian yang sangat tertutup seperti itu?" lanjutnya.
Hari menjelang malam, dua CCTV pun sudah selesai dipasang dan diletakkan di posisi agak susah disadari oleh pelanggan toko.
***
Rafa mengabari satu jam lagi mereka akan menjemput Larina dan Ayahnya, ia pun segera bersiap-siap.
1 jam kemudian,
Larina keluar dari kamar dan mendapati Rafa serta Ibunya sudah datang dan tengah mengobrol bersama Ayahnya di ruang tamu.
Rafa menyadari kehadiran Larina, ia tersinyum simpul sebagai tanda sapaan padanya, Larina pun balas melempar senyum manisnya. Ia melangkah ke ruang tamu dan menyapa Ibu Rafa.
"Ehhh, kamu Larina kan?!" tanya Ibu Rafa dengan ekspresi terkejutnya, ia juga memegang lengan dan tangan Larina.
"Iya Tante, ini saya, Larina." jawab Larina sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sakit atau diet atau bagaimana? Kamu berbeda dengan yang Tante lihat saat itu."
"Diet dan Olahraga, Tante. Apakah aku terlihat jelek?"
"Tidak, kamu terlihat lebih segar dan semakin cantik." puji Ibu Rafa.
Jantung Larina berdegup kencang mendapat pujian dari target calon mertuanya tersebut.
"Jangan-jangan Rafa suka buat Jus buah itu untukmu, ya?" tebak Ibu Rafa.
Rafa yang mendengarnya langsung menundukkan wajah dan mencolek betis Ibunya. Ayah Larina hanya tersenyum namun sambil terus menoleh ke arah Larina seolah meminta penjelasan.
"Aiishh kalian ini lucu sekali. Sini duduk di samping Tante." ucapnya sambil menarik Larina untuk duduk disampingnya.
"Rafa, kamu pindah ke kursi sana," sambungnya.
Rafa mengangkat kepalanya dan bingung atas perlakuan Ibunya sendiri itu, ia pun menuruti perkataan Ibunya dan pindah duduk di sebelah Ayah Larina.
"Kamu olahraga apa saja bisa sampai seperti ini? Kulit kamu juga semakin cerah, tipsnya apa?" tanya Ibu Rafa.
Larina pun memberitahu apa saja yang ia lakukan untuk menurunkan berat badan serta menyehatkan kulitnya. Keduanya asik bercengkrama, sedangan Rafa dan Ayah Larina hanya diam sambil sesekali tersenyum garing.
30 menit berlalu...
"Bu," panggil Rafa
Ibu Rafa menoleh.
"Iya, kenapa?"
"Mau sampai kapan kalian bertukar pengalaman seperti itu, sudah jam 8 malam."
"Oh iya, ya sudah ayo kita berangkat." ucap Ibu Rafa.
****
__ADS_1
Di mobil, Ayah Rafa duduk di kursi depan samping Supir. Larina diapit Ibu Rafa serta Rafa sendiri, sampai di dalam mobil pun Ibu Rafa dan Larina asyik sendiri membahas tentang diet. Rafa hanya menghela napas namun disisi lain ia juga senang melihat Larina akrab dengan Ibunya serta Ibunya yang sudah kembali seperti semula setelah Ayahnya meninggal dan membuat Ibunya lebih banyak melamun.
Pengumuman : MTTU libur up untuk beberapa hari kedepan karena Authornya sedang ada kegiatan padat di Real Life.