Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 115


__ADS_3

axel terbangun melihat jam sudah pukul 11 malam axel melihat di meja sudah ada makanan dan note


"axel makanannya dimakan ya adien uda di ruang baby aku dan liam tidak enak membangunkan mu karena kau tidur sangat pulas tadi"ellia


axel memakan makanannya yang masih hangat selesai makan axel menghampiri calla


"sayang terima kasih telah melahirkan adien dan sudah bertahan"ucap axel


.............


sudah 5 hari calla belum sadarkan diri tapi dokter mengatakan kondisi calla semakin hari semakin membaik


dan axel meminta persetujuan rumah sakit agar calla dirawat di rumah nya saja untung pihak rumah sakit menerima permintaan axel. jadi axel akan membeli beberapa alat rumah sakit dan meminta suster dan dokter untuk mengecek kondisi calla saat di rumah


axel kembali kembali ke ruangan calla.saat axel ingin menutup pintu axel melihat jari tangan calla bergerak


axel langsung mendekat ke arah calla dan melihat tangannya calla dengan serius


"bergerak"ucap axel terkejut dan tidak sangka


"ini dimana?"tanya calla dengan suara serak


"calla"ucap axel ingin memeluk calla


spontan calla menolak pelukan axel "eh?"axel kebingungan


axel berlari memanggil dokter untuk memeriksa kondisi calla


"syukur lah calla lebih cepat sadar dari perkiraan saya dan kondisi calla juga sudah mulai fit kembali"ucap dokter


"tapi dok kenapa calla seperti menghindari saya apa dia lupa ingatan?"tanya axel


"tidak pak calla hanya linglung sementara nanti ingatannya akan kembali lagi itu efek karena calla sudah lumayan lama koma"ucap dokter


"baiklah dok terima kasih"ucap axel


axel menuangkan air putih dan memberikan air itu pada calla "terima kasih"ucap calla dengan tatapan kosong


tidak lama ellia dan liam datang "callaa"teriak ellia memeluk calla


calla mengerutkan dahinya "siapa?"tanya calla


ellia melepaskan pelukannya terkejut setengah mati ellia.tiba tiba saja tubuh ellia lemas untung saja liam langsung menagkap ellia


"teganya kau call kau bercanda kan"ucap ellia


"ell kata dokter calla masih linglung karena terlalu lama koma tapi ga apa apa katanya cuma sementara kok"ucap axel

__ADS_1


ellia langsung menghembus nafas lega untung saja tadi ia tidak pingsan "kalian bertiga siapa?tapi wajah kalian sangat familiar"tanya calla


ellia mendekat ke arah calla "aku ellia sahabat mu ini liam calon suami aku dan yang itu suami mu axel"ucap ellia


"suami!!!"ucap calla terkejut "s-sejak kapan aku menikah?"tanya calla lagi


"ia kalian sudah menikah bahkan kau sudah melahirkan anak"ucap ellia


"tunggu"ucap calla tiba tiba kepalanya terasa pusing calla menginggat semua nya


calla langsung meraba raba lukanya "cari apa?"tanya axel


"luka ku"ucap calla


"luka mu ada disini"ucap axel mengarahkan tangan calla ke bagian lukanya yang masih tertutup perban


"dimana anak ku"ucap calla


axel pergi ke ruang bayi dan membawa adien ke ruangan calla


axel memberikan adien kepada calla "laki laki namanya siapa?"tanya calla


"adien schreave apa kau menyukai namanya"axel


"namanya bagus"calla


calla mengangguk angguk calla melirik ke arah ellia dan liam


"kalian uda nikah belum?"tanya calla


"belum lah aku nunggu kamu tau.aku mau sahabat aku lihat aku pakai gaun"ucap ellia


calla tersenyum ke arah ellia "kenapa ga nikah aja?kenapa harus tunggu aku banggun.kalau aku ga banggun masa kamu ga nikah"ucap calla


ucapan calla membuat ellia,axel dan liam terdiam membeku


"aku minta maaf ell karena aku harapan dan kebahagian mu jadi tertunda"ucap calla


"shtt... kamu ngomong apa si"ellia langsung memeluk calla dan menangis di pelukan calla


"kenapa nangiss jangan nangis"ucap calla


"k-kamu t-tau ga aku hampir kehilangan kamu.kamu sahabat yang paling aku sayang betapa sakitnya aku saat melihat kamu hampir pergi meninggalkan kita semua"ucap ellia sengugukan


calla hanya tersenyum dan meminta maaf


calla bercerita kalau ia bertemu dengan seorang anak laki laki dan membawanya.anak laki laki juga ada menyebut kata papa

__ADS_1


"itu rasanya seperti mimpi tetapi terasa sangat nyata dan aku yakin yang membawa ku adalah adien"ucap calla mengecup dahi adien


mereka bersyukur calla sudah tidak linglung lagi "axel kenapa kau menjadi kurus kan aku sudah bilang kalau aku tidak ada kau juga harus makan"ucap calla


"aku makan tapi kadang aku tidak napsu makan"jawab axel


"liam ada apa kenapa sepertinya ada yang ingin kau ucapkan"calla


"uhmm.....calla aku mohon jangan pernah sakit lagi aku frustasi dibuat axel"liam


calla tertawa seperti sudah tau apa yang dilakukan axel pada liam


"apa dia tidak mengerjakan kerjaannya"ucap calla


liam mengangguk kan kepalanya wajah sedih dan penuh tekanan dari tatapan axel


"axel jangan gitu liamnya jadi tertekan tuh"calla tertawa


axel memeluk calla dengan manja tiba tiba adien menangis.calla langsung menengkan adien


tidak lama adien pun tenang chup! axel mengecup bibir calla


"ihhh"liam merasa jijik


oekkk!!!!


adien menangis lagi "call"panggil ellia dengan wajah serius


"kenapa?"tanya calla penasaran


"call serius deh....sepertinya adien engga suka kalau axel dekat dekat dengan kamu"ucap ellia


"masa sih emang bisa gitu ya?"tanya calla


axel memeluk leher calla dan benar saja adien menangis lebih kencang semua yang ada disitu menjadi shock


"hahaha....hahaha mampus"ucap liam tertawa senang


plak!


ellia memukul bahu liam "aduh maap"ucap liam


"sepertinya kalian akan kesusahan kalau mau berduaan"ucap ellia tertawa


"nanti ada cerita Suami ku cemburu dengan anaknya sendiri"ucap calla tertawa


liam dan ellia tertawa puas sedangkan axel melihat ke arah adien dengan tatapan iri

__ADS_1


__ADS_2