
aria dan max masuk ke dalam mobil dan max menyalakan mobilnya
"max jangan,sini aku aja yang nyetir"aria
aria menyetir mobil max menuju pantai biasa
"ayo turun"ucap aria
aria dan max duduk di pasir.max membuka jas nya untuk menutupi paha aria.
"pipi kamu masih sakit?"max
"uda engga kok"aria
aria duduk di paha max lalu memeluk max dan menengelamkan kepalanya di leher max "kenapa pipi kamu sakit lagi?mau kerumah sakit?"max
aria menggelengkan kepalanya
hiks!
max menangkup wajah aria dan menatap wajah aria yang basah karena air mata
"b-bagaimana kamu bisa sekuat ini"aria mempererat pelukannya.
"aku ga apa apa lagian itu masa lalu"max menenangkan aria
"kalau ada sesuatu yang menganjal di hati mu ceritakan saja,walaupun kita nikah kontrak aku tetap istri mu"aria
"ia ia uda jangan nangis lagi nanti mata mu bengkak loh"max
aria mengucek ngucek matanya "jangan di kucek kucek"max
max mencium ke dua kelopak mata aria "kalau waktu kontrak kita sudah selesai.jika kamu ada masalah kamu boleh menemui ku dan bercerita pada ku"aria
"baiklah,ayo pulang"max
sesampainya di rumah,max melihat aria sudah tertidur pulas.max pun mengangkat aria hingga ke kamar
"bagaimana kau bisa menangis hingga seperti ini"max mengusap wajah aria.
............
__ADS_1
huft!! huftt!!
aria terbangun mendengar suara nafas yang berat
"max max"panggil aria
aria meletakan tangannya di dahi max "demam"aria menjadi panik
aria langsung mengompres dahi max,aria melirik jam sudah pukul 3 pagi.aria memasak bubur untuk max karena dari tadi siang max belum makan apa pun
tiba tiba aria kepikiran saat max masih kecil siapa yang merawatnya saat max sakit.
"max bangun makan dulu yuk"aria
aria menyuapi max dengan perlahan "minum obatnya lalu tidur"aria
aria bermain ponselnya sambil menunggu matahari naik
ding dong!!! ding dong!!
"ASTAGA!!"aria langsung berlari untuk membuka pintu
"mama,herin"aria terkejut karena kedatangan mama max
"maaf ma aria ketiduran karena semalam max sakit"aria
"sejak kapan saya suruh kamu sebut saya mama"bentak alea
"maaf tan"aria
"di mana max"alea
"di kamar tan"aria
"yah di tunjukin dong dimana kamarnya"bentak alea
"yah baik baik dong ngomong,kamar anak sendiri aja ga tau"aria mengerutu dalam hati
"max mama kamu datang"aria membangunkan max
"aduhh bangunin suami aja ga becus begitu"protes alea
__ADS_1
"max bangun"ucap herin sambil membelai rambut max
"nah gitu dong kayak herin lemb-"alea
"pft!!"aria menahan tawanya
max menggenggam tangan herin dengan kencang "aaw max sakit"herin meringis
"MAX LEPASIN HERIN APA APAAN KAMU!!"max
"jangan pegang pegang gue"max menghempas tangan herin
max menarik tangan aria dan aria terduduk diatas paha max.max mencium bibir aria di hadapan herin dan mamanya
"mama"rengek herin ke alea
"alah sok banget si,ngurus suami aja ga bener baru 3 bulan nikah aja uda bikin suami sakit gimana kedepannya.ohh jangan jangan dia cuma mau harta max doang ya"alea
saat berciuman dengan max aria langsung tertawa mendengar ucapan mamanya max
"maaf tan tapi saya sudah banyak duit lalu kalau memang saya tidak bisa mengurus suami pasti suami saya sudah mati dari beberapa bulan yang lalu.terus dari tadi tante juga berkomentar mulu padahal tante merawat anak sendiri aja ga bisa"jawab aria dengan tersenyum
"pft.."max menahawan tawa sedangkan wajah alea sudah memerah
"ehm! sayang tolong ambilkan cek di ruang kerja ku ya"max
"ok sayang sebentar ya"aria
aria mengambil dan memberikan cek pada max.max menulis cek itu dan max mencampaknya ke hadapan alea.tanpa malu alea mengambilnya lalu pergi dari kamar max
"uda kamu ga perlu antar sampai ke depan. bi dewi uda datang"max
"yah uda aku mau masak untuk kamu dulu"aria
"ga usah sini kamu tidur aja pasti semalam kurang tidur"max
"ga ah uda ga bisa tidur"aria
max menarik tangan aria dan memeluk aria seperti boneka "kamu keren banget pas adu mulut"max
"ga ah biasa aja kok,lagian mama mu bikin emosi pagi pagi sih"aria
__ADS_1
"ia ganggu mulu heran,yah uda kamu temanin aku tidur aja ya"max memeluk aria sambil tidur
akhirnya aria ikut tidur di pelukan max