Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 4


__ADS_3

setelah membersihkan diri calla langsung berbaring di kasur sambil memikirkan siapa axel,wajah axel sangat lah familiar.tiba" aku kepikiran tentang kuliah bagaimana kuliah ku jika aku tidak boleh keluar dari sini mimpi ku juga sudah hancur.


bahkan calla tidak membawa ponselnya jadi calla tak bisa menghubungi siapa pun,calla pun tertidur


calla terbangun langsung melihat ke arah jam ternyata masih jam 4 pagi callapun langsung ke kamar mandi stlah itu aku pun menuju ke dapur mengingat semalam axel munyuruh ku untuk membuat makanan untuk nya tiap hari


calla berjalan menuju dapur ternyata ada 2 orang juru masak disana


"woahh bahkan makan pun yang memasak chef,tapi kenapa axel menyuruh ku masak?"batin calla


"ehmm permisii nama ku calla"ujar calla memperkenalkan diri pada koki itu


"ia,ada yang bisa dibantu miss?"tanya salah satu koki tsb


"emm panggil saja calla saya tidak terbisa dipanggil seperti itu"balas calla


"baik calla ada perlu sesuatu?" tanya si koki


"axel menyuruh ku memasak untuk diri nya boleh kah aku menggunakan dapurnya?" balas calla lagi


"tentu aja,silahkan calla mau masak apa untuk tuan axel pagi ini?"tanya koki


"ehmm seperti nya aku akan membuat sandwich and smoothie"balas calla


"tapi biasanya tuan axel di pagi hari meminum kopi"ujar koki

__ADS_1


"baik lah aku kan membuat sandwich dan americano saja"ujar calla


calla pun memasak dan axel sudah bangun dia berjalan ke arah ruang makan ku bawa sandwich dan americano yang ku buat tadi ke ruang makan


"silahkan menikmati axel"ucap calla dengan tersenyum


"milik mu mana?makan bersama ku"ucap axel


calla pun segera mengambil sandwich nya dan duduk.


"ehmm axel bolehkah aku bertanya"tanya calla


axel menaikan alis menandakan iya


"apakah aku boleh kuliah aku berjanji akan membayar hutang hutang papa ku"ucap calla


"axel tangan ku sakit"ujar calla sambil menahan untuk tidak menangis


axel mendorong calla masuk ke dalam mobil dan axel langsung menjalankan mobil dengan kecepatan yg tinggi calla sedikit ketakutan di sepanjang jalan dan menahan air matanya agar tidak menangis disaat itu juga.


axel membawa ku ke tempat seperti gudang


"yah tuhan jika umur ku sampai disini aku rela mati tetapi jaga lah orang tua ku dan semoga tubuh bisa dilihat oleh kedua org tua ku dan sahabat ku"batin calla menetesakan air mata


Axel menarik tangan ku lagi dengan paksa kali ini calla merasa gengamannya tidak sesakit tadi

__ADS_1


"axel aku mohon jangan bunuh aku,kalau kau ingin membunuh ku aku ikhlas tetapi mayat ku pulangkan ke orang tua ku" ucap calla


"LIAM"jerit axel


"ya,tenang bro relax" ucap liam


"mana baju yang tadi ku suruh kau beli"tanya axel


liam memberi ku sebuah paper bag.calla baru sadar kalau ia masih mengunakan kemeja axel yang di tubuh menjadi baju oversize


"sana berganti pakaian"ucap axel sambil sedikit mendorong calla


"kamar mandi dimana ya?" tanya calla


"ayo sini ku antar kan" ucap liam


"terima kasih" ujar calla


calla pun menganti pakaiannya calla sedikiy tidak nyaman karena bajunya terlalu terlalu terbuka untuk dirinya


calla berjalan ke luar trnyata liam masih menunggu ku di luar kamar mandi.


liam menatap ku sampai tidak mengedipkan mata sedikit pun jadi calla merasa tidak nyaman.


"ehm maaf membuat mu tidak nyaman tapi kau sangat cantik"ujar liam

__ADS_1


calla tersenyum kikuk.liam mengantar kan calla di tempat axel berada menurut calla ini tempat yang aneh ada tempat untuk menembak,memanah dan juga bertinju.


__ADS_2