Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 48


__ADS_3

"axel lepass ga"teriak liam


"kau saja yang duluan lepas"teriak axel


"tidak aku tidak mau kalah dari mu kan calla yang menyuruh ku ngapain kau ikut ikutan"teriak liam


"aku juga ga mau kalah dari mu"teriak axel


calla yang melihat perdebatan itu pun tertawa tetapi semakin lama di biar kan mereka berdebat semakin menjadi jadi bahkan sampai teriak teriak tidak mau kalah


"axel liam"teriak calla tetapi mereka berdua tetap berdebat


"woii axel liam"teriak calla lagi "berhenti ga,ini bener bener ya"ucap calla


calla mengambil bantal di sofa dan menimpuk mereka berdua


akhir ya meraka berdua pun berhenti


"uda kayak anak anak tau ga padahal uda tua"oceh calla


"uda deh aku aja yang pergi sendiri nanti"ucap calla


"kan kau si seharusnya tadi kau jangan ikut ikutan"oceh liam pada axel


"suka suka ku lah aku kan suami nya"oceh axel


"ck diam!"teriak calla


mereka berdua pun terkejut dan melihat ke arah calla


"gini aja kalian berdua saja yang pergi beli sana cepat keburu tutup supermarket nya mau makan dengan tenang pun susah sana hushh"usir calla


"jangan bertengkar lagi saat disana malu di lihat orang"ucap calla


"ga apa apa kalau mereka marah atau tertawa melihat ku aku tinggal tembak saja"ucap axel sambil memutar mutar kan pistol milik nya


"jangan aneh aneh deh axel sempat saja kau melakukan itu aku akan menikahi liam"ucap calla sembarangan

__ADS_1


axel mendengar itu ia pun meninggalkan pistol nya dan menatap tajam ke arah liam


"apa?"tanya liam menahan tawanya


"awas saja kau berani merebutnya dari ku"bisik axel


"sejak kapan kau jadi anak yang penurut"ucap liam tertawa


"diam!"ucap axel


SUPERMARKET


"liam kau saja yang ambil"ucap axel


"kok aku kata nya kau suami nya yah kau lah yang ambil"jawab liam


"tapi kan dari tadi kau yang ribut ingin membeli untuk nya jadi kau saja yang ambil"ucap axel


"aku ingin ambil tapi aku tidak tau yang mana"ucap liam


"coba kau tanya"ucap axel


"ga kan aku yang bayar,yang bayar tidak akan pernah kalah"ucap axel


"aku juga sanggup kok bayar"jawab liam sinis


"aku punya ide ayo"ajak axel


DI RUMAH


axel dan liam pun masuk ke dalam rumah dan melihat calla sedang menonton film di ruang tamu


"gilak aku jenius banget kan"bisik axel


"ia pasti dia senang"bisik liam


"eh uda pulang,mana barang nya"ucap calla

__ADS_1


"bentar lagi"jawab axel


"apa nya?kan aku minta barang titipan ku mana kok kalian tidak membawa apa apa"tanya calla


ding dong!


liam pun membuka pintu


"pesanan atas nama tuan axel"ucap pengantar barang itu


"ia di bawa masuk aja"ucap axel duduk di disamping calla


"itu beli apa?"tanya calla pada axel


axel tidak menjawab pertanyaan ku


pria itu membawa barang barang yang axel pesan ke dalam rumah


"loh?pembalut kenapa kau membeli sebanyak ini"tanya calla pada axel


"bukannya bagus agar tidak kehabisan stock lagi"jawab axel


plak!


calla memukul lengan axel "ide siapa ini"tanya calla pada axel dan liam


"ide axel"jawab liam dengan cepat


calla pun menatap axel tidak habis pikir bagaimana dia membeli pembalut begitu banyak hingga semua ukuran pun ada


"untuk apa kalian membeli sampai begini banyak apa kalian juga akan memakainya,kalian ini seperti nya kebanyakan duit ya"ucap calla memarahi mereka berdua


"dan juga siapa yang membeli cemilan begitu banyak"tanya calla


"liam"jawab axel


"ohh kalian mau membuat ku gendut ya sampai sampai membeli cemilan begitu banyak"ucap calla

__ADS_1


"tidak ini semua ide axel,aku pikir kau akan senang kalau kita membeli kan cemilan ini untuk mu ya kan axel"liam


axel mengangguk angguk kan kepala sebagai jawaban


__ADS_2