Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
[Season 2] BAB 13


__ADS_3

aria masuk ke rumah max.aria takjub melihat rumah max begitu luas


"max kenapa rumah mu begitu sepi"aria


"karena cuma ada kita berdua aja"max


"iaa aku tau maksud ku apa tidak ada bibi bersih bersih?"aria


"ada tapi setelah selesai mereka langsung pulang"max


aria tiba tiba teringat sesuatu "max"aria


"kenapa?"max


"kamu bohong kan"aria


"bohong apa?"max


"ga mungkin rumah seluas ini hanya ada 1 kamar saja"ariaa


"aku serius di rumah ini hanya ada 1 kamar"max meyakinkan aria


aria membuang nafas "ok dimana ruang baju"ariaa


max membawa aria ke ruangan baju "nih ruang bajunya bareng?"aria


max mengangguk "baiklah aku mau susun baju dulu kamu tidak perlu menemani ku"aria


"besok bibi akan membereskan baju baju mu"max


"ga perlu aku bisa sendiri"aria


"apa kau tidak capek?"max


aria menggelengkan kepalanya "aku kan strong women"aria


max tertawa mendegar ucapan aria "kenapa ada yang salah?"aria


"engga kok,yah sudah aku mau masak dulu pasti kau lapar kan"max


"ha! kamu bisa masak?"aria


"bisa,kenapa emang?"max


"ga apa apa mau aku bantu?"tanya aria


"ga perlu katanya kamu mau beres beres baju.kalau sudah selesai nanti aku panggil kok"max

__ADS_1


"baik lah"aria


tidak butuh waktu lama aria merapikan baju nya.tapi max belum panggil berarti masakannya belum selesai kan.


aria melihat lihat baju dan barang barang yang ada disana dari dompet hingga sepatunya sangat lengkap.


setelah melihat lihat aria langsung menuju ruang makan dari ruang makan aria bisa melihat max yang sedang memasak.


"boleh juga"gumam aria sambil senyum senyum sendiri


max meletakan masakannya di hadapan aria "nih coba"max


"terima kasih"ucap aria


aria langsung memakan masakan max "ehh ini enak bangett,pernah belajar masak ya" aria


"engga aku dari kecil uda masak"max


"sumpah kamu hebat banget,kok bisa kamu dari kecil masak?"aria


"dari kecil aku selalu tinggal sendirian jadi mau ga mau aku harus bisa masak untuk diri ku sendiri"max


"kamu kok bisa tinggal sendirian?orang tua mu? ahh! maaf"aria baru sadar dengan ucapannya


"entah mereka bisa disebut orang tua apa tidak,mereka tidak pernah mengurus ku saat masih kecil.bahkan menemuiku pun hampir tidak pernah mereka hanya datang saat membutuhkan ku"max


aria ikut merasakan kesepian yang max alami,aria beranjak dari kursinya dan langsung memeluk max.


"aku tau jadi aku cuma ingin peluk kamu aja"aria


aria tau kalau max sedang sedih tapi max berkata seperti itu karena ia tidak ingin terlihat lemah


"sudah cepat makan lagi"max


aria pun memakan masakan max dengan lahap setelah makan aria memgangkat piring kotor untuk di cuci


"mau ngapain?"max


"yah cuci piring lah"aria


"ga perlu besok bibi datang"max


"ga apa apa kan biar dapurnya bersih enak dipandang"aria


selesai cuci piring aria langsung menyusul max ke kamar.ternyata max sudah selesai mandi dan sedang menatap laptopnya


sangkin seriusnya max tidak tau aria sudah di kamar.aria langsung masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


setelah mandi aria langsung rebahan di samping max "loh kapan masuk"tanya max


"uda dari tadi,kamu tidurnya engga pake baju?"aria


"engga lebih nyaman gini"max


max langsung mematikan laptopnya dan mematikan lampu.aria sangat lelah tapi tidak bisa tidur sama sekali


mungkin aria belum beradaptasi dengan rumah max dan juga jantung aria sedari tadi berdetak begitu cepat.


suasana sekarang sangat sunyi.mungkin saja max mendengar detakan jantung aria


"kamu tidak bisa tidur"max


"i-ia"aria gugup


"tenang saja aku tidak akan melakukan apa pun pada mu,kalau kau khawatir aku bisa tidur di sofa"max bersiap siap ingin pindah


"ahh tidak perlu,aku hanya belum beradaptasi disini lagian ini kan kamar mu tidak mungkin aku membiarkan mu tidur di sofa yang sempit itu"aria


max kembali tidur disamping aria "max apa besok kamu pergi ke kantor?"aria


"tidak,besok kita akan pergi honeymoon"max


"lohh!! bukannya kita hanya nikah kontrak?"aria


"ia tapi ini kan pernikahan per1 kita berdua walaupun kontrak kita juga harus merasakan pernikahan yang sesunguhnya"max


"walaupun pernikahan ini hanya kontrak tapi max menggangap seperti pernikahan sungguhan,aku jadi takut"batin aria


"baiklah kita akan pergi kemana"aria


"new york kamu tertarik?"tanya max


"tertarik kok,pas banget aku juga lagi pengen kesana"aria


"baik lah sekarang tidur"max


"e-ehmm a-aku boleh peluk kamu ga"aria malu malu


tidak ada jawaban sama sekali dari max "jangan salah paham,aku engga bisa tidur kalau engga ada guling,kalau engga boleh engga apa apa"aria memalingkan wajahnya


"emang aku ada bilang ga boleh?,padahal aku dari tadi diem aja tuh"max memasang wajah tengil


"yah ga ada,tau ah"aria tidur membelakangi max


max menarik tubuh aria dan langsung memeluk tubuh aria "tidur"bisik max

__ADS_1


tubuh aria memanas "iaa"aria memutar tubuhnya dan masuk ke pelukan max


"sweet dreams"ucap max


__ADS_2