Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 107


__ADS_3

keesokan harinya calla dan axel pergi menjemput mama dan papa calla menuju ke rumah mama axel


selesai makan siang bersama kita berkumpul di ruang tamu untuk mengobrol ngobrol


calla juga berencana untuk memberitahu kalau ia sedang hamil.


calla menguarkan sepatu baby dan meletakan dia meja


"ma pa sepatu ini cocokan yang pakai ke anak laki laki atau perempuan?"tanya calla


mereka bertiga diam sejenak dan saling memandang


"tunggu....kamu hamil"ucap mama bersamaan


calla menganggukan kepala mama menjadi keheboan sendiri sedangkan papa dan axel sedang berbisik bisik entah apa yang mereka bicarakan.


"sepatunya lucu uda berapa bulan?"tanya mama


"uda 1 bulan setengah ma"jawab calla


"kalau anak laki laki di pakaikan sepatu ini juga lucu"ucap mama axel


calla tersenyum dan melirik ke arah axel.axel hanya menatap calla


"tunggu tapi papa tidak setuju masa laki laki pakai yang lucu lucu"ucap papa calla


"tuh kan pa aku setuju sama papa"ucap axel


mama langsung menceramahi axel dan papa berakhir axel dan papa hanya mengangguk anggukan kepala


calla tertawa puas karena banyak yang memihak calla

__ADS_1


axel dan calla pamit pulang awalnya mama axel menyuruh untuk menginap tetapi axel menolak karena besok pagi axel harus ke kantor.


karena axel menyerahkan sebagian perusahaan nya pada maksim axel juga jadi lebih sibuk dari sebelumnya.


sesampainya di rumah axel dan calla belum berbicara sedikit pun sebenarnya calla sudah tidak marah pada axel tapi calla ingin dihibur oleh axel.sayangnya axel tidak peka sama sekali


calla jalan menuju kamar dengan menghentakan kakinya.


sudah setengah jam calla menunggu axel di kamar tetapi axel tidak kunjung menghampirinya "loh axel kemana kok ga kesini"pikir calla


"tau ah lebih baik aku tidur dari pada nungguin orang yang ga peka"calla dengan kesal merebahkan tubuhnya sambil menendang nendang selimutnya


tidak lama calla mendengar suara pintu terbuka calla sedikit mengintip "oh axel"pikir calla lalu memejamkan kembali matanya


axel duduk di samping kasur dan perlahan tangan axel masuk ke dalam baju calla meraba raba perut calla


calla hanya diam "sayangg"panggil axel dengan nada manja


"aku lagi ga mood lain hari aja"jawab calla


"aku ga minta jatah kok kamu lagi mikir apa hayoo kamu lagi mau?kalau mau aku juga ga akan nolak"ucap axel


pipi calla langsung memerah seperti tomat calla menarik selimut menutup tubuh nya dengan selimut.


"jangan di tutup dong sayang nanti ga bisa nafas"ucap axel


bruk!


calla terkejut dan langsung melihat ke arah axel


"kok bisa jatuh si?"tanya calla menolong axel

__ADS_1


"aku cuma pura pura jatuh kok"jawab axel


calla mendengar itu menjadi jengkel mendorong axel


bruk!


axel terduduk di lantai lagi "apa si aku dorongnya pelan kok gitu aja jatuh"ucap calla sebel


"sayang aku sakit nih"ucap axel


"ga percaya"jawab calla


"beneran sakit"ucap axel sedikit menangis


calla melihat axel menangis menjadi panik "serius mana yang sakit aku lihat"ucap calla


axel tidak menjawab "bilang dong mana yang sakit aku kan ga tau sakitnya dimana"ucap calla


"hati aku yang sakit"ucap axel tersenyum lebar ke arah calla


"hati aku sakit uda 2 hari kamu diamin aku,aku ga bisa diginiin bahkan kalau aku jauh dari kamu aku bisa gila rasanya hati ku hampa dan juga jiwa raga ku hilang"ucap axel memeluk calla


calla membalas pelukan axel "lebay"ucap calla di telinga axel


"biarin lebay yang penting cinta"ucap axel mencium seluruh wajah calla


"oh tunggu sebentar"axel keluar dari kamar dan kembali lagi


"nih bunga khusus istri ku yang paling cantik"ucap axel


"terima kasih"calla menerima bunga axel lalu memeluk axel dengan erat

__ADS_1


__ADS_2