Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 116


__ADS_3

tidak lama setelah ellia dan liam pulang mama datang melihat keadaan calla


"ma papa mana kok ga datang?"tanya calla


"papa ke luar kota ada kerjaan"jawab mama calla


calla,mama axel dan mama calla cerita cerita hingga malam


"axel kapan calla boleh keluar dari rumah sakit?"tanya mama axel


"kata dokter mungkin 2 atau 3 hari lagi tunggu kondisi calla lebih membaik"ucap axel


"bagus lah kalau begitu.kalau uda keluar dari rumah sakit telepon mama aja ya biar mama bantu bantu urus adien"ucap mama axel


"mama juga ya"ucap mama calla


calla senyum "ia ma"jawab calla


mama pun pamit pulang jadi tersisa hanya calla,axel dan adien


sedangkan adien sudah tertidur pulas di gendongan calla.axel mengambil ahli gendongannya


"sini biar aku bawa ke ruang baby lagi"ucap axel


"axel boleh ga adien tidur disini aja?"tanya calla


"bisa sih,kalau gitu aku suruh suster bawa baby box nya"ucap axel menyerahkan adien kembali ke calla


calla mengangguk angguk senang calla memperhatikan wajah adien sangat mirip dengan axel. dari mata,hidung,rambut dan bentuk wajahnya mirip dengan axel hanya bibir adien yang mirip dengan calla


"perpaduan yang sempurna"ucap calla tertawa sendiri dan bangga


"sayang kenapa kok ketawa?"tanya axel


"ga apa apa cuma lihat wajah adien mirip dengan mu"ucap calla


"oh jelas papa nya aja ganteng gimana engga anaknya ganteng"ucap axel membanggakan diri


"siapa yang bilang kamu ganteng"calla


"kamu"axel


"kapan?"tanya calla


"tadi"axel


"aku kan cuma bilang kalau adien wajahnya mirip kamu yang bilang ganteng kan kamu sendiri"calla tertawa melihat wajah axel yang memasam


axel mengambil adien dari calla tanpa menoleh ke arah calla

__ADS_1


"jangan ngambek dong ia suami aku yang paling ganteng"ucap calla


tapi axel hanya menatap calla yang sudah memajukan bibirnya minta di cium


calla menunggu ciuman axel calla membuka matanya melihat axel sedang menatap ke arahnya sambil mengendong adien


"yah uda kalau ga mau"calla bersiap siap untuk tiduran


chup!


axel mengecup bibir calla "i miss you"ucap axel


"miss you too"jawab calla


axel ingin memeluk calla tetapi di tahan oleh calla "itu adien letakan dulu ke baby boxnya"ucap calla


axel meletakan adien yang masih terlelap "jangan ganggu papa sama mama dulu ya"ucap axel


axel duduk di samping calla dan memeluknya dengan erat


axel dan calla saling memandang satu sama lain calla melihat air mata axel mengalir.calla menghapus air mata axel "aku disini aku tidak akan pergi lagi"ucap calla


"aku minta maaf dulu aku sering memukul mu aku benar benar menyesal kejadian dulu selalu menghantui ku aku minta maaf.dan terima kasih telah melahirkan seorang anak laki laki yang sempurna untuk ku.terima kasih lagi telah bertahan untuk ku dan adien"ucap axel memeluk calla


calla mendengar perkataan axel sangat menyentuh dan terharu "axel aku sudah memaafkan mu yang lalu biar lah berlalu.aku juga berterima kasih pada tuhan telah menjodohkan dengan orang seperti mu"ucap calla


axel menatap mata calla dalam "i love you call"axel


axel mencium bibir calla dengan lembut dan perut calla seperti banyak kupu kupu membuat calla geli dan bahagia


oekkk!!!


tangis adien terdengar nyaring di telinga axel dan calla


calla mendorong dada axel menyuruh axel menghentikan ciumannya


"a-axel s-stop"calla


axel tidak peduli dengan adien axel malah mencium ganas bibir calla


oekk!!! oekkk!!!


tangisan adien makin terdengar nyaring dan kuat


axel pun berhenti mencium calla axel berjalan menuju baby box adien


"kan uda papa bilang jangan ganggu dulu"protes axel pada adien sambil mengelus elus wajah adien yang mulus


adien malah berhenti menangis dan tersenyum

__ADS_1


axel melihat itu semakin jengkel pada adien "mulai deh cemburunya,beneran cemburu sama anak sendiri nih?"tanya calla


"ia cemburu"jawab axel pergi masuk ke dalam kamar mandi


calla menidurkan kembali adien tidak lama adien kembali terlelap


calla haus dan ingin mengambil gelas


prangg!!


gelas yang calla pegang tidak sengaja jatuh dan pecah.tidak lama axel keluar dari kamar mandi tidak menggunakan sehelai baju pun


calla semakin terkejut melihat axel yang tidak menggunakan apa apa keluar dari kamar mandi


"ck seharusnya kamu panggil aku saja untung pecahan kacanya tidak mengenai kamu"ucap axel


calla hanya mematung melihat axel "kenapa kok bisa jatuh?"tanya axel sibuk membersihkan kaca


calla tidak menjawab pertanyaan axel "hey call"panggil axel menyadarkan lamunan calla


tiba tiba pipi calla memerah "kenapa gelasnya bisa jatuh?"tanya axel lagi


"t-tangan ku bergetar"ucap calla sedikit gugup


"oh kalau mau apa apa panggil aja aku,tapi kenapa pipi kamu merah?"tanya axel


"ga apa apa"calla mengahlikan pandangannya dari axel


axel tersenyum jahat "ohh"axel mendekat ke arah calla


"awas ih ini rumah sakit nanti kalau ada yang masuk gimana"ucap calla panik


"engga ada yang masuk tenang saja"ucap axel


"axel nada mu seperti om om"ucap calla


tok! tok! tok!


calla langsung menatap axel.axel langsung berlari terkocar kacir ke kamar mandi


"ia masuk"jawab calla setelah melihat axel masuk ke dalam kamar mandi


"malam calla ini makan malamnya ya"ucap suster


"oh ya sus bisa tolong panggilkan cleaning service ga? tadi saya tidak sengaja menjatuhkan gelas"ucap calla


"baik,setelah makan jangan lupa minum obatnya ya"ucap suster


setelah di bersihkan gelas yang pecah tadi axel pergi membeli makan dan makan bersama sama.

__ADS_1


selesai makan dan minum obat calla beristirahat


__ADS_2