
keesokan harinya...
aria bangun dan melihat max sudah tidak ada di sampingnya "tumben pagi pagi uda bangun"aria melirik ke arah jam menunjukan pukul 7 pagi
aria langsung menuju dapur dan terlihat lah max yang sedang memasak tanpa mengunakan baju.aria langsung memeluk max dari belakang sambil mengelus otot otot perut max.
"pagi sayang kamu masak apa?"aria
.....
"sayang kok ga jawab"aria
....
"sayang aku ada salah?"aria
"kamu ingat aja sendiri"max
aria mencoba mengingat kesalahannya hingga sumainya itu tidak mau menatap ke arahnya
"ah..."aria mengingat kejadian semalam aria tinggal max tidur
"sayang aku minta maaf ya aku semalam ketiduran"aria memohon
max masih tidak mau menjawab aria.max membawa makanan dan susu hamil aria hingga ke meja makan aria mengikuti max dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya
max makan dan aria ikut makan max menuju kamar mandi aria pun ikut masuk ke dalam kamar mandi
aria membuka pakaiannya dan aria melihat ekspresi max sangat terkejut tapi max mencoba menetralkan ekspresinya.
bahkan sudah selesai mandi pun max tetap mengabaikan aria
"sayang aku minta maaf ya"bujuk aria ikut rebahan di samping max
"kalau ga gini deh kamu kasih aku hukuman aku akan menerima hukumannya apa pun itu"aria
"apa pun itu yaa"max menatap aria
"iaa"aria
"ok sekarang kamu buka baju"max
__ADS_1
"apa!! ini masih pagi loh max"aria
"katanya bakal terima apa aja kalau aku kasih hukuman"max cemberut
"hukuman macam apa ini"aria
"hukuman yang akan kamu sukai"max tersenyum jahat
aria mengikuti perintah max "sini duduk"max menepuk pahanya
aria duduk di paha max dan melingkarkan ke-dua tangannya ke leher max agar ia tidak jatuh.
max menatap bola mata aria yang indah,max menempelkan dahinya ke dahi aria max menghembuskan nafasnya "bisa gila aku"max
"karena?"aria
"karena kau terlalu cantik dan indah ar"max mengosok hidung mancungnya ke hidung aria
jantung aria berdegup kencang aria langsung menundukan pandangannya
"kenpaa?"max
pft...
"kamu ketawa?"aria
"sayang coba tatap aku"max
aria menatap max "kamu cantik"bisik max
karena bisikan max aria langsung merinding "suami aku juga ganteng dan sexy"bisik aria sambil mengelus lembut leher max
max merinding dan aria melihat itu malah tertawa puas "sebenarnya yang di hukum kamu atau aku?"tanya max dengan muka yang datar
"oh ia maaf ya sayang"aria mengecup bibir max dengan sedikit menjilat bibir max
max terpaku karena prilaku aria.max langsung mencium bibir aria dengan ganas dan tangan max sudah menjelajahi tubuh aria
"terus hukumannya apa?"tanya aria tersenyum
"ini hukumannya sayang jangan coba coba untuk minta istirahat ya"suara max serak
__ADS_1
mendengar suara max yang serak malah membuat max terlihat sexy di mata aria
"ya lakukan lah sepuas mu suami ku"aria
..........
tidak terasa kandungan aria sudah 9 bulan
"pagi sayang dan anak papa"max mengelus dan mengecup perut aria yang sudah besar itu
sudah rutinitas bagi max mengucapkan selamat pagi pada istrinya dan anak yang sebentar lagi akan lahir di dunia ini
"sayang kamu beneran mau ikut wisuda?"max
"ikut lah uda capek capek ngerjain skripsi masak ga ikut acara wisuda"aria
"tapi kan kamu uda mau lahiran"max cemas
"kata dokter masih ada 1 minggu lagi"aria santai
"tapi kan kata dokter seharusnya kamu uda di rawat di rumah sakit"max
" kamu tenang ajaa semua akan baik baik saya.kalau ada apa apa kan ada kamu ya kan nak"aria mengelus perut aria
"wah sayang baby nya nendang nendang"aria
dengan cepat max langsung menempelkan tangannya ke arah perut aria
"sayang jangan tendang tendang perut mama ya.nanti mamanya kesakitan"max
setelah max mengucapkan kata kata itu dengan ajaibnya baby nya sudah tidak menendang nendang perut aria lagi
"berarti nanti anak kita nurut sama kamu sayang"aria
max tertawa senang "sayang temanin aku test kebaya aku yuk"aria
"bukannya uda jadi?"max
"uda jadi sih tapi di test dulu kalau ada yang kurang ntar di tambahin"aria
"yah uda aku siap siap dulu"max
__ADS_1