
sampai dirumah aria langsung merebahkan tubuhnya di kasur miliknya
"huftt....pergi ga ya"pikir aria
aria bangkit dari tidurnya "ayo kita pergi"aria memasukan baju ke dalam tas
lalu menelepon sahabatnya evalina
"hallo eva"aria
"ia kenapa aria?"evalina
"ayo nginap di hotel"aria
"kenapa nih kok tiba tiba lagi ada masalah?"evalina
"engga,uda siap siap ya aku otw ke rumah"aria
"iaa"evalina
aria mematikan telepon "ok sekarang waktunya izin ke papa"aria
"papaa papa dimanaa"teriak aria
"pak axel di halaman belakang non"bi dewi
"maksih bi"aria berlari ke halaman belakang
"pa"aria
"hmm"axel sedang fokus bekerja di laptopnya
"aria mau ngomong,stop dulu kerjanya"rengek aria
"hmm,papa dengar kok"axel
"pa"panggil aria sekali lagi
"hhmm"axel
"pa aria mau pergi,aria uda engga sanggup tinggal dirumah ini dengan papa yang cuek ke anaknya"aria dengan nada sedih
axel langsung menutup laptopnya "siapa bilang papa cuek papa peduli kok"bantah axel
__ADS_1
"pasti mama sedih papa tinggalin mama sendirian di kamar papa kejam banget si,kenapa engga ngertiin perasaan wanita"aria
"engga kok orang mama lagi tidur"axel menjadi cemas
"engga pasti mama lagi pura pura tidur karena menahan sedih suaminya selalu bekerja dan meninggalkannya tidur sendirian"aria sedih
"dede serius? jangan bikin papa merasa bersalah dong"axel
"sejak kapan si pa dede engga serius,apa dede bawa mama pergi bersama aja ya biar papa sama abang puas kerjanya.biar engga diganggu sama dede dan mama"aria
"jangan dong masa bawa bawa mama pergi si"protes axel
"ya papa kenapa begitu ke mama"aria
"tadi pas papa lihat mama lagi tidur yah uda papa kerja biar engga menganggu mama"papa
"seharusnya papa tidur disebelah mama dong,pasti mama lagi sedih nih"aria memanas manasi axel
"jadi papa harus gimana"axel frustasii
"aria ada ide biar mama engga sedih lagi"aria tersenyum
"apa?"axel
"okk dede mau apa"axel tanpa basa basi
"yess"batin aria bersorak riang
"pertama papa reservasi Restorant XXX khusus untuk dede sama evalina aja yang boleh masuk,
ke 2 papa pesankan hotel,ke 3 untuk 2 hari ini matikan pelacak di posen aria dan ga boleh ada bodyguard juga yang ikutin dede,ke 4 papa ga boleh kasih tau dede pergi kemana sama abang maupun mama.gimana pa sanggup"aria
"okk papa setuju"axel
"jadi gini papa masak untuk dinner buat mama harus papa ya yang masak terus papa nyanyi untuk mama tidak lupa bunga,nanti papa harus pakai baju yang terbuka sedikit tujukan abs papa ok"aria
"lalu....."bisik aria ke telinga axel
"okk gimana pa rencana dede bagus kan"aria
"baguss ok papa pesan sekarang yang dede mau dadahh selamat bersenang senang"papa
"byee paa semoga berhasill dede bawa mobil ya"aria
__ADS_1
"ia pilih aja mau yang mana rusakin juga ga apa apa"axel tertawa senang
"papa dah mulai lagi,pa maap kan anak mu ini yang telah berbohong"batin aria
aria melajukan mobilnya hingga ke rumah evalina
"tan om izin bawa evalinanya ya"aria
"ia bawa aja hati hati di jalan ya"mama evalina
"ia tan,om dan tante juga santai aja.aria sama eva pulang nya besok jadi tante sama om boleh berduaan"aria
meraka pun jadi tertawa mendengar ucapan aria
plakk!
evalina menjitak kelapa aria "aduhh sakit"aria
"berani banget lo ngomong gitu"evalina
"gue salah apa.aku kan cuma bilang boleh berduaan"aria
"yah sudah,ma pa eva pergi dulu ya selamat berduaan"evalina
aria dan evalina keluar rumah dengan tertawa kencang "aduh lucu banget pas lihat ekspresi papa ga kuat gue"evalina
"duh panas banget ACnya dikencangi pliss"evalina
"ia iaaa"aria
"kenapa nih kok tiba tiba ajak gue nginap di hotel?"tanya evalina
aria menceritakan semuanya dari awal "ya kenapa ga tanya langsung ke abang mu"evalina
"duh kayak ga tau abang gue gimana,uda pasti engga dikasih tau bisa bisa bertambah bodyguard gue"aria
"ia sih,jadi lo malam ini mau ketemu dengan max itu?"evalina
aria mengangguk "lo ga takut?kalau dia orang jahat gimana?"evalina
"makanya gue ajak lo kalau ada apa apa lo lari minta bantuan"aria
"pas bahaya aja lo ajak ajak gue"evalina
__ADS_1
"yaa itu lah yang namanya sahabat sehidup semati"aria