Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 84


__ADS_3

beberapa bulan kemudian...


calla sudah masuk kuliah tetapi tetap di antar jemput oleh dave bodyguard axel.


semenjak kejadian calla membuat dave tidur calla meminta maaf pada dave.


sedangkan axel juga sibuk bekerja dan hari ini adalah hari minggu calla tidak kuliah dan axel juga tidak ke kantor.


kring!kring!


bunyi telepon dari ponsel axel.axel pun mengangkat teleponnya dan mulai melihat ke arah laptop untuk bekerja


"huftt"calla mengembus nafas calla berdiri dari sofa berencana untuk tidur siang di kamar


"mau kemana?"tanya axel


"ke kamar mau tidur"ucap calla


"tolong ambil kan berkas ku di ruang kerja"ucap axel


calla pun langsung menuju ruang kerja axel dan saat ingin mengambil berkas axel calla melihat berkas yang ia lihat hari itu


"dokumen penculikan dan perjanjian"ucap calla


calla membaca semua isi berkas itu selesai membaca itu calla sangat marah pada axel kenapa ia menyembunyikan ini dari nya


calla membawa berkas itu di tempat axel berada calla membanting berkas itu ke meja tepat di depan axel "jelaskan apa maksud ini semua"ucap calla


axel melirik ke arah berkas yang calla banting "nanti akan ku telepon lagi"ucap axel mematikan telepon


"jangan marah duduk dulu"ucap axel menepuk nepuk sofa


"gimana aku ga marah kamu kan uda janji tidak menyembunyikan apa pun dari ku tapi kenyataan nya apa"ucap calla


"karena aku belum siap untuk memberitahu.aku tau pasti kau akan marah pada ku makanya aku hanya menunggu waktu yang pas untuk menceritakan ini"jelas axel


calla memijat kepalanya yang sedikit pusing


"kamu kenapa sakit?"tanya axel


"aku tidak apa apa,ceritakan kenapa bisa seperti ini"ucap calla


flash back


axel selalu melihat pertengkaran mamanya dengan papanya.tiada hari tanpa pertengkaran


sedangkan axel hanya bisa bersembunyi saat melihat pertengkaran itu


suatu hari axel melihat papanya sedang mencekik mamanya.

__ADS_1


axel yang melihat itu langsung berlari ke arah mama dan memukul mukul papanya


"papa berhenti jangan mencekik mama"ucap axel memukul mukul papa nya


tetapi tenaga axel tidak cukup untuk melawan papanya saat itu axel masih berusia 7 tahun


"awas dasar anak tidak tahu diri"ucap papa axel mendorong axel hingga axel terhantam lemari begitu kuat


karena itu hampir axel kehilangan kesadaraannya axel melihat papanya berjalan ke arah nya dan mengangkat axel


"mama"ucap axel


"jangan bawa anak ku ban*sat"teriak mama axel


papa axel tetap berjalan membawa axel masuk ke dalam mobil lalu axel tidak sadar kan diri


"hey hey bangun"panggil seorang anak perempuan


axel pun sadar dan melihat ke arah calla dengan tatapan bertanya tanya kenapa ada anak perempuan disini.


"siapa kamu?"tanya axel


"nama ku calla nama mu siapa?"tanya calla


"nama ku axel,mengapa kau disini"jawab axel


"aku tidak tau seingat ku aku sedang bermain di taman tadi tiba tiba aku uda disini,ayo kita keluar dari sini"ajak calla


"sekolah?"tanya axel


"kamu tidak tau sekolah?sekolah itu tempat kita belajar dan juga banyak bertemu teman teman"calla menjelaskan


"aku tidak pernah sekolah biasanya aku belajar dirumah dan juga aku tidak memiliki teman"ucap axel


"kalau gitu kita berteman ya,ayo itu seperti nya pintu keluar"ucap calla


axel mendengarkan calla bercerita tentang sekolah axel merasa iri karena ia tidak pernah merasakan hal itu.


"yah hujan dan uda malam juga"ucap calla


"kau ini kenapa hanya diam si aku capek ngomong terus sekali kali kamu lah yang ngomong"keluh calla


"kalau capek jangan berbicara berisik"ucap axel


"dia sangat cerewet tapi lucu"pikir axel


"eh axel seperti nya kita di culik dan aku merasa di belakang kita ada seseorang"bisik calla


"aku tau kita sedang di culik kau ini bodoh sekali kalau aku berhitung sampai 3 kita lari ya"bisik axel

__ADS_1


"1....2....3.... lari"teriak axel


axel dan calla berlari sekencang mungkin karena pria berbadan besar itu mengejar calla dan axel


bruk!


axel melihat calla terpeleset saat berlari dan calla di angkat oleh pria berbadan besar


"ahhh lepas lepass"teriak calla memukul mukul pria berbadan besar itu


"diam"ucap pria berbadan besar itu


"callaaa!!!"teriak axel


"lari axel lariii cepat pergii"teriak calla


axel pun berlari sekencang mungkin agar mencari pertolongan.axel melihat ada mobil polisi yang lewat axel pun melambai lambaikan tangan.


"pak tolong berhenti"teriak axel


untung saja polisi itu melihat axel mereka langsung memberhentikan mobil dan bertanya kenapa axel ada disini


"pakk tolong itu ada anak perempuan di dalam gudang tadi saya bersama dia tetapi dia jatuh dan di bawa sama penculiknya"ucap axel bergetar karena kedinginan


"baik,bapak itu akan mengantar kamu pulang biar bapak dan polisi lain menolong anak itu"ucap pak polisi


"tapi pak saya mau lihat keadaan anak perempuan itu"ucap axel


"apa anak perempuan itu adik kamu?"tanya pak polisi


axel menggelengkan kepalanya "kamu pulang saja di anatar bapak itu pasti mama kamu menunggu kamu ok"ucap pak polisi


axel pun diantar pulang tanpa tau kabar calla keesokan pagi polisi datang ke rumah axel untuk mengantarkan axel ke rumah sakit di mana calla berada dan juga polisi meminta keterangan kejadian pada malam itu


axel bertemu dengan ke dua orang tua calla dan axel meminta maaf pada mereka karena tidak bisa membawa calla


"tante om saya minta maaf"ucap axel


"tidak apa apa nak tante malah sangat berterima kasih pada mu karena tidak meninggalkan calla disana sendirian"ucap mama calla


polisi bertanya apa axel menginggat kenapa ia bisa di gudang itu


padahal axel sangat ingat kalau papanya yang membawanya tetapi axel berpikir kalau dia bilang pada polisi nanti papanya bisa masuk penjara


semenjak kejadian itu axel selalu di marahi bahkan di pukul oleh papanya karena itu axel sangat membenci papanya


end


calla mendengar cerita axel sangat terkejut

__ADS_1


"axel kau tau aku pun juga pernah bermimpi kalau aku di culik dan aku bertemu dengan kamu tapi di dlam mimpi itu aku tidak bisa mendengar nama mu"ucap calla


"lalu ceritakan bagian perjanjian"ucap calla


__ADS_2