
calla terbangun dan berada di sebuah ruangan yang gelap "apa ini aku di dalam gudang?" calla berjalan untuk mencari pintu keluar "kenapa aku ada disini bukan nya aku sedang bermain di taman"ucap calla
bruk!
saat calla berjalan mencari pintu keluar calla terjatuh karena tersandung sesuatu ku lihat ke belakang calla menemukan pria sedang tertidur dan ku lihat lebih jelas tangan nya diikat
"hey hey bangun"panggil calla pada pria itu sambil menoel noel pipi nya
pria itu sadar dan melihat ke arah calla dengan muka bertanya tanya
"siapa kamu?"pria itu
"nama ku calla nama mu siapa?"tanya calla
"nama ku ***,mengapa kau disini"jawab pria itu
"aku tidak tau seingat ku aku sedang bermain di taman tadi tiba tiba aku uda disini"ucap calla
"ayo kita keluar dari sini"ajak calla pada pria itu
"ayoo"calla menarik tangan pria itu "eh *** kamu sekolah dimana?"tanya calla
"sekolah?"tanya pria itu
"kamu tidak tau sekolah?sekolah itu tempat kita belajar dan juga banyak bertemu teman teman"calla menjelaskan
"aku tidak pernah sekolah biasanya aku belajar dirumah dan juga aku tidak memiliki teman"ucap pria itu
"kalau gitu kita berteman ya,ayo itu seperti nya pintu keluar"ucap calla
__ADS_1
"yah hujan dan uda malam juga"ucap calla lagi
"kau ini kenapa hanya diam si aku capek ngomong terus sekali kali kamu lah yang ngomong"keluh calla
"kalau capek jangan berbicara berisik"ucap pria itu
"eh *** seperti nya kita di culik dan aku merasa di belakang kita ada seseorang"bisik calla
"aku tau kita sedang di culik kau ini bodoh sekali kalau aku berhitung sampai 3 kita lari ya"bisik pria itu
"1....2....3.... lari"teriak pria itu
calla dan pria itu berlari sekencang mungkin karena ada pria berbadan besar mengejar calla dan pria ini
brukk!!
"ahhh lepas lepass"teriak calla memukul mukul pria berbadan besar itu
"diam"ucap pria berbadan besar itu
"callaaa!!!"teriak pria itu
"lari *** lariii cepat pergii"teriak calla pada pria itu
badan ku basah kuyup terkena hujan dan calla melihat pria berbadan besar itu seperti membawa tongkat kayu.
"kalian mau ngapain lepas lepas"teriak calla
"diam atau tidak kau akan mati"ucap pria berbadan besar itu
__ADS_1
"ampun jangan bunuh aku"ucap calla
"maaf jangan bunuh aku tidak salah apa apa"ucap calla
calla melihat pria itu mengangkat tongkat itu dan melayangkan tongkat itu ke arah ku
"akhhh"
calla terbangun dengan nafas yang tidak beraturan
"mimpi apa itu siapa nama anak laki laki itu kenapa aku tidak bisa mendengar namanya "pikir calla
"sudah bangun non?"tanya bi nem yang baru saja masuk ke kamar axel
"oh uda bi axel dimana ya bi?"tanya calla
"oh tuan axel ke perusahaan sebentar katanya ada rapat penting"balas bi nem
"baru juga sembuh sudah pergi kerja aja,bi aku pulang dulu ya bi"ucap calla dan bersiap siap
"loh jangan non bentar lagi juga tuan axel pulang,non sarapan dulu aja agar bisa minum obat"ucap bi nem
"aku tidak apa apa kok bi obat nya mana nanti aku sarapan di rumah aja bi"ucap calla
bi nem pun memberikan sekantung obat
"bi aku pulang dulu ya"ucap calla sambil melambaikan tangan
"hati hati non"ucap bi nem
__ADS_1