Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 98


__ADS_3

ellia meminta tolong liam mengosongkan jadwal axel agar ellia bisa menemui axel


ellia menjumpai axel di sebuah restaurant mewah.


"ell calla apa kabar?"tanya axel pertama kali melihat ellia


"calla baik baik saja bahkan sudah bahagia"jawab ellia


"bagus lah kalau dia bahagia"ucap axel


"dan kau sekarang gimana aku dengar dari liam kalau kau suka muntah muntah"ucap ellia


"aku sudah baik baik saja,uhmm apa boleh aku menenemui calla?"tanya axel ragu ragu


ellia menatap axel dengan penuh tekanan "untuk sekarang tidak,kau boleh menemuinya nanti saat calla wisuda"ucap ellia


"kapan?"tanya axel


"minggu depan tanggal 28"jawab ellia


"baiklah,apa kau ada urusan yang lain dengan ku?"tanya axel


"ada,aku minta kau berbicara yang jujur"ucap ellia


axel mengangguk mengerti


"apa yang sebenarnya terjadi saat itu?"tanya ellia.


"baik lah"jawab axel mengerti


flash back.....


axel menelepon calla untuk mengabari kalau hari ini ia akan pulang telat akibat berkas yang menumpuk

__ADS_1


axel mencari liam agar laim bisa membantu pekerjaannya tetapi liam hilang entah kemana seperti di telan bumi


"huftt"axel mengembuskan nafasnya dalam dalam menyenderkan tubuhnya di bangku miliknya


melelahkan itu yang axel pikirkan ia ingin cepat cepat menyelesaikan kerjaannya lalu pulang menemui calla


tok! tok!


"siapa?"tanya axel


tetapi tidak ada jawaban "kalau tidak penting pergi lah aku sedang sibuk"teriak axel yang masih


sibuk dengan berkas berkasnya


jane masuk dengan baju yang terbuka di bagian dadanya


"untuk apa kau kesini"ucap axel tidak tertarik dengan jane


jane tidak menjawab apa apa jane berjalan mendekati axel


jane menghiraukan ucapan axel dan duduk di pangkuan axel "axel selamat ulang tahun"ucap jane mengelus dada axel


axel menghempaskan tangan jane "kenapa kau kasar sekali aku hanya ingin memberi selamat untuk mu"ucap jane


"tidak perlu aku tidak membutuhkan selamat atau apa pun itu dari mu"jawab axel mengeraskan rahangnya


jane membuka kancing baju axel "kado dari ku untuk mu adalah tubuh ku"ucap jane


"cih murahan aku tidak tertarik dengan tubuh mu"jawab axel


jane mengalungkan tangannya di leher axel


"kau belum mencobanya,bukannya tubuh istri lebih tidak menarik dan tidak mengoda sama sekali"ucap jane

__ADS_1


"tarik kata kata mu,tubuh calla lebih menarik dan jauh lebih mengoda dari pada tubuh mu yang sudah bekas"ucap axel


"sudah berapa banyak pria yang tidur bersama mu jal*ng"ucap axel


jane hanya diam seperti menahan amarahnya yang sedang meluap luap.


"wow sepertinya kau sudah jatuh cinta dengan dia ya,bukannya waktu itu kau pernah berkata kalau kau jijik pada calla"ucap jane tersenyum pahit


"itu bukan urusan mu dan ya aku mencintai calla dari apa pun yang ada di dunia ini"jawab axel


"apa kau pernah mencintai ku?"tanya jane merasa iri


"tentu tidak aku hanya bermain main dengan mu"jawab axel santai


jane mencium bibir axel dengan paksa axel dengan cepat mendorong jane ke atas meja axel


"axel..."desah jane


"gila nih cewe"pikir axel.axel mencengkram rahang jane merasa jijik dengan nada jane yang sedang menyebut namanya.


and...


"setelah itu calla masuk ke ruangan ku"ucap axel


ellia masih sedikit tidak percaya dengan axel "apa kau tidak bohong?"tanya ellia memastikan


"untuk apa aku berbohong memang seperti itu kejadiannya"ucap axel


"lalu kenapa selama ini kau tidak pernah mau menjelaskannya pada calla"ucap ellia


"aku memang mau menjelaskan padanya tapi aku tidak pernah menemukannya"ucap axel


"ia juga ya"pikir ellia

__ADS_1


"baik lah kalau begitu aku pergi dulu kau boleh datang saat wisudanya"ucap ellia pergi.


__ADS_2