Menikah Paksa Dengan Mafia

Menikah Paksa Dengan Mafia
bab 64


__ADS_3

calla dan axel sedang tiduran di kamar sambil bermain ponsel


"calla"panggil axel


"hmm?"jawab calla


"aku akan menghukum mu"ucap axel


"ha!hukum apa?perasaan aku ga buat salah apa apa"ucap calla deg degan


"kenapa kau tidak memanggil ku sayang saat di cafe tdi kau memanggil nama ku jadi aku kan menghukum mu"jelas axel mendekat ke arah calla


"axel tunggu kau mau menghukum ku dengan apa?"ucap calla panik


"axel?"tanya axel


"maap,sayang maksud ku"ucap calla


"aku akan menghukum mu dengan melakukan sesuatu yang sangat menyenagkan"ucap axel


"tung- mhp..."


axel membungkam bibir calla dengan bibirnya ciuman axel semangkin turun ke bawah dan mulai membuka baju tidur calla


tringg!!!


ponsel axel berdering


"axel tunggu itu ada yang telepon"ucap calla


"biarkan saja"jawab axel melanjutkan aktivitasnya


tidak lama ponsel calla pun berbunyi hingga berkali kali


tring!!


"axel sebentar sepertinya ini penting"ucap calla mendorong wajah axel dan mengangkat telepon


"hallo liam ada apa"ucap calla


"speaker"bisik axel


calla pun langsung membuat teleponnya menjadi speaker

__ADS_1


"ia ada apa liam?"tanya calla


"calla ini penting kau harus membantu ku"ucap liam


axel mencium perut calla


"axel geli"ucap ku pada axel


"apa aku menganggu kalian?"tanya liam


"sangat menganggu nyet"teriak axel


plak!


calla memukul bahu axel


"ga menganggu kok,ada apa?"calla


"datang lah ke rumah sakit xxx ellia sedang di rawat disana" liam


"ha! apa yang terjadi dengan ellia"calla


"nanti di rumah sakit aku akan menjelaskannya sekarang aku ingin pergi ke kantor polisi untuk mengurus masalah nya jadi aku minta tolong pada mu untuk menjaga ellia sebentar di rumah sakit"liam


rumah sakit


"liam kenapa ellia bisa seperti ini?"tanya calla


"calla nanti saja aku jelasinnya aku mau pergi ke kantor polisi dulu"jawab liam


"ok hati hati ya"ucap calla


"calla aku ikut dengan liam"ucap axel


"ok sayang hati hati ya"ucap calla


axel mencium kening calla lalu pergi bersama liam


"diam"ucap calla karena detak jantung nya berdetak begitu cepat dan tidak kunjung mereda


"ellia kenapa kau bisa seperti ini cepat sadar dongg"ucap calla


calla menunggu ellia sadar

__ADS_1


kantor polisi


"kenapa kau melakukan itu pada ellia?"tanya liam


"emang kau siapanya ellia ha! kau terlalu mencampuri hidup ellia"jawab pria itu


"katakan siapa nama mu dan apa hubungan mu dengan ellia"tanya liam lagi


cuih! pria itu membuang ludah sembarangan "kenapa aku harus memberi tahu nama ku"jawab pria itu


axel tiba tiba mengeluarkan pistol nya lalu mengarahkan pistol itu ke kepala pria itu


"jawab atau akan ku tembak"ucap axel dengan mata mengitimidasi


"polisi"teriak pria itu


polisi polisi disana tidak melakukan apa apa mereka hanya melihat


"kenapa kalian hanya diam"marah pria itu


"dasar tidak berguna"ucap pria itu


"jawab"ucap liam


"nama ku gavin"ucap gavin


"lalu apa hubungan mu dengan ellia?"tanya liam


"kenapa kau tidak bertanya padanya apa dia sudah mati? hahaha dia pantas mati"ucap gavin tertawa


liam berdiri dari kursinya dan mengambil pistol dari tangan axel


dor!


tembak liam di bahu gavin


"kau lah yang pantas mati"ucap liam


"akhh dasar baj*ngan"teriak gavin kesakitan dan terjatuh dari kursinya


"apa itu sakit? itu tidak akan membuat mu mati dasar lemah"ucap liam memijak perut gavin


liam dan axel pergi kembali ke rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2