
aria berjalan ke aula dengan jantung yang berirama tanpa henti
"paa aria takut"aria bergandengan dengan axel
"jangan takut,kalau takut jangan nikah biar sama papa terus"axel
"ihh papa mah serius nihh"rengek aria
"ia papa juga serius"axel
"tau ahh"aria
tiba tiba saja pintu terbuka semua tamu langsung melihat ke arah aria dan papanya.aria menggenggam tangan axel dengan erat
"mau di batalin aja"axel sambil jalan
"ha! yah engga lah pah"bisik aria
"saya serahkan putri saya tercinta pada mu,kalau saja kau menyakiti anak ku awas saja yang tersisa hanya kepala mu"axel
"ia pah"max
"ini kok ga sedih yah,seharusnya kan sedih menyerahkan putrinya pada orang lain"batin aria
"aria aku menjadikan engkau istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang dan untuk selama lamanya.pada waktu susah maupun senang pada waktu kelimpahan maupun kekurangan,dan pada waktu sehat maupun sakit.untuk saling mengasihi dan menghargai,sampai maut memisahkan kita dan ini lah janji setiaku yang sangat tulus"ucap max
dan aria mengulangi perkataan max lalu aria dan max bertukar cincin
jantung calla semankin deg degan
chupp!!
max mencium bibir aria.aria mendorong tubuh max agar melepaskan ciumannya tapi max malah menekan kepala aria agar memperdalam ciumannya
"wahhh"sorak dari tamu
"woii lepaskan anak kuu"teriak axel
aria mendengar itu malah tertawaa dan mendorong tubuh max
__ADS_1
calla langsung memukul axel "jangan gitu ah"calla
aria jadi teringat waktu adien menikah disitu axel juga berteriak seperti ini "wahh anak ku hebat lanjutkann!!" begitu ucap axel
.............
selesai acara aria langsung bersiap siap agar pulang bersama max
"arr janji ya kalau ada apa apa langsung hubungi aku"evalina
"iaa"aria memeluk evalina
"de kalau max macam macam langsung telepon abang,ada masalah apa pun langsung hubungi ok"adien
"ia bang"aria
"dedee jangan tinggalkan kembaran mu inii bawa aku juga"aaron
"evalina bawa abang ku ya jaga dia,dia orang nya agak manja"aria
pipi evalina sudah memerah dan aaron sudah salting sendiri
"makanya cari cewe gih"aria
"yah gimana ya cewe nya uda nikah duluan"leo
"plis deh jangan mulai lagi"aria
"ia iaa gue uda jadian kok"leo
"ha!! sama siapaa!!"teriak aria,aaron dan evalina
"ada dehh"leo
brakk!!
axel membanting pintuu "putri kuu jangan tinggal papa mu sendiriann"axel
"hahaha papa mulai lagi nih mama mana"aria
__ADS_1
"kok cari mama sih,padahal papa uda nangis nihh"axel
"sejak kapan ketua mafia nangis kayaknya cuma papa aja deh"aria
"ia memang cuma papa aja"axel
aria ketawa hingga perutnya sakit "udah pa bercandanya perut aria sakitt"aria
"aria ingat ya ucapan mama"calla
"ingat ma harus sayang dan merawat suami kan"aria
"iaa"calla
"ngapain kamu rawat dia.dia juga bisa rawat diri sendiri"axel
calla langsung menjitak kepala axel "jadi selama ini kamu bisa merawat diri mu sendiri"calla
"engga,ampun sayang"axel
semua langsung tertawa melihat tingkah laku axel dan calla
"ar ayo pergi pa,ma,bang aku dengan aria pergi dulu ya"pamit max
"dadahh"aria
"anak kuu"teriak axel
aria hanya bisa tertawaa "kapan kapan aria datangg kok,byeee"teriak aria dari dalam mobil
"sepertinya ayah mu sangat menyayangi mu hinga tidak bisa melepaskan mu"max
"haha iaa,mama dan papa mu tadi beneran engga datang?"aria
axel menggelengkan kepalanya "sepertinya orang tua mu tidak setuju kau menikah dengan ku"aria
"tidak apa mereka juga tidak akan peduli dengan keberadaan ku"max
"kenapa?mereka kan orang tua mu mana mungkin mereka tidak peduli dengan anaknya sendiri"aria
__ADS_1
"yah intinya seperti itu kamu tidak akan mengerti"max