
calla sedang bersantai di ruang tamu.adien sedang tidur siang dan axel sedang di kantor jadi calla bisa bersantai.
tiba tiba perut calla sakit awalnya calla kira mules biasa tapi semakin lama menjadi lebih sakit
"akhh!!"calla teriak kesakitan
"kenapa non"bi jum
"bii perut saya sakit bii"calla
bi jum dan bi nem menjadi panik "non ayo ke rumah sakit"bi jum
"davee tolong non calla"teriak bi nem
"bi...bi telepon axel cepat bi"calla
"miss ayo ke rumah sakit mobilnya udah siap"dave
"ia ayo non bibi takut nih"bi jum
"tunggu bi aku mau tunggu axel aja"calla
"bi nem lagi telepon pak axel ayo non ke rumah sakit"bujuk bi jum
calla menggelengkan kepalanya
"hallo pak axel"bi nem
"ya bi kenapa?"axel
"non calla pak perutnya kontraksi"bi nem
"apa!! di bawa ke rumah sakit mana"axel
"non calla engga mau di bawa ke rumah sakit pak.non calla maunya bapak ke rumah"bi nem
axel mematikan teleponnya dan langsung meninggalkan ruang meeting
"axel tun- ahh sudah lah meeting kali ini di bubuarkan"liam
__ADS_1
axel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan tubuh axel menjadi berkeringat
otak axel sudah berpikir hal hal aneh saking takutnya
sesampainya di depan rumah axel langsung berlari masuk ke dalam rah
"calla!"panggil axel panik
"hii sayang uda pulang"calla meminum tehnya dengan santai
axel terpelongo melihat calla sudah tidak kenapa napa malah ia sedang meminum teh sambil dipijat oleh bi nem
"kamu uda engga apa apa?"tanya axel
"ia uda engga apa apa tadi cuma kontraksi sebentar aja"calla
"ayo kita ke rumah sakit aja"axel
"ga perlu aku uda engga kenapa napa"calla
"kalau uda engga sakit kenapa engga telepon aku.aku panik banget kirain mau lahiran"axel
axel membuka ponselnya ternyata ponselnya lowbat "ahh ponsel aku mati"axel
"yah uda berarti salah kamu dong"calla tersenyum
"iaa salah aku adien mana"axel
"bobo di kamar jangan di ganggu,sini aku peluk kamu aja mumpung adien lagi bobo ga ada yang ganggu"calla
axel langsung duduk di samping calla dan memeluknya "pipi kamu gemes banget"axel memakan pipi calla
"jadi aku gendut"calla sewot
"engga kan biasa kalau ibu hamil pasti badannya membengkak"axel
"ia juga si tapi kesel juga"pikir calla
hmpp!
__ADS_1
calla membuang muka "tapi kamu yang paling cantik kok"axel
"aku memang cantik"calla
"ia cantik banget sampai sampai tiap harinya hati ku berdebar cepat"axel
pipi calla memerah menahan malu "apa sih"calla memukul pelan axel
"ia kamu cantik,baik,sayang sama keluarga aku beruntung banget bisa dapetin kamu"axel menatap calla dengan lembut
"yah tapi kamu yang kurang beruntung kamu sebaik ini malah mendapatkan pria seperti ku"axel
"kamu ngomong apa si aku beruntung tau dapetin kamu.kamu ganteng,penyayang ya walaupun dulu engga,kamu keren dan kamu menemanin aku walaupun sakit.ohh satu lagi kamu banyak duitnya"calla
axel tersenyum "kita di jadikan satu oleh tuhan karena untuk saling melengkapi kekurangan kita.aku tidak sempurna dan kamu juga tidak sempurna jadi kita harus saling menerima kekurangan kita"calla
axel mengangguk lalu mencium bibir calla dengan lembut dan mereka berdua menikmati ciuman itu
"mama....papa"adien
calla membuka matanya terkejut melihat ada adien yang sedang berdiri di depan pintu calla langsung mendorong axel
"adien uda bangun.sini sama mama"calla
adien duduk di sofa di tengah calla dan axel "mama...papa"adien menunjuk ke arah axel
calla melihat ke arah axel wajahnya sudah suram calla cari tangan axel dan mengenggam erat
"nanti malam aku tidurnya sambil peluk kamu deh"bisik calla
"plus cium ya"bisik axel
calla menggangguk "yess"axel tertawa kemenangan
"papa"adien
"ia anak ku ada apa"axel mengangkat adien
calla hanya tertawa melihat tingkah axel
__ADS_1