
setelah makan dan bersih berih aria dan evalina tiduran
"eva tadi lo lihat max ga si di kampus?"aria
"engga bolos kali dia emang kenapa kok lo nyariin dia"evalina
"ya ga apa apa aku cuma menasaran dia ada masalah apa sama abang"aria
"jangan terlalu di pikirin deh yang penting kita harus jaga jarak sama si max"evalina
aria mengangguk setuju
ting!
...^^^*unknow number^^^...
malam aria
^^^aria:siapa ya?^^^
max acisan
"what!!"teriak aria sambil membanting ponselnya di kasur
evalina terbangun mendengar teriakan aria
"apa si ar malam malam jugaa"evalina
"itu"ucap aria sambill menunjuk ponsek yang dia banting tadi
"apa sih"evalina mengambil ponsel aria
"omg dia dapat nomor lo dari siapa?"evalina
"mana gue tauu"aria
...^^^unknow number^^^...
^^^aria:lo dapat nomor gue dari mana?^^^
max:rahasiaa,selamat malam sampai jumpa besok sayang
evalina membalik ponsel aria "kenapa?"tanya aria
evalina mengembalikan ponsel aria "baca sendiri"evalina
"wuahhh apa besok gue bolos aja ya"aria
__ADS_1
"jangan, kalau lo bolos ketahuan banget lo takut sama dia"evalina
"ok gue tunjukin kalau gue ga takut sama dia"aria
...............
kampus
"eva ini beneran masuk kelas?bolos aja yukk"aria menahan tangan
"udaa ayoo"evalina menarik tangan
max melambaikan tangan ke arah aria
aria mengabaikan max dan memilih duduk di kursi yang paling belakang.max pindah ke kursi paling belakang
"pindah gue mau duduk disini"ucap max kepada pria yang duduk disamping aria
"apaan si max dia kan duluan duduk sini ngapain lo suruh pindah"aria
"pindah"max memberikan uang pada pria itu.pria itu pun menuruti ucapan max
aria membuang muka.aria bangkit dari kursinya "mau kemana"max mengenggam tangan aria
"bukan urusan lo"aria melepasakan genggamannya
"dia marah sama gue?"max
evalina mengerutkan dahinya "jelas marah lah lagian lo ngapain sih sampai bayar anak lain demi duduk di belakang,aria paling ga suka begitu"evalina
max membuang nafas.selesai kelas aria langsung bergegas membereskan barangnya lalu pergi
"ariaa sayang"teriak jayden di depan pintu
aria menoleh ke arah sumber suara huftt!!! aria membuang nafas
"sayang sini aku bawa tasnya"jayden merebut tas milik aria.
"apaan si sini"aria merebut kembali tasnya
"maafin aku,aku tau aku salah aku ga mau putus dari kamu ayo kita pergi ke cafe"jayden
"gaa"tolak aria
"aduh ayo dong aku kan uda minta maaf,aku sayang banget sama kamu.aku sadar aku ga bisa hidup tanpa mu rasanya mau mati"jayden
"kenapa si maksa kan uda aku bilang kita uda putuss dan buktinya sekarang lo masih hidup tuh.bagus dong kalau mati"aria
__ADS_1
"kalau aku bilang ga mau putus ya ga mau"bentak jayden
"emang gue peduli,intinya gue ga mau lagi berurusan sama cowo yang ga tau malu seperti lo"aria
akhh!
jayden mencengkaram rahang aria dengan kuat
"ariaa,lepas ban*sat"teriak evalina
"jayden lepas sakitt"aria kesakitan
"makanya ayo pacaran lagi"jayden
"gaa"jawab aria
"kalau gitu gue ga akan lepaskan cengkraman ini"jayden
bugh!!
max memukul jayden hingga terpental "siapa lo berani-beraninya mukul gue,lo ga tau gue siapa"teriak jayden
"akhh!!"teriak jayden
max memijak perut jayden "kenapa gue harus tau lo siapa?"max
"uhukk"jayden
"lo salah orang,seharusnya lo harus tau dulu gue siapa.berani beraninya lo menyentuh pacar gue"max
"p-pacar?"jayden
aria menarik tangan max "max udaa"aria
"kenapa banj*ngan ini pantas kok"max memperkuat pijakannya
"max cukup lepasin"teriak aria
"jayden dengar gue ga mau berurusan dengan lo lagi cukup sampai sini"aria
jayden tidak menjawab ucapan aria dan pergi gitu saja
"pipi kamu sakit ga"max
"ga apa apa,lo apa apaan si gue ga akan jadi pacar lo atau pun nikah ngerti"aria dan evalina pergi
"menarik,aku suka"gumam max tersenyum
__ADS_1