
aria berlari lagi hingga ke toilet "jangan nangis jangan nangis orang kayak gitu engga pantas ditangisi"pikir aria agar ia berhenti menangis
tidak lama aria mendengar ada orang masuk ke dalam toilet aria langsung menahan tangisnya
"eh yang tadi berantem di parkiran siapa namanya jayden ya najis banget ga si dia pikir dia ganteng banget gitu"cewe 1
"ia kan padahal kak aria cantik banget tau eh malah disia siain sama cowo tol*l kayak
gitu"cewe 2
"ia setahu gue ya kak aria memang kaya banget mungkin jayden ngedekatin kak aria karena duitnya kali"cewe 3
"ga mungkin lah jayden juga kaya.yah kalian tau lah kalau cowo gitu dekatin cewe karena apa"cewe 1
"duh kak aria yang malang"cewe 3
aria mendengar itu menjadi tertawa kuat aria meyadari kebodohannya karena begitu mencintai cowo yang seperti itu
cewe cewe yang sedang bergosip sambil berkaca kaget mendengar tawa dari dalam bilik kamar mandi
"hallo ada orang?"cewe 1
tawa aria semangkin kuat
semua cewe langsung terbirit birit berlari keluar dari kamar mandi
setelah puas tertawa aria keluar dan membasuh wajahnya yang terlihat bengkak karena menangis
aria mengeluarkan kacamata miliknya agar tidak terlihat kalau matanya sedang bengkak
aria berjalan hingga ke kelas.aria duduk sambil bermain ponselnya
melihat banyak telepon yang masuk dari leo.aria langsung mengchat leo
^^^aria:aku engga apa apa ini uda di kelas^^^
leo:ok kalau uda selesai kelas chat aku.aku akan menjemput mu
^^^aria:ok terima kasih^^^
selesai mengirim pesan seorang pria duduk disamping ku
aria hanya melirik dikit ke pria itu
"hem"pria itu
aria mengabaikannya ya mungkin tenggorokannya sedang kering.
__ADS_1
pria itu mengetuk bahu aria.aria pun menoleh ke arah pria itu "kenapa?"tanya aria
"kamu yang tadi nabrak saya kan"pria itu
"oh aku minta maaf tadi aku benar benar engga sengaja.tadi buku kamu jatuhkan maaf ga bantu"aria menjadi tidak enak
"minta maaf yang tulus dong"pria itu
aria terkejut padahal ia benar benar tulus meminta maaf "maaf? saya benar benar tulus kok"aria
"engga kamu engga tulus minta maafnya"pria itu
"tapi saya benar benar tulus,kalau boleh tau siapa namanya?"tanya aria
"kenapa kamu harus tau nama saya,kan yang saya minta kamu minta maaf dengan tulus"pria itu
aria mendengar itu menjadi jengkel "ga apa apa kalau anda tidak ingin memberi tahu nama anda,tapi saya benar benar sudah tulus meminta maaf dengan anda"aria dengab senyum kecutnya
"kalau tulus tidak mungkin anda tersenyum seperti itu"pria itu
"astaga"batin aria berteriak
aria menunjukan senyumnya yang polos itu di hadapan pria itu agar senang
"ohh ya saya mengerti maksud anda dengan tulus yaa"aria
"baiklah malam ini ayo kita dinner di restorant XXX aku akan menaktirmu atau ada tempat yang ingin kamu kunjungi bilang saja aku akan mentraktir"aria
pria itu tertawa kecil.aria langsung bingung dengan pria ini apa mungkin dia gila.tapi aku lebih gila karena menangisin jayden
"ternyata kamu lebih pintar dari dugaan saya aria"pria itu
"kamu tau nama saya dari mana?"tanya aria
"rahasia"bisik pria itu
aria langsung mendorong pria itu.
tidak lama dosen datang aria fokus dengan penjelasan dosennya dan mengabaikan pria yang berada disampingnya.
aria merasa tidak nyaman karena pria disampingnya selalu menatapnya dengan tatapan yang aneh
"apa si ngelihatinnya gitu kali,aku tau kok aku cantik"bisik aria
pftt!
"gila"ucap aria dan fokus lagi ke dosen
__ADS_1
tiba tiba pria ini memeluk pinggang aria.karena terkejut aria langsung mendorong pria ini hingga jatuh dari bangkunya
"hey kalian berdua kalau mau membuat keributan silahkan keluar"dosen
"maaf pak"aria
pria ini bukannya meminta maaf malah tersenyum.
selesai kelas aria langsung meninggalkan pria gila itu.
tapi tangan aria sudah di genggam oleh pria "lepas ga atau gue pukul"aria
"yah uda pukul aja tangan kamu kan kecil pasti ga berasa"pria
aria menjadi geram.aria memilih berontak agar pria ini melepaskan genggamannya
"aria!"teriak leo
"leoo"aria
"ngapain lo disini"leo menatap tajam ke arah pria itu
"kalian saling kenal?"aria menoleh ke arah leo dan pria ini secara bergantian
"lepasinin tangan aria"leo
pria itu langsung melepaskan genggamannya "hehe aria aku tunggu malam ini"pria itu mengacak rambut aria lalu pergi
leo menarik tangan aria hingga ke parkiran "kenapa kamu bisa dekat sama dia?"tanya leo dengan nada sedikit meninggi
"a-ahh itu tadi pas berlari ke toilet engga sengaja nabrak dia,emang dia siapa si"ucap aria
"dia Max Ascian"leo
"ohh max,kalian ada masalah apa?"tanya aria
"aku tidak bisa cerita intinya max adalah musuh abang abang mu"leo
"kasih tau dong masalahnya apa"aria penasaran
"kalau mau tau tanya aja sama abang mu,gue sih ga mau cerita. nanti malam mau kemana sama max?"tanya leo
"ah itu mungkin ke restorant XXX sebagi tanda minta maaf"aria
"ck..lebih baik jangan pergi atau gue ikut"leo
"ia ia gue ga pergi yah uda ayo pulang"aria
__ADS_1