Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 113


__ADS_3

sudah 1 bulan calla belum sadar dan axel menjalani hari harinya seperti biasa pagi akan pergi ke kantor setelah pulang dari kantor axel langsung ke rumah sakit menemani calla


ada juga hari hari dimana axel tidak mau pergi ke kantor itu membuat liam frustasi karena sebagian kerjaan axel liam yang menyelesaikannya


"axel!!"liam masuk ke dalam ruang inap calla


"shtt apa si ganggu aja sana balik ke kantor kerjaan mu kan banyak"usir axel


"itu kerjaan mu bukan kerjaan ku ayo ke kantor selesaikan kerjaan mu baru ke sini lagi"ajak liam


"ga mau aku hari ini mau seharian jaga istri ku firasat ku hari ini calla sadar"ucap axel


"jangan aneh aneh,dari hari itu alasan mu firasat terus"oceh liam kesal


axel menatap tajam ke arah liam "ga usah natap begitu ga takut gue"ucap liam


"aku punya ide"ucap axel


perasaan liam tiba tiba menjadi tidak enak "ide apa?"tanya liam


"gimana kalau sementara ini aku jadikan kau CEO jadi aku tidak perlu ke kantor kau saja yang mengurusnya"ucap axel


plak!


liam memukul kepala axel.liam berlutut di lantai dekat kasur calla "calla cepat sadar aku uda ga kuat sama kelakuan axel"mohon liam


"apa si liam gila ya"ucap axel

__ADS_1


"yang uda gila itu kau sumpah axel coba periksa otak sepertinya otak mu uda mulai rada rada sedikit karena kelamaan di tinggal calla"ucap liam


axel tiba tiba menyeret liam hingga keluar dari ruangan calla "jangan ganggu aku dan calla hushh"usir axel menutup pintu dan mengunci ruangan calla


"woy axell!!!"teriak liam mengedor gedor pintu


"permisi pak jangan buat keributan ini rumah sakit"ucap suster


"maaf sus"ucap liam "axel bangs*t awas aja kerjaan mu ga akan ku selesaikan"oceh liam


keesokan harinya benar saja liam tidak mengerjakan kerjaan axel itu membuat axel marah marah di pagi hari


tetapi liam menutup telinga tidak peduli dengan ocehan axel


"bantu aku kerjain ini"ucap axel


"males ini bukan kerjaan ku untuk apa aku membantu mu"ucap liam


"untuk apa aku libur paling lama kau cuma kasih aku libur 5 hari"ucap liam


"tidak aku kasih kau libur 1 bulan"ucap axel


"ga percaya"liam


"yah uda kalau ga mau silahkan keluar tapi aku uda bilang tidak ada libur untuk mu"ucap axel


"ia ia aku bantu tapi 1 bulan ya uda janji awas aja engak"ucap liam

__ADS_1


axel dan liam menyelesaikan kerjaan nya hingga pukul 8 malam


"liam kapan kau mengadakan pernikahan?"tanya axel


"tidak tau ellia minta mengadakan pernikahan saat calla sudah sadar dan sehat"jawab liam


axel mengembuskan nafasnya "axel aku yakin kau kuat"ucap liam menyemangati axel


axel menganggukan kepala "kalau gitu aku pergi dulu"ucap axel


axel langsung menuju rumah sakit "haii sayang aku pulang"axel mengelus perut calla yang sudah besar saat mengelus perut calla air mata axel mengalir


axel sedang memikirkan ucapan dokter tadi


"pak axel apa bila calla belum sadar kita sudah harus menentukan tanggal operasi untuk menglahirkan anak bapak"ucap dokter


"dok apa operasi ini berisiko?"tanya axel


dokter terdiam sejenak "ia pak operasi ini sangat berisiko bagi istri dan anak bapak.jika tidak bisa menyelamatkan ke duanya bapak harus memilih salah satu dari mereka berdua.jadi sebelum operasi di mulai bapak harus memilih dan menandatangani pilihan bapak"ucap dokter


axel mendengar ucapan dokter kakinya menjadi lemas "apakah tidak ada jalan lain?"tanya axel


"tidak pak cuma ini cara satu satu menyelamatkan istri dan anak bapak jika kita menunda lebih lama kita tidak tau kapan calla mengalami kontraksi karena juga istri bapak masih kondisi yang sangat lemah"


"kami akan berusaha menyelamatkan keduanya dan bapak juga jangan berhenti doa untuk istri bapak kalau gitu saya permisi dulu"ucap dokter


axel menangis di samping calla "siapa yang harus aku pilih?"axel

__ADS_1


"sayang kalau aku memilih mu dan kehilangan anak kita apa kau akan membenci ku?"tanya axel


"siapa yang harus aku pilih"axel frustasi


__ADS_2